Selamat Datang di Blog WURYANANO

Silakan Anda membaca Artikel di Blog ini dengan rileks, tidak perlu terburu-buru. Banyak Artikel menarik dan bermanfaat buat peningkatan kualitas hidup Anda.

Silakan Anda menuliskan komentar atau pendapat di masing-masing Artikel yang telah Anda baca. Pendapat Anda akan semakin menambah perspektif bagi kita semua.

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Saya ini. Terima kasih sudah mau berbagi lewat komentar atau pendapat Anda di sini.


NOTES:

Blogspot Saya ini SUDAH TIDAK AKTIF sejak 5 Desember 2012. Tulisan Saya tentang Berita Kampus SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College menerima Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Malaysia adalah sebagai penutup untuk Blogspot ini. Untuk membaca TULISAN Saya, Anda dapat mengunjungi Blog Saya di PORTAL BISNIS INDONESIA.

Wednesday, May 30, 2007

SELALU BERSIKAP IKHLAS...SEBUAH KUNCI KETENANGAN HIDUP

Tuhan Allah menciptakan manusia di bumi ini adalah untuk menjadi "khalifah", menjadi "pemimpin" alam dunia. Tujuan-Nya pastilah agar manusia ini menjalani kehidupannya dengan bahagia, sehingga bisa menikmati kehidupan; dan bukan untuk menjadi gelisah dalam keraguan serta kekalutan hidup.

Sekarang ini kita berada di era Modern, era Globalisasi kata orang. Kecenderungan yang terjadi saat ini adalah orang berusaha terlalu keras, sangat memacu dirinya mati-matian demi untuk mengejar dan meraih tujuannya. Orang sudah terlalu kejam bersikap, bahkan terhadap dirinya sendiri.

Setiap hari kita bisa melihat banyak sekali orang yang selalu terburu-buru, sangat gelisah bahkan kalut dalam setiap langkahnya. Kadang kita juga sering melihat orang yang kelihatannya begitu santai secara fisik, tetapi kalau diamati lebih dalam, terlihat dari sorot mata dan pancaran aura dirinya yang mengatakan bahwa sebenarnya mereka juga gelisah seperti yang lainnya. Mereka ini hanya pandai berpura-pura menutupi kegelisahan dan kekalutannya saja.

Jutaan orang pada masa ini menderita "ketegangan syaraf" kelewat batas. Sepertinya saat ini penyakit ketegangan dan kegelisahan sudah begitu mewabah di dunia. Penyebarannya begitu cepat, mengalahkan penyakit influenza. Sekarang pun sudah menjadi hal langka sekali; orang yang bisa tenang, santai dalam pengertian sesungguhnya, bukan tenang yang pura-pura. Sebagaimana yang ditulis Catullus, seorang penyair Romawi, ribuan tahun lalu: "Ah, apa yang lebih nikmat daripada mengesampingkan kekhawatiran, ketika pikiran meletakkan bebannya. Dan setelah melakukan perjalanan jauh, kita pulang ke rumah lagi, dan beristirahat di sofa seperti yang kita dambakan".

Pada zaman sekarang ini, sungguh sangat sedikit orang yang bisa beristirahat, sebagaimana ungkapan Catullus tersebut. Istirahat yang benar-benar istirahat, rileks, santai yang sesungguhnya, tidak mengalami "ketegangan mental"...memang tidak mudah untuk bisa menjalaninya. Akan tetapi, ada satu saran kunci agar Anda bisa memperoleh ketenangan hidup ini, yaitu: SELALU BERSIKAP IKHLAS dalam setiap apa pun yang Anda lakukan.

Salam Luar Biasa Prima!


7 comments:

SYAHRIL SYAM said...

Salam,

Artikel ini menjadi pemicu saya untuk selalu berpikir saat ini; melepaskan semua kekhawatiran masa lalu dan masa depan. Seperti kata Martin Seligman: Jika Anda bisa mengubahnya, ubahlah, jika tidak bisa, terimalah kenyataan tersebut; ikhlaslah.
Terima kasih Pak atas nasehatnya

syahril

Herizal Yuliansyah said...

Semakin memudahkan saya mengerti caranya agar bisa ikhlas....
inilah yg penting dlm hidup
bagaiman bisa mencapai IKHLAS

Heri

.:: AG. SYAM ::. said...

Thanks Pak atas motivasinya dan keikhlasan Bapak membaginya. Saya jadi ingat pesan Zig Ziglar: "You can have everything in life you want if you will just help enough other people get what they want." Dan saya sudah mendapat yang saya mau, hari ini. Keep rolling...
-Ag.Syam-

Herizal Yuliansyah said...

Terima kasih Pak Wuryanano...sudah berkunjung ke blog saya dan mendoa kan saya jadi sukses.Amin

Mohon bisa tau email Bapak

Salam Luar Biasa Prima

Heri

Damaruci said...

Salam rileks yang ikhlas...

Saya ada perumpamaan MUR & BAUT untuk untuk menggambarkan
kerja/usaha/ikhtiar disatu sisi dan ikhlas disisi yang lain.

MUR => Usaha/kerja/ihktiar
BAUT=> Ikhlas => saudara kandungnya adalah rasa SYUKUR.

MUR tidak akan pernah tertancap kuat...tanpa baut => Mbok mur diputar
lima hari lima malam tidak akan pernah berhenti dan selesai...muuuuuteer
trus engak pernah mak kreeeek...kalo enggak ada baut. Demikian juga
dalam bekerja kita tidak akan pernah mendapatkan makna tanpa rasa
syukur.

Salam semangat belajar dari siapapun & dari apapun.
Damaruci
(damaruci@oto.co.id)

Ikhlas said...

Salam Ikhlas,

Bukan karena saya sudah Ikhlas....tapi memang dari kecil saya sudah menjadi Ikhlas, saya bersyukur orang tua memberikan nama (yang juga merupakan doanya) kepada saya dengan nama Ikhlas. Tapi apakah saya sekarang sudah mencapai predikat 'ikhlas' dan selalu bersikap 'ikhlas'.... .(hanya?) orang lain yang dapat menilai.

Bagaimana dengan perasaan saya pribadi....? Terus terang makin lama saya selalu berusaha untuk hari demi hari mencapai tingkatan 'ikhlas' yang lebih tinggi...bagaimana caranya...? Pertama meningkatkan rasa syukur bahwa apa yang kita miliki bersifat sementara dan dibatasi oleh kepemilikan orang lain. Melakukan sesuatu tanpa pamrih, tanpa paksaan semata2 adalah kewajiban. Karena bagaimanapun juga apa yang kita hasilkan adalah buah dari apa yang kita lakukan.

Always,

Ikhlas
(ikhlasnori@yahoo.com)

mishbah@bisnismudah said...

tiada lagi tahapan yg lebih tinggi dr suatu ilmu apapun kecuali ikhlas,dgn ikhlas alam semesta raya akan mberikan akan tunduk pd kita.'jika kita tunduk pd Allah,Allah akan menundukan makhluk pd kt'..