Selamat Datang di Blog WURYANANO

Silakan Anda membaca Artikel di Blog ini dengan rileks, tidak perlu terburu-buru. Banyak Artikel menarik dan bermanfaat buat peningkatan kualitas hidup Anda.

Silakan Anda menuliskan komentar atau pendapat di masing-masing Artikel yang telah Anda baca. Pendapat Anda akan semakin menambah perspektif bagi kita semua.

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Saya ini. Terima kasih sudah mau berbagi lewat komentar atau pendapat Anda di sini.


NOTES:

Blogspot Saya ini SUDAH TIDAK AKTIF sejak 5 Desember 2012. Tulisan Saya tentang Berita Kampus SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College menerima Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Malaysia adalah sebagai penutup untuk Blogspot ini. Untuk membaca TULISAN Saya, Anda dapat mengunjungi Blog Saya di PORTAL BISNIS INDONESIA.

Thursday, October 11, 2007

LOA: DO'A KITA...Pasti Dikabulkan, KEINGINAN KITA...Belum Pasti Dikabulkan!!


Dear All LOA-ers,



Diskusi tentang LOA memang sangat menarik. Buktinya sampai detik ini, bahkan semakin hangat...menuju panas... Tetapi, saya mengamati sisi positifnya saja, yaitu ini menjadi sarana melatih dan membuka wawasan berpikir kita. Bukankah ALLAH SWT lebih meninggikan DERAJAT ORANG BERTAQWA yang BERILMU, dibandingkan orang biasa-biasa saja? Benar nggak nih?


Nah, diskusi LOA ini saya menganggapnya sebagai proses meningkatkan KADAR KEILMUAN dan KETAQWAAN KITA kepada Sang Maha Pencipta seluruh Alam Jagad Raya dengan segenap isinya ini.


Saya sengaja mengambil Topik: DO'A KITA dan KEINGINAN KITA. Apa yang membedakan keduanya? Yaa, memang pada saat kita berdo'a, pastilah kita punya keinginan tertentu, yang mana hal itu kita mintakan kepada Tuhan agar Dia mau mengabulkan keinginan kita itu, bukankah begitu?


Pada kesempatan ini, saya ingin "sharing", berbagi wawasan pengetahuan dan pengalaman dengan Anda, mengenai kepastian Tuhan dalam menyikapi do'a manusia; apakah Tuhan mengabulkan setiap do'a yang dipanjatkan kepada-Nya? Mengapa ada orang yang merasa setiap do'anya selalu dikabulkan oleh Tuhan dan benar-benar menjadi kenyataan; sedangkan yang lainnya merasa bahwa Tuhan tidak adil, karena do'a-do'a yang dipanjatkan kepada-Nya belum atau tidak pernah berwujud menjadi kenyataan? Inilah point utama, yang sebagian besar dari kita belum memahaminya.


Menurut batas-batas pengetahuan dan pengalaman saya, maka saya sangat yakin, bahwa sesungguhnya Allah itu selalu mau mendengarkan dan mengabulkan setiap do'a yang kita panjatkan kepada-Nya. Dan, yang pasti adalah Tuhan Allah itu selalu mengabulkan do'a manusia, tetapi Dia mempunyai cara yang unik untuk mengabulkan do'a itu, yaitu melalui 3 (tiga) cara-Nya:



  1. Do'a yang dikabulkan-Nya, secara langsung sesuai dengan isinya:
    Ini adalah do'anya para Nabi dan Rasul Allah. Setiap Nabi dan Rasul itu diberikan "fasilitas khusus" oleh Allah dengan segera mengabulkan do'a yang dimintakan kepada-Nya, karena Allah menilai para Nabi dan Rasul itu benar-benar mempunyai pikiran dan hati nurani yang suci dibandingkan dengan manusia biasa seperti kita ini. Oleh sebab itu setiap do'a Nabi maupun Rasul Allah, pasti akan langsung dikabulkan-Nya persis sesuai dengan isi do'anya. Do’a seperti ini "bukan fasilitas buat kita", karena jika kita sebagai manusia biasa diberikan fasilitas khusus seperti ini...wah bisa sangat membahayakan seluruh umat manusia. Kita bisa "seenaknya saja" meminta sesuatu kepada Tuhan. Anda paham maksud saya, bukan?

  2. Do'a yang dikabulkan-Nya, tapi digantikan dengan yang lebih baik:
    Inilah fasilitas do'a bagi kita manusia biasa. Allah pernah berfirman, bahwa yang kelihatan baik buat kita, mungkin belum tentu baik menurut Allah. Allah jelas lebih tahu segala sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat bagi kita. Oleh sebab itu, do'a yang kita panjatkan kepada Allah, kadangkala digantikan oleh-Nya dengan yang lebih baik bagi kita yang berdo'a. Misalnya, mungkin saja Anda berdo'a meminta rejeki materi yang banyak, ternyata oleh Allah do'a Anda itu digantikan-Nya dengan cara menyelamatkan "nyawa" Anda dari sebuah kecelakaan maut, sehingga Anda tetap segar bugar dan sehat sampai sekarang ini. Do'a Anda tetap dikabulkan, tetapi itu digantikan oleh Allah dengan yang lebih baik untuk kehidupan Anda.

  3. Do'a yang dikabulkan-Nya, tapi masih digantungkan:
    Do'a yang seperti ini juga merupakan fasilitas bagi kita. Setiap permohonan kita kepada Allah lewat do'a ini pasti dikabulkan. Allah sudah memberikan hasil do'a kita. Dalam hal ini, hasil do'a kita tersebut tidak langsung diberikan ke kita, tetapi masih "digantungkan di atas" kita. Manusia yang berdo'a diberikan "tugas dan kewajiban" untuk meraih hasil do'anya yang masih tergantung tersebut. Dengan kalimat lain, jika Anda berdo'a memohon rezeki materi, maka Allah sudah mengabulkan do'a Anda, tetapi Dia meletakkan hasil do'a itu (rezeki materi) "di atas" Anda, sehingga Anda harus punya daya upaya sekuat tenaga untuk mengambilnya. Anda harus berjuang untuk benar-benar meraih hasil do'a yang telah ada di atas Anda itu. Itulah tugas dan kewajiban Anda. Kalau Anda sudah mau menunaikan tugas dan kewajiban Anda ini, maka barulah Anda bisa benar-benar menikmati hasil do'a Anda itu di dalam kehidupan Anda.


Nah, disinilah terlihat ADA KESENJANGAN PEMAHAMAN mengenai DO'A dan KEINGINAN KITA. Seringkali, kita ini tidak membedakan makna Do'a dan Keinginan kita itu. Bagi saya, memang saya yakin bahwa Tuhan PASTI SELALU MENGABULKAN DO'A setiap orang yang memohon kepada-NYA. Tetapi, KEINGINAN kita, yang kita manifestasikan dalam BENTUK DO'A kepada Tuhan... itu BELUM PASTI DIKABULKAN sesuai dengan keinginan kita tsb. Karena apa? Karena Tuhan mempunyai cara sendiri tentang bagaimana Dia "menyikapi" do'a-do'a dari para manusia ini. Yaitu, menurut keyakinan saya...ternyata Tuhan mempunyai 3 CARA BERBEDA dalam mengabulkan do'a kita.


Tetapi, namanya manusia, kita termasuk makhluk yang gampang sekali berburuk sangka kepada selain diri kita sendiri...termasuk berburuk sangka kepada Tuhan ALLAH... Kita sendirilah yang TIDAK BISA BERSIKAP ADIL, bahkan kepada Tuhan...apalagi adil kepada sesama, yaa nggak?!


Jika kita punya KEINGINAN, dan kita mintakan kepada ALLAH dalam bentuk DO'A...lalu KEINGINAN KITA TIDAK PERNAH TERWUJUD, maka kita menganggap bahwa do'a kita tidak dikabulkan ALLAH. Memang kelihatannya KEINGINAN kita BELUM PASTI DIKABULKAN oleh Tuhan...meskipun sebenarnya dengan cara-NYA, DIA selalu mengabulkan setiap keinginan mereka yang berdo'a.


Uraian 3 (tiga) cara ALLAH mengabulkan do'a manusia di atas tersebut, bisa untuk mengingatkan setiap orang, bahwa semestinya kita juga bisa bersikap adil kepada ALLAH, pada saat kita memanjatkan do'a kepada-Nya, memohon pertolongan- Nya, karena ALLAH sudah pasti adil kepada kita.


Dan yang penting, Dia pasti selalu mengabulkan setiap do'a kita, yang kita mintakan kepada-Nya.. .meskipun itu tidak harus selalu sesuai dengan keinginan kita. ALLAH memang Maha Adil dan Maha Bijaksana.


Nah, bukankah memang DO'A kita PASTI DIKABULKAN.. .dan KEINGINAN kita BELUM PASTI DIKABULKAN?


Semoga bisa menambah wacana tentang LOA ini.


Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

6 comments:

Iwan Setiawan said...

Setuju Pak Wuryanano !!!!!

iwan setiawan
(iwan.aztech@gmail.com)

Adib M said...

Terimakasih pencerahannya cak Nano..., keinginan memang tidak terbatas, kalau saya memahami dari berbagai macam keinginan kita yang banyak, maka sebaiknya kita harus Fokus terhadap suatu keinginan yang paling kita inginkan, sehingga hal tersebut menjadi keinginan yang kuat dalam alam bawah sadar kita dan menjadi Doa keseharian buat kita agar bisa terwujud dikabulkan oleh Nya.

Dan yang menjadi titik poin dalam berdoa jika dihubungkan dengan LOA adalah :
1. Seringkali kita mengeluh kepada sesama manusia lebih detail dibanding saat mengeluh dan mengadu kepada Tuhan, sebaiknya justru kepada Tuhanlah tempat kita mengeluh, mengadu dan bersandar sedetail mungkin.

2. Isi doa kita sering tidak fokus, doa-doa yang dibaca terlalu sering berubah dari hari ke hari dan isi doanya sering terlalu umum, sebaiknya isi doa umum adalah hanya untuk doa pembuka dan doa penutup.

3. Setelah kita berdoa sedetail mungkin kepada Tuhan dan isi kita fokus dalam berdoa, maka doa tersebut akan menjadi alam bawah sadar kita, dan setelah berdoa maka selanjutnya menjadi wilayah Tuhan untuk mewujudkannya, usahakan kita jangan menganalisa doa dengan otak kiri, biarlah Kun Fayakun Tuhan yang mewujudkannya.

Dan betapa kita sering karena terlalu fokus terhadap keinginan-keinginan kita yang belum terpenuhi, maka hal-hal yang sudah kita dapatkan sering dilupakan untuk bersyukur, padahal bisa saja apa yang sudah kita miliki saat ini, bagi orang lain justru baru menjadi doa-doa dan keinginan-keinginan yang belum terwujud.

Salam Sukses,
Adib M
www.aswira.blogspot.com

Jeni said...

Dear Pak Wuryanano,

Saya tertarik dengan artikel Bapak ini.

Saya setuju bahwa apapun ilmu harusnya kita jadikan sarana untuk
mempertebal ketakwaan dan keimanan kita pada Allah.

Saya belum banyak mengenal LOA, pernah melihat tayangan tentang
The Secret the Reaction di talk show Oprah Winfrey.

Istilah LOA saya baca di milis-milis termasuk dari tulisan yang Bapak posting.

Saya ingin menanyakan selain cara Allah mengabulkan doa itu.
Ritual doa sendiri kan memiliki syarat dan adab diantaranya:

1. Diri kita terbebas dari maksiat kepada Allah (syirik, perbuatan dosa, makanan yang haram)

2. Berdoa dengan ikhlas dengan suara yang lembut

3. Kita dapat memilih waktu-waktu dan tempat dimana do'a dapat diijabah

4. Berdoa dengan doa yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW (saya lupa apa istilahnya)

Sebetulnya Allah sudah menentukan tata caranya melalui tuntunan Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam yang disukaiNya.

Dan Allah pun berjanji tidak akan mengembalikan tangan yang tertadah padanya dengan kosong. Mungkin kita harus lebih introspeksi kalo doa kita ingin dikabulkan apakah kita sudah penuhi syarat-syaratnya? Masih adakah penghalang dalam diri kita yang membuat doa kita sulit dikabulkan.

Apakah ini semacam Like attracks like, Pak?

Jadi kalau kita sudah memenuhi apa yang ditentukan, maka insyaAllah akan dikabul, meskipun itu tadi hanya Allah yang tahu cara yang mana yang paling tepat untuk kita
diantara 3 cara yang sudah Bapak kemukakan.

Saya pribadi selalu yakin kalau doa saya akan dikabulkan. Saya pasrahkan caranya yang mana sembari berusaha memenuhi syarat-syaratnya.

Terimakasih ulasannya.

Salam LOA,
Jeni.
(BKC1157@cc.m-kagaku.co.jp)

Anang Pramana,SKOM,MM said...

Assalamualaikum Wr.Wb

Dan....Alloh Maha Pengasih dan Maha Penyanyang...karena kasih Sayangnya pulalah dia memberi sesuai dengan takaran sayang....tidak semua yang kita inginkan akan diberi..tapi yang terbaik untuk kita yang kan Alloh beri...Bukankah begitu kasih Sayang?
Alloh juga telah mengatur jumlah,kadar dan waktu nya..kapan do'a kita akan di kabulkan...bukankah anank usia 10 tahun dibandingkan anak 20 tahun akan berbeda uang sakunya?
demikian juga Alloh...dia akan memberikan sesuai dengan takaran yang pas...demi mahkluk yang disayanginya....
Amin...semoga kita sadar,ikhlas dan tawakkal akan semua pemberian Alloh....
Sedikit bukan siksaan...Banyak bukan mukjizat...
Yang kita cari adalah Ridho...
Wassalam

ichaAwe said...

seneng banget baca postingan ini... otceh deh...aku akan terus berdoa, tanpa bosan...
btw..lam kenal yah

Sinan Amir said...

Salam Pak Wur......
Panjenengan membuka mata kami bagaimana cara berdoa yang benar.

Emang betul kita lebih sering berdoa yang isinya menyesali keadaan kita akhirnya emang itulah yang terjadi....

Trims pak atas masukannya.

Salam,
Sinan Amir
(sinan_a2003@yahoo.com)