Selamat Datang di Blog WURYANANO

Silakan Anda membaca Artikel di Blog ini dengan rileks, tidak perlu terburu-buru. Banyak Artikel menarik dan bermanfaat buat peningkatan kualitas hidup Anda.

Silakan Anda menuliskan komentar atau pendapat di masing-masing Artikel yang telah Anda baca. Pendapat Anda akan semakin menambah perspektif bagi kita semua.

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Saya ini. Terima kasih sudah mau berbagi lewat komentar atau pendapat Anda di sini.


NOTES:

Blogspot Saya ini SUDAH TIDAK AKTIF sejak 5 Desember 2012. Tulisan Saya tentang Berita Kampus SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College menerima Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Malaysia adalah sebagai penutup untuk Blogspot ini. Untuk membaca TULISAN Saya, Anda dapat mengunjungi Blog Saya di PORTAL BISNIS INDONESIA.

Saturday, November 3, 2007

Kekuatan MEMAAFKAN...Aroma Harum Bunga...

Salaam...


Orang bijak berkata bahwa Manusia ini tidak ada yang sempurna, selalu saja ada kesalahan yang diperbuatnya...

Nah, jika kita sudah tahu dan menyadari bahwa kita ini tidak mungkin selalu benar dalam tindakan, kadang-kadang salah...bahkan mungkin saja sering salah...maka seyogyanya (bukan sejakartanya) kita bisa menjadi makhluk yang PEMAAF, benar nggak ya?

Dan, kekuatan memaafkan kesalahan orang lain ini semestinya selalu kita pelihara dan kita tingkatkan derajatnya...meskipun memang untuk melakukannya diperlukan suatu usaha terus menerus dengan pantang menyerah!

Cobalah kita melakukan introspeksi diri masing-masing tentang Kekuatan MEMAAFKAN yang ada di dalam diri kita ini. Lihatlah, apakah tingkat MEMAAFKAN kita ini sudah ada di level tinggi? Yaitu:


"MEMAAFKAN merupakan AROMA HARUM yang dilemparkan oleh BUNGA, pada kaki orang yang menginjaknya"


Semoga kita semua segera mempunyai Kekuatan Memaafkan seperti Kekuatan Bunga yang semerbak harum-mewangi...menyegarkan alam sekitarnya...


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano

11 comments:

harry 'uncommon' purnama said...

Mas NANO yang mulia, saudaraku di Surabaya yang pengusaha yang produktif dan sukses..!

Benar Mas Nano dan dear friends of change,
When we forgive, we are forgiven!
When we forget, we are forgotten!
Forgive and forget are two faces in
one same coin..! Maknanya saling..!

Mari terus-menerus saling!
Saling memaafkan dan melupakan.
Bagai bunga melati yang harum..!
Bagai harum sabun sehabis mandi..!
Ehm..segar.. ehm..plong. .!

Salam mulia, salam mulai
harry 'uncommon' purnama
MOTIVATION TO CHANGE: 'WASH YOUR HAND'
021.715.87887; 0813.8286.3949
http://uncommon-leadership.blogspot.com/
NEW MILIS 'Motivation to Change'
washyourhand-subscribe@ yahoogroups.com

harry.uncommon. purnama said...

Hello, my friend, my brother Mas NANO,..Thanks for your great heart to put the comments IN your blog..

Let me add one thing:
Most people are difficult to forget, eventhough they are able to forget..! To forget is more difficult since it retains PAIN in the heart. Pains are the works of evil so that we can't forget.
Let's pray and forgive first,
after that move on with forgetting the pains through the help of Almighty GOD.Amin.
salam mulia, salam mulai,
harry uncommon purnama

Heru said...

Saya mungkin bisa memaafkan..
tapi yang sulit dilakukan adalah melupakan....

sudah terbiasa mengingat jadi gak bisa melupakan..

Dari kecil sudah diajari menghafal oleh Pak dan Bu guru...

gimana dong...?

dhany said...

memaafkan memang sulit...
meminta maaf tak kalah sulit...
mengakui perbuatan salah jauh lebih sulit...

dawud abd said...

pak, gimana membuat orang bisa memaafkan kesalahan kita.. selesaikah kalo kita sudah minta maaf,tp org-nya tidak mau memaafkan.. thx advicenya

Hartanto said...

Kekuatan memaafkan...hmmm,Berbahagialah mereka yang secara lapang dada mempunyai kekuatan memaafkan ini. Mereka akan senantiasa beraroma bunga. Trims

Ipul Anwar said...

Bahagianya bila kita sudah mempunyai sifat memaafkan sudah sampai tingkat
yang mempunyai kekuatan bunga yang semerbak harum-mewangi itu.

Apa kiat khususnya Pak Nano untuk melatih tingkat memaafkan yang seperti itu?

Trims

Ani said...

Mema'afkan orang lain mungkin adalah hal sulit yang mesti kita lakukan, namun kita akan merasa bahagia manakala bisa melakukannya.

Jeni said...

Assalamualaykum Pak Wur,

Belum terlambat barangkali untuk mengucapkan Taqaballallahu mina wa minkum,
meski wangi idul fitri dan ramadhan wanginya sudah nyaris tak tercium lagi ..
Maaf lahir bathin ya Pak, biarpun cuma interaksi sesekali, tapi pasti selalu ada 'bahan'
buat saling memaafkan pada setiap interaksi kita ^_^'

Baca tulisan Bapak tentang memaafkan ini, saya jadi ingat pengalaman pribadi.
Saking merasa diri disakiti, saya sepertinya sudah tak mau memaafkan seseorang.
Benci sampai ke ubun-ubun.
Tapi, saya tidak memaafkan, semakin tidak nyaman. Hingga akhirnya saya lebih suka
tidak berinteraksi dengan orang itu. Hingga saya bosan dengan kondisi membenci.
(Tapi bukan untuk memaafkan, hanya saja saya ingin bagian memory otak saya
yang menyimpan file tentang dia di-delete ajah. Nggak mau ada urusan lagi pokoknya)

Ironisnya, justru pada saat itu, saya membantu seorang mahasiswa psikologi
tingkat akhir untuk mengisi questionaire tentang memaafkan.
Apa yang saya isikan di sana? Sepertinya saya sangat mudah mengisi
dengan pilihan yang paling bijak dan benar.
Tidak kongruen dengan kenyataannya. Betapa sulitnya memberi maaf.
Padahal saya sendiri selalu mendamba dimaafkan oleh semua orang di lingkungan saya.
Egois pisan ya? hehehe...

Lalu suatu saat saya merenung, setelah menerima banyak masukan, membaca
dan berdoa, akhirnya saya menelusuri sebab musabab kenapa saya tidak sudi memberi maaf.
Kenapa saya lebih suka membusukkan hati dengan memelihara kebencian.
Pemikiran itu membawa pada ujung;
bahwa saya menganggap bila saya memaafkan berarti saya kalah.
Saya membiarkan diri didholimi orang lain dan memberikan kebebasan
dari beban dosa atas kesalahan orang itu pada saya.
Sebuah pemikiran "logis" kali ya, menghukum orang lain dengan tidak memaafkannya.

Lalu saya berpikir;
faktanya; saya pun tidak menjadi lebih baik dengan tidak memaafkan.
Orang itu tetap bisa tersenyum dan menikmati hidup.
Sekedar tidak ditegur sama saya, no big deal bagi dia.
Tapi saya? setiap hari dengan kebencian dan teman-temannya yang membusukkan hati.

Akhirnya saya sadar, memang saya harus memaafkan.
Bukan untuk dia, tapi demi memulihkan hati saya, demi menolong diri sendiri.

Ketika saya memaafkan, hati saya lega dan dunia menjadi lebih ramah.

But sekarang begini, saya pernah mencapai titik itu Pak,
Tapi kemudian orang yang sama mengulang kesalahan yang sama.
Apakah saya masih harus memaafkan atau menghindar saja?

Salam,
Jeni
(BKC1157@cc.m-kagaku.co.jp)

JeBethree said...

Bunga lambang keindahan dan kecantikan, sumber aroma nan harum.
Nah, keindahan, kecantikan dan keharuman akan membawa kehangatan kelembutan, yang merupakan energi kearifan untuk saling memaafkan.

Salam.
Ini blogku selain Bachtiar dot stmr
(http://bachtiars.wordpress.com)

toeti said...

jadiingat lagu.. kau bunga nan semerbak.. tebarkan aroma cinta