Selamat Datang di Blog WURYANANO

Silakan Anda membaca Artikel di Blog ini dengan rileks, tidak perlu terburu-buru. Banyak Artikel menarik dan bermanfaat buat peningkatan kualitas hidup Anda.

Silakan Anda menuliskan komentar atau pendapat di masing-masing Artikel yang telah Anda baca. Pendapat Anda akan semakin menambah perspektif bagi kita semua.

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Saya ini. Terima kasih sudah mau berbagi lewat komentar atau pendapat Anda di sini.


NOTES:

Blogspot Saya ini SUDAH TIDAK AKTIF sejak 5 Desember 2012. Tulisan Saya tentang Berita Kampus SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College menerima Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Malaysia adalah sebagai penutup untuk Blogspot ini. Untuk membaca TULISAN Saya, Anda dapat mengunjungi Blog Saya di PORTAL BISNIS INDONESIA.

Friday, January 23, 2009

Kenyataan Atau Pura-Pura?


Setelah memajang selama beberapa bulan, SURVEY PENDAPAT tentang Pendapat Memulai Bisnis di Blog Saya, ternyata HASILNYA SANGAT MENGEJUTKAN...sungguh diluar perkiraan dan harapan saya. Selama beberapa bulan saya pajang Survey Pendapat itu, ternyata ada 600 orang resoponden yang mau ikut memberikan pendapatnya. Dan...sangat mengejutkan hasilnya, seperti yang bisa dilihat pada "image" di samping ini.


Pertanyaan saya, Pendapat Anda Tentang Memulai Bisnis Sendiri, dari 600 orang responden yang mengisi VOTE secara sukarela di Blog Saya, hasilnya sebagai berikut:


  • Harus Punya Dana Besar: di Vote oleh 381 orang atau sebesar 64 %

  • Harus Punya Keberanian: di Vote oleh 158 orang atau sebesar 26 %

  • Perlu PartnerBisnis: di Vote oleh 13 orang atau sebesar 2 %

  • Perlu Mentoring Bisnis: di Vote oleh 28 orang atau sebesar 5 %

  • Perlu Dukungan Keluarga: di Vote oleh 7 orang atau sebesar 1 %

  • Belum Berani Bersikap: di Vote oleh 13 orang atau sebesar 2 %


Itulah hasil mengejutkan, yang saya maksudkan.


Apakah hasil Polling di Blog Saya ini bisa mewakili suara sebagian orang, yang berpendapat atau punya pandangan mengenai memulai bisnis sendiri, saya pun belum tahu pastinya. Dan bisa jadi, memang kita tidak akan tahu atau tak akan pernah tahu kepastian Mental Entrepreneurship seseorang.


Kalau saya lihat di berbagai talkshow, seminar dan workshop tentang kewirausahaan atau entrepreneurship, kok sepertinya para pesertanya sangat antusias dan passion bahwa mereka ini PASTI BERANI MEMULAI USAHA SENDIRI. Bahkan, saya juga pernah melakukan survey pendapat secara offline langsung ketemu responden, untuk mengisi Vote di Form yang telah saya siapkan...hasilnya juga sangat menonjol di KEBERANIAN MEMULAI USAHA.


Boleh dikata, sebagian besar orang yang saya survey ketemu langsung, maupun mereka yang hadir di berbagai talkshow, seminar ataupun workshop kewirausahaan atau entrepreneurship; selalu berani mengatakan bahwa Modal Uang Bukanlah yang Utama. Mereka pun berkata bahwa yang penting dipunyai seseorang untuk memulai bisnis adalah BERANI, dan...BERANI. Modal Uang bisa belakangan, begitu rata-rata kata mereka.


Nah, sungguh mengherankan, mengapa setelah saya lakukan Survey Pendapat melalui Dunia Maya (internet) lewat Blog Saya ini, kok sebagian besar justru MENGANGGAP bahwa Modal Uang adalah yang Utama...HARUS PUNYA DANA BESAR...baru menyusul Punya Keberanian.


Saya jadi bertanya pada diri saya sendiri, mengapa bisa begitu? Apakah mereka, saat bertemu di dunia nyata, ketemu langsung di berbagai acara motivasi entrepreneurship itu...ADA RASA MALU untuk mengungkapkan pandangannya secara jujur? Sehingga akhirnya mereka ini SEGAN mengatakan bahwa mereka TIDAK BERANI MEMULAI USAHA, dan...merasa HARUS PUNYA DANA BESAR terlebih dulu, baru coba memulai usaha?


Apakah hal ini yang sebenarnya terjadi di dunia nyata? Mentalitas Entrepreneur Pura-Pura? Yaa...pura-pura berani memulai usaha, jika ditanya secara langsung dan ketemu langsung secara "kopi darat". Padahal sesungguhnya jauh di dalam pikiran dan lubuk hatinya...mereka aslinya masih TAKUT, KHAWATIR bagaimana cara memulai usahanya...tapi mereka GENGSI atau MALU untuk mengatakan yang sejujurnya.


Tapi sangat BEDA halnya, jika Polling Pendapat itu lewat dunia maya atau internet seperti yang saya lakukan ini. Di dunia maya ini, mereka yang memberikan Vote, bisa bebas saja tanpa perlu takut diketahui identitas dirinya. Dan...akhirnya, mereka ini bisa lebih JUJUR dalam berpendapat mengenai apa yang ada di dalam pikirannya, saat ditanya Pendapat Tentang Memulai Bisnis Sendiri ini...tanpa perlu was-was dan malu, dan nggak perlu jaga gengsi; kalau nantinya dianggap sebagai orang yang nggak berani memulai bisnis sendiri. Karena kan jati dirinya memang nggak mungkin diketahui lewat Vote di Blog Saya ini.


So, apapun alasannya, hasil dari Survey Pendapat tentang Memulai Bisnis Sendiri, memang begitu adanya, seperti yang Anda lihat pada "image" di atas ini. Semoga hasil ini bisa memberikan bahan pemikiran ulang bagi kita semua, bahwa ada kemungkinan perbedaan yang bisa jadi sangat signifikan tentang kualitas mental entrepreneurship di kalangan masyarakat, yang secara kasat mata, seakan-akan sudah sebagian besar masyarakat punya mental entrepreneurship...berani memulai usaha sendiri.


Akan tetapi TERNYATA ada kemungkinan besar juga, bahwa JAUH di dalam sana...di dalam pikiran dan lubuk hati mereka...MASIH TAKUT dan KHAWATIR MEMULAI BISNIS SENDIRI, sehingga mereka tetap saja beranggapan bahwa UNTUK MEMULAI BISNIS...HARUS PUNYA MODAL BESAR terlebih dulu.


Ayo...kita bersama-sama tetap bergandeng tangan untuk selalu mengobarkan SEMANGAT ENTREPRENEUR SEJATI dimulai dari lingkungan sekitar kita, dan semakin meluas...dan terus semakin meluas...seperti ketika kita menjatuhkan sebuah batu di air, yang gelombangnya semakin melebar...semakin meluas jauh dari titik jatuhnya batu itu.


Sukses dan Berkah selalu buat Entrepreneur Indonesia!


Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

6 comments:

Anton Karya said...

Mas Nano,

Cukup mengherankan juga ya hasil polling yang didapat. Berarti paradigma masyarakat, bahkan yang sudah melek teknologi, masih memiliki anggapan bahwa UANG adalah faktor utama dalam memulai usaha.

Mengenai hal itu, saya ada pengalaman sendiri. Orang tua saya selama ini juga berpikiran yang seperti itu. Maklumnya, beliau ini memang bukan yang doyan baca buku ataupun melek teknologi. Kemarin saya bantu beliau untuk melihat bagaimana caranya berusaha tanpa harus memiliki MODAL SENDIRI. Beliau selama ini juga dalam posisi nyaman, karena bekerja sudah hampir 30 tahun.

Akhirnya saat ini mata beliau terbuka mengenai hal itu. Bahwa yang namanya USAHA tidak harus bermodal besar, usaha yang bermodal minim ataupun dengan modal orang lain bagi hasil saja bisa menghasilkan BESAR asal kita TEKUN dan mengerti TRIK dalam usaha tersebut.

So, paradigma masyarakat kita sudahkah tercerahkan ?

Salam Damai Sejahtera,

Anton Karya
Salesmanship Motivator
Founder of THE WARRIOR WAYS Training Series
http://www.thewarriorways.com
0818922388 / 02132122188

Satria Dharma said...

Survei yang menarik, Mas Nano! Mungkin mereka terpengaruh oleh
energi semangat yang meluap-luap dari pembicara dan peserta seminar
ketika menyampaikan bahwa KEBERANIAN yang menjadi modal utama.

Tetapi ketika mereka terjun sndiri dan tidak melihat dan mendapatkan aliran energi semangat dari yang lain maka semangat itu kempes dan mereka kembali pada asumsi dasar bahwa modal besar itu yang paling penting.

Ini berarti bahwa para pebisnis pemula memang harus terus ditemani
alias harus punya mentor.

Salam sukses luar biasa juga!
Satria

Yanto said...

Assalamu alaikum mas Nano,
boleh ikutan komen ya..
Saat saya sedang merencanakan dan menggiring mental saya dari seorang karyawan menjadi orang mandiri ato enterpreneur.
Setelah hampir 18 th menjadi karyawan, semuanya serba mapan, terima gaji bulanan, ada tunjangan kesehatan, transport dsb. ternyata memang tidak mudah utk merubah mindset menjadi seorang pengusaha. Apalagi sejak masih sekolah dulu, orangtua selalu menekankan utk jadi PNS karena biar udah gak kerja, masih dapet gaji (pensiun), walopun kecil.
Kesulitan/ketakutan tsb. antara lain, ttg jaminan keberlangsungan kepulan asap dapur, bila sakit gimana, uang pesangon kalo sudha menipis gimana, iya kalo usaha langsung ada hasil, kalo rugi? dsb. sementara tempat kerja yg lama sudah ditinggalkan.
Seperti yg dikatakan Mas Satria Dharma, saat ada "pemompaan semangat" dari pakarnya, kayaknya "yak-yak-o" segera membuka usaha, tapi setelah melihat kenyataan dengan berbagai pertimbangan, "mengkeret" lagi :)
Modal yg besar dulu baru jalan, itu hanya alasan utk jaminan bahwa keluarganya tidak akan terlantar, kalo usahanya kurang sukses, ato masih gagal.

Mungkin itu dulu urun rembug dari saya. terima kasih.

Yanto

Yodhia Antariksa said...

Great post pak !!
Sebenarnya yang paling penting untuk memulai usaha mungkin adalah kreativitas dan kompetensi.

Yopan Prihadi said...

Salam Kenal Mas Nano....
Minta ijin ikutan komentar nih...
Saya sependapat dengan mas Nano bahwa inti dari memulai bisnis bukanlah tidak punya modal, tetapi keberanian untuk memutuskan memulai dan mempunyai mentor yang baik...
Saya sendiri punya keinginan untuk berhenti dari karyawan dan sudah memulai bisnis Networ Marketing (MLM) hanya bermodalkan berani mengambil resiko dan mau belajar dari mentor yang handal.
Ketika memutuskan bergabung dengan MLM, banyak suara sumbang yang didengungkan oleh teman-teman yang berpikiran negatif, namun karena sudah memutuskan berani mengambil resiko, ya' saya jalani sampe sekarang...
Gimana mas Nano...apakah cara saya menyimpang!..


Salam sukses
Yopan Prihadi

LifeForHappiness said...

Salam,
Wahh koq begitu yahh..?? ,semua masih menganggap modal besar (Baca uang banyak ) sebagai langkah awal mulai bisnis.....yaa kalau begitu semua pikirannya...yaa nggak ada yang bisa mulai Bisnis yaa ?!

Kalau keberanian....saya setuju banget...,ini saya alami sendiri sewaktu saya masih kerja kantoran (baca kerja untuk orang lain)....walau saya tiap bulan sudah mencapai delapan digit ,tetapi karena saya ingin free dicampur bete.... ,dengan keberanian / nekad saya segera keluar...dengan membawa banyak ide dan rencana.......
Saya mulai dengan seadanya....mulai dengan blog gratisan.....,kerja saya atur sendiri dan nyatanya saya lebih sibuk dari waktu kerja kantoran........hasilnya..yaa sudah sangat cukup menurut saya...;)
Jadi intinya waktu itu saya adalah nekad plus komitmen kuat.........