Selamat Datang di Blog WURYANANO

Silakan Anda membaca Artikel di Blog ini dengan rileks, tidak perlu terburu-buru. Banyak Artikel menarik dan bermanfaat buat peningkatan kualitas hidup Anda.

Silakan Anda menuliskan komentar atau pendapat di masing-masing Artikel yang telah Anda baca. Pendapat Anda akan semakin menambah perspektif bagi kita semua.

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Saya ini. Terima kasih sudah mau berbagi lewat komentar atau pendapat Anda di sini.


NOTES:

Blogspot Saya ini SUDAH TIDAK AKTIF sejak 5 Desember 2012. Tulisan Saya tentang Berita Kampus SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College menerima Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Malaysia adalah sebagai penutup untuk Blogspot ini. Untuk membaca TULISAN Saya, Anda dapat mengunjungi Blog Saya di PORTAL BISNIS INDONESIA.

Showing posts with label Personality Development. Show all posts
Showing posts with label Personality Development. Show all posts

Sunday, July 1, 2012

KEBIASAAN itu ASET, ataukah Tanggung Jawab?

Sekilas, kebiasaan adalah rutinitas kecil dan tidak membahayakan. Rutinitas membantu mengatur aktivitas setiap hari dan memberi hidup penuh arti. Tetapi tidak semua kebiasaan kita itu kecil ... atau tidak membahayakan. Sebenarnya, jika semua yang dikatakan dan dilakukan adalah siapa kita ... dan menjadi apa ... adalah akumulasi dari kebiasaan baik dan buruk ... akumulasi dari kebiasaan produktif dan kebiasaan tidak produktif, maka seperti kata bijak: "Orang tidak menentukan masa depan. Mereka menentukan KEBIASAAN ... dan kebiasaan MENENTUKAN MASA DEPAN."

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita meningkatkan kesadaran tentang keuntungan jangka panjang dari memilih kebiasaan ... kebiasaan produktif ataukah kebiasaan tidak produktif. Kita harus memupuk kebiasaan produktif ... dan harus berusaha menggantikan kebiasaan yang tidak produktif dengan yang produktif. Itulah sebabnya perlu memilih setiap kebiasaan dengan sangat hati-hati, karena Anda bisa memiliki kebiasaan itu selama sisa hidup Anda!

Monday, March 5, 2012

Kendalikan EMOSI Yang Berkuasa

"Setengah kesalahan kita dalam hidup, muncul dari perasaan yang semestinya dipikirkan --- dan pemikiran yang semestinya dirasakan."

Mari kita bicarakan sejenak tentang kekuatan emosi, dan bagaimana emosi memengaruhi kehidupan secara mendalam --- kadang-kadang menjadi lebih baik --- tetapi seringkali lebih buruk. Misalnya, pernahkah Anda tahu seseorang di sebuah perusahaan, yang berhenti kerja karena marah ... dan akhirnya ia menyesali keputusannya itu di kemudian hari. Pernahkah Anda melihat orang dengan kelebihan berat badan, yang memesan makanan berkalori tinggi, lalu berkata kepada pelayan, "Saya minta Diet Coke, saya sedang menurunkan berat badan."

Thursday, March 1, 2012

DNA Anda BUKAN Penentu Sukses Anda

Keyakinan bahwa kehidupan kita ini dipengaruhi dan dikendalikan oleh GEN, sampai detik ini masih sangat tertanam kuat di sebagian besar manusia di muka bumi ini. Ketika saya masih mahasiswa di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, ada mata kuliah biologi dan histologi, dengan berbagai materi mengenai kehidupan sel, sitoplasma, mitokondria penghasil energi, dan soal genetika serta mekanisme pengendalian kehidupan biologis oleh GEN yang lebih dikenal dengan sebutan DNA selaku materi pembentuk GEN ini, menurut James Watson dan Francis Crick, yang menjelaskan struktur dan fungsi rantai ganda DNA. Molekul DNA panjang seperti benang, terbuat dari empat bahan kimia basa, yang mengandung nitrogen (Adenosin, Timin, Cytosine, dan Guanine atau A, T, C, dan G).

Disebutkan bahwa DNA bukan hanya bertanggung jawab atas karakteristik fisik, namun ia juga mengendalikan emosi dan perilaku. Inilah GEN sang pengendali kehidupan, bagi hewan maupun manusia, yang tidak mudah untuk membantahnya bahwa bagaimana cara kita hidup, itu tak bisa terlepas dari peran serta GEN dalam diri kita. Benarkah sedemikian besar pengaruh GEN atas kehidupan kita? Apakah kesuksesan dan kebahagiaan kita juga akibat pengaruh kendali dari GEN kita, dari DNA kita?

Wednesday, February 15, 2012

Mengelola PERSEPSI ... Menggeser PARADIGMA

Cara kita memandang dunia memengaruhi berbagai pengharapan kita. Cara pandang itulah yang bisa menciptakan prasangka dan mendistorsikan keyakinan kita, juga membuat kita memandang berbagai hal sebagai sesuatu yang tidak nyata. Cara pandang itu pula yang membuat kita sinis, skeptis. Tapi apa yang terjadi, seandainya pendapat itu keliru, dan kita tidak bisa membuktikannya lantaran selalu bertindak dengan sikap yang sama?

Banyak sikap turun-temurun yang membuat kita terkondisikan untuk menanggapi segala sesuatu secara historis, bukan fungsional. Ketika ditanya mengapa kita melakukannya dengan cara tertentu, kita cenderung menjawab "lantaran ini" atau "lantaran itu", BUKAN "agar kita bisa mencapai ini atau itu". Konsekuensi cara berpikir yang merusak ini adalah: kita cenderung memandang masa depan sebagai sekedar perpanjangan masa lalu. Kita cenderung menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan cara berpikir kita yang telah ter-prakondisikan itu.

Friday, February 10, 2012

DICIPTAKAN Untuk PENCAPAIAN

Satu hal yang selalu saya yakini adalah bahwa TUHAN menciptakan manusia di muka bumi ini PASTI ada tujuanNYA. Dan, masing-masing dari kita PASTI diciptakan untuk suatu tujuan, suatu alasan. Hal inilah yang semestinya bisa kita pahami, untuk apa diri kita terlahir ke dunia ini, jika tidak memiliki tujuan yang pasti. Plato, salah seorang pemikir besar dunia pernah mengatakan, "Sesuatu yang diciptakan, tentunya harus diciptakan untuk suatu sebab." Nah, bagaimana kita bisa menyimpulkan ucapan Plato tersebut? Saya pikir kesimpulannya adalah: Tujuan kita diciptakan adalah untuk mengeluarkan segenap potensi diri kita. Kita diberi kehidupan, dan tujuan kita hendaknya menghasilkan kesuksesan darinya. Dan, kesuksesan itu hanya dapat diukur dengan membandingkan, apa yang benar-benar kita capai, dengan apa yang secara potensial sanggup kita capai.

Kebanyakan dari kita tampak tidak sanggup memahami fakta, bahwa kita ini merupakan kemuliaan ciptaan dari TUHAN sebagai karunia untuk Alam Semesta. Tidak ada batasan pada potensi kita untuk kesuksesan dan kemuliaan dalam kehidupan. Dalam diri setiap individu terdapat potensi, yang menunggu untuk digunakan. Apakah Anda ingat saat di sekolah dulu, pernah berpikir: "Bagaimana saya dapat melakukan itu?" -- saat Anda diminta oleh guru Anda untuk mempelajari suatu ketrampilan baru. Dan setiap kali Anda dengan semangat mencoba melakukan perintah guru Anda, Anda mendapati diri Anda bahwa Anda mempunyai kemampuan. Namun Anda harus benar-benar mengerahkan segenap diri Anda untuk berhasil melakukannya, sebagaimana seorang anak yang baru belajar berdiri menghadapi beberapa kali jatuh yang tak dapat dihindarinya, tapi ia terus berupaya berdiri dan akhirnya berhasil.

Monday, January 9, 2012

JALAN Menuju KESUKSESAN

Segala hal yang kita raih hari ini adalah imajinasi dan impian yang kita lakukan pada hari kemarin. Coba perhatikan segala yang ada di sekitar Anda: berbagai bangunan megah, pesawat yang luar biasa canggih, komputer, televisi, radio, gadget, telepon, faksimili, semuanya itu dapat Anda nikmati, dan itu semua merupakan impian dan imajinasi orang-orang hebat di masa lalu. IMPIAN dan IMAJINASI merupakan starting point (titik awal) untuk mencapai semua kesuksesan yang kita harapkan. Imajinasi dan Impian kita merupakan sesuatu tanpa batas!

George Bernard Shaw pernah mengungkapkan: "Imajinasi merupakan titik awal dari segala penemuan." Dan, Albert Einstein menuturkan: "Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan." Francis Bacon juga mengatakan: "Imajinasi dapat menciptakan dunia."

Sunday, January 1, 2012

Cara Menggairahkan BISNIS Anda

Sebagai seorang pelatih dan konsultan bisnis UKM (Usaha Kecil dan Menengah), yang pernah bekerja dengan ratusan bisnis UKM, saya masih melihat persoalan sama, yang muncul dari para pelaku bisnis skala UKM, yaitu bisnisnya tidak lagi bergairah karena tidak dapat meningkatkan penjualan. Banyak pemilik bisnis UKM tidak tahu cara menciptakan proses yang dapat diukur, diulang, dan diprediksi, sehingga mampu mempertahankan penjualan langsung, penuh dengan prospek yang memenuhi syarat.

Salah satu cara untuk menggairahkan bisnis Anda adalah dengan jalan mengembangkan para pegawai Anda. Mengembangkan orang-orang Anda merupakan cara yang luar biasa prima untuk dapat terus menerus memasarkan bisnis Anda. Jauh lebih sulit untuk mendapatkan klien atau pelanggan baru melalui iklan dan teknik pemasaran lainnya, dibandingkan dengan melanjutkan suatu hubungan dengan pelanggan atau klien yang sudah ada. Meraih penjualan bisnis baru melalui rujukan dari pelanggan atau klien yang sudah ada, dapat menjadi aliran utama dalam membangun bisnis sukses dan stabil. Dan, salah satu cara untuk membangun fondasi bisnis yang berpusat pada layanan pelanggan atau klien adalah menciptakan budaya bisnis yang berpusat  pada mengembangan pegawai yang bahagia dan produktif.

Thursday, December 1, 2011

Memperbaiki AMAL, Meraih KEBERUNTUNGAN dan KEMENANGAN

IMAM Al-Ghazali pernah mengatakan bahwa dalam penciptaan dan penyusunan organ tubuh manusia, terdapat empat campuran sifat yang setiap saat saling bersenyawa antara satu dengan yang lain, yaitu: sifat binatang buas, sifat hewan, sifat setan, dan sifat ke-TUHAN-an. Manusia akan berperilaku seperti binatang buas, membenci, menyerang orang lain pada saat dikuasai oleh emosi dan amarah. Ketika ia dikuasai oleh hawa nafsu, ia akan berbuat seperti layaknya binatang, rakus, kikir, dan sejenisnya. Sedangkan keberadaan sifat ke-TUHAN-an pada diri manusia antara lain: menyenangi kekuasaan, keistimewaan, otoriter, bahkan menganggap dirinya mengetahui hakikat segala sesuatu.

Tatkala hawa nafsu menguasai hati manusia, maka setan akan mendapatkan ruang dan peluang menancapkan pengaruh di dalamnya. Jika hati mengarah pada *dzikrullah*, maka setan akan menjauh. Awal penguasaan setan terhadap hati adalah mengikuti kemauan syahwat. Cara untuk membersihkannya adalah pertama-tama dengan mengosongkan dari setan, membunuh hawa nafsu, untuk selanjutnya mengisinya dengan *dzikrullahh* dan memasukkan pengaruh malaikat ke dalamnya.

Sunday, March 14, 2010

Workshop: Personality Development Plus for Guru


SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus kembali menggelar Pelatihan untuk para Guru SMA, SMK, dan MA se Jawa Timur secara GRATIS, sebagai bentuk komitmen pengabdian melalui dunia pendidikan dalam rangka Program CSR (Corporate Social Responsibility). Hadir sekitar 350 orang Guru dari berbagai kota di Jawa Timur. Pelatihan ini menampilkan dua sosok yang tidak asing lagi, yaitu: Pertama, Irwan Widiatmoko atau dikenal dengan sebutan Mr. SGM (Super Genius Memory), seorang Pemegang Rekor Pertama Daya Ingat MURI, dan Penulis Buku Laris SUPER GREAT MEMORY, dan Direktur Brain's Power Indonesia. Lalu Pembicara Kedua adalah Christine Wuryanano, seorang Motivator Prestasi dan Wanita Pengusaha dengan berbagai macam usaha.




Workshop Personality Development Plus ini dibuka oleh Director SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus, Mr. WURYANANO, yang juga seorang Pengusaha, Motivator dan Inspirator Entrepreneurship, Business Coach, dan Penulis Buku Laris Nasional.

Sambutan Director SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus


Pembicara Pertama, Mr. SGM, memberikan materi tentang Metode Meningkatkan Daya Ingat Jangka Panjang, dengan cara memberdayakan kekuatan otak belahan kanan yang memang berfungsi untuk daya ingat jangka panjang atau 'long term memory'. Melalui teknik merangkai cerita lucu dan ekstrim pada suatu materi yang hendak dihafalkan, ternyata sangat efektif untuk bisa diingat dalam waktu lama. Otak kanan memang punya kemampuan untuk daya imajinasi, sehingga bisa dimanfaatkan untuk membuat dan merangkai cerita apa pun yang dikaitkan dengan bahan hafalan, bertujuan agar materi yang hendak dihafal itu mudah diterima dan disimpan di otak dalam jangka waktu lama sehingga tidak mudah dilupakan. Menurut Mr. SGM, semakin lucu dan semakin ekstrim ceritanya, maka semakin lama pula daya ingat kita pada materi hafalan itu.

Mr. SGM Sedang Melatih Para Guru



Mr. SGM Menerima Penghargaan dari Director SWASTIKA PRIMA


Pembicara Kedua, Christine Wuryanano, membawakan tema: Becoming A Star in Anything You Do, melatih para Guru agar bisa menjadi bintang dalam setiap hal yang dilakukannya, sehingga mereka bisa menjadi teladan positif bagi para anak didiknya di sekolah masing-masing, maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Sebagai Pelatih Pengembangan Diri, Christine mengajak para Guru untuk berlatih memperbaiki bahasa tubuh, cara berbicara, tatapan mata, cara berjalan, cara duduk, cara berjabat tangan, dan cara berkomunikasi secara lebih baik. Hal-hal seperti itulah akan membuat seseorang bisa memancarkan 'sorot bintang' dari dalam dirinya, sehingga orang lain yang berhubungan dengannya akan merasakan kebanggaan, dan rasa bangga kepada Guru ini penting bagi siswa-siswi anak didik nya. "Anak didik akan semakin berprestasi dalam studinya, jika mereka merasa bangga kepada para Guru nya", kata Christine menjelaskan.





Ms. Christine Wuryanano Sedang Melatih Para Guru


Workshop ini dilaksanakan pada SABTU, 13 Maret 2010, di Atrium Pasar Buku Indonesia Cerdas (PBIC) Kapas Krampung Plaza Surabaya dimulai pk.09:00 sampai pk.17:00, berlangsung sangat interaktif. Keikutsertaan secara penuh dari para Guru peserta membuat suasana workshop begitu ceria menyenangkan dan membuat semangat semua orang di Atrium PBIC tersebut, yang juga turut larut dengan kegembiraan para Guru peserta workshop.



Semoga dunia pendidikan di negeri ini semakin membaik dan menyenangkan bagi para anak didik maupun para Guru nya, sehingga prestasi demi prestasi yang membanggakan akan selalu digulirkan. SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus pasti selalu berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan / workshop bagi para Guru, demi peningkatan dan pengembangan sumberdaya manusia Indonesia seutuhnya. InsyaAllah semua pelatihan / workshop untuk para Guru ini bisa selalu kami selenggarakan secara GRATIS dan setiap peserta juga memperoleh banyak sekali hadiah dari para sponsor pendukung acara, serta uang saku untuk bantuan transportasi dari Director SWASTIKA PRIMA Entrepreneur Campus.



Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

http://wuryanano.blogspot.com/

Monday, August 24, 2009

Pentingnya Melatih Pikiran dengan Benar!


Anda pasti tahu makhluk yang bernama komputer, bukan? Nah, pikiran manusia ini jauh lebih hebat dari komputer, tetapi pikiran mempunyai sifat-sifat seperti sebuah komputer, yaitu Anda bisa membuat suatu program apapun di pikiran Anda yang secara fisiknya tersimpan di dalam otak Anda. Anda bisa memrogram "komputer" pikiran Anda untuk berurusan secara efektif dengan orang-orang lain, membuat pengaruh, memilih pekerjaan yang tepat, memilih teman hidup yang tepat, menjadi bahagia maupun memperoleh kekayaan.


Ketahuilah, bahwa dalam jangka waktu tertentu, masing-masing dari kita akan menjadi tepat seperti "apa yang kita programkan ke dalam pikiran kita". Seorang yang bahagia dan sejahtera, pasti telah "memrogramkan bahagia dan sejahtera" ke dalam pikiran di otaknya. Demikian juga dengan orang yang menyedihkan, dia pasti memberikan perintah pemrograman kepada pikirannya untuk menjadikannya tidak bahagia, tidak sejahtera, tidak menonjol, berkelas rendah, membosankan dan banyak lagi program negatif yang ditanamkan ke dalam otaknya.


Seperti halnya sebuah komputer, pikiran Anda akan selalu siap melakukan apa saja yang Anda perintahkan kepadanya, karena di dalamnya sudah ada program-program yang telah Anda install. Anda tinggal "click" saja ke program tadi, maka itu akan jalan dengan sendirinya. Pikiran Anda akan selalu patuh kepada Anda. Oleh karena itu, programlah pikiran Anda dengan software kebahagiaan dan kemakmuran, maka Anda akan menikmati kesuksesan hidup.


Penting untuk Anda ketahui yaitu, semakin sering Anda menggunakan pikiran Anda, maka semakin kuatlah pikiran tersebut; tidak peduli Anda menggunakannya dengan baik atau buruk, tetap saja dia semakin bertambah kuat; lebih kuat baik atau kuat buruk!


Sudah sangat banyak bukti, yang menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kapasitas pikiran jika kita menggunakannya untuk berpikir secara terus menerus, dan berulang-ulang, dan itu bisa pada semua aspek apapun yang membutuhkan pemikiran kita…dan memang tidak ada sebuah aspek pun yang tidak membutuhkan pikiran kita. Segala apapun kejadian di muka bumi ini pastilah hasil dari sebuah pikiran, karena Tuhan adalah Sang Maha Pemikir, maka apapun ciptaanNya pastilah dianugerahi kekuatan pikiran.


Melatih pikiran adalah sangat penting, karena banyak orang membatasi kekuatan pikirannya, dengan suatu anggapan bahwa kekuatan pikiran itu sangat tergantung pada keturunan, tergantung pada faktor genetika belaka. Memang kenyataan adanya faktor keturunan sudah pasti ada, tetapi yang saya maksudkan di sini adalah, janganlah kita selalu berlindung di balik faktor keturunan ini untuk tidak melakukan apa-apa dengan kekuatan pikiran kita. Lepas dari yang namanya faktor keturunan ini, kita sebenarnya sangat bisa untuk bertindak meningkatkan kekuatan pikiran dari waktu ke waktu.


Seperti halnya dengan jantung, paru-paru, hati maupun otot-otot kita lainnya; fungsinya pasti meningkat setelah kita berlatih olah raga dengan program teratur. Demikian juga dengan "otot-otot" pikiran otak kita, pasti juga akan meningkat kekuatannya untuk kita gunakan berpikir, jika kita terus melatihnya dari waktu ke waktu. Biasakanlah memikirkan hal apapun untuk suatu tujuan yang baik, ini akan semakin membuat pikiran Anda bertambah kuat dan cepat tanggap.


Pikiran kita pasti lebih terampil lagi untuk berpikir, karena keterampilan pikiran itu berbanding lurus dengan penggunaannya dari waktu ke waktu. Sebaliknya jika kita sangat jarang menggunakan kekuatan pikiran kita, maka otomatis kekuatan pikiran kita juga semakin lemah, dan semakin tidak terampil untuk berpikir.



Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Monday, February 4, 2008

Workshop NLP For TRAINER...With Mr. Ronny F Ronodirdjo


Sebagai Entrepreneur, yang punya hobi memberikan pelatihan dan sharing secara personal maupun corporate, tentunya saya harus belajar berbagai macam cara dan ilmu-ilmu praktis yang bisa mendukung aktivitas saya sebagai seorang CONSULTANT dan TRAINER.


Aktivitas saya sebagai seorang consultant dan trainer ini lebih merupakan kegiatan hobi yang paling saya senangi diantara kegiatan saya sebagai seorang Entrepreneur. Karena merupakan hobi, maka saya benar-benar mendalaminya dengan serius tapi santai, agar hobi saya ini bisa saya lakukan dengan semakin baik dan bisa semakin bermanfaat bagi orang lain. Dan, kenyataannya begitu adanya...semakin banyak orang merasakan manfaat dari sesi-sesi pelatihan maupun konseling yang saya lakukan.


Saya selalu senang belajar untuk semakin meningkatkan kualitas hobi saya tersebut, dengan membaca berbagai macam buku mengenai entrepreneurship, management, psikologi, pengembangan diri, meditasi, motivasi, dan buku-buku mengenai Neuro Linguistic Programing atau lebih dikenal dengan sebutan NLP.


Kemampuan saya dalam berbisnis dan melakukan hobi memberikan pelatihan maupun konseling ini berasal dari kemampuan autodidactic, sehingga saya bisa mendidik diri saya sendiri...dengan jalan membaca dan learning by doing...saya belajar secara otodidak.


Meskipun saya bisa belajar secara otodidak dengan baik, saya juga selalu berupaya untuk mengikuti berbagai pelatihan atau workshop yang bisa semakin meningkatkan kualitas diri dan kemampuan saya untuk mengembangkan bisnis saya maupun untuk membantu orang lain agar bisa berkembang lebih baik.


Berbagai workshop sudah saya ikuti, dan barusan yang saya ikuti adalah workshop NLP For Trainer, pada 1 - 2 Februari 2008 di Hotel Ibis Surabaya. Workshop NLP ini dibawakan oleh seorang yang friendly dan pemegang International Certified NLP, Neuro Semantic and Time Line, yaitu Mr. Ronny F. Ronodirdjo, owner dari PT. Sinergy Lintas Batas, sebuah perusahaan NLP-base Training and Consultant.


Dari workshop NLP selama 2 hari yang saya ikuti ini, membuat saya semakin memahami bagaimana cara berkomunikasi yang semakin baik, yang semakin bisa meningkatkan kualitas hidup dan pribadi saya...dan tentu saja dengan NLP, saya bisa semakin meningkatkan dan mengembangkan bisnis-bisnis saya.


Ilmu NLP memang mudah dipelajari dan diaplikasikan dalam kehidupan, sehingga membuat kehidupan kita menjadi semakin mudah dan semakin indah untuk dijalani dengan rasa bahagia. Inilah kesimpulan saya tentang NLP. Saya semakin percaya, bahwa setiap orang pasti bisa belajar memahami NLP dengan mudah, dan menerapkannya di dalam kehidupannya.



Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Monday, December 3, 2007

Melepas TOPENG Kehidupan...


Istilah TOPENG sudah pasti Anda tahu bukan? Bahkan kalau Anda senang melihat film-film bertema kepahlawanan "super hero", pasti seringkali digambarkan sang super hero tersebut selalu memakai topeng pada saat beraksi membela kebenaran. Anda bisa saksikan itu di film-film seperti Zorro, Spiderman, Batman, Dare Devil dll. Bahkan Superman, meskipun dia tidak memakai topeng, tapi tetap saja dia melakukan "penyamaran" atas jati dirinya yang sebenarnya; sehingga dengan demikian tidak ada seorangpun tahu siapa sebenarnya mereka.


Secara simbolis psikologis, hal seperti itu juga terjadi di dalam kehidupan kita ini, sebab kebanyakan orang memakai "topeng" hampir setiap hari di dalam kehidupan mereka. Anda seringkali tidak bisa melihat mereka sebenarnya, tapi sesungguhnya mereka ada. TOPENG tersebut mempunyai fungsi sebagai sarana untuk mencapai tujuan yang terpendam, untuk menyembunyikan diri sejatinya, yang dirasa tidak bisa diterima dari dunia yang penuh dengan pergolakan dan ancaman ini.


Banyak orang di dalam kehidupannya selalu "menyamar" bahkan sampai di hari kematiannya; mereka selalu memakai "topeng" yang mereka rasa bisa menyembunyikan diri mereka sebenarnya, dari celaan dan hinaan orang lain. Sebagian orang hidup sampai dengan usia lanjut, tanpa ada seorangpun yang benar-benar mengetahui seperti apa sebenarnya jati diri mereka ini; karena topeng selalu menyembunyikan mereka dari kehidupan yang tidak pernah sempurna ini.


Anda pasti seringkali mendengar ucapan orang lain seperti ini, "Jangan begitu, nanti kita nggak enak dengan dia lho. Dia kan yang dituakan di kampung ini". Atau seperti begini, "Nanti saat kita ketemu dia, kita harus bergaya sesuai dengan keinginan dia ya. Soalnya dia orang golongan kelas atas, kalau kita nggak bisa seperti dia, kita nggak bakalan diterima di dalam lingkungannya". Atau yang ini, "Nanti kalau ketemu dia, kamu harus bersikap low profile ya. Soalnya dia orangnya gila hormat, jika tidak; kamu nanti nggak bakal dianggap olehnya".


Dan masih banyak lagi pendapat dan komentar orang lain, yang secara garis besar mempunyai maksud, bahwa kita sebaiknya mengikuti atau menuruti pendapat dan komentar orang lain itu, dalam setiap langkah kita.


Saya tidak bermaksud mengatakan kepada Anda, bahwa Anda jangan mengikuti pendapat dan saran orang lain; bukan begitu. Kita atau Anda boleh saja dan sah-sah saja mengikuti saran-saran orang lain, tetapi saran orang lain itu tetap harus Anda sesuaikan dengan diri Anda. Dalam mengikuti saran dan pendapat orang ini, janganlah Anda terima dan telan mentah-mentah saja. Anda sebaiknya merenungkan dan menelaah manfaatnya bagi diri Anda sendiri terlebih dulu; mencocokkan mana yang memang pas dan cocok untuk Anda ikuti. Baru kemudian setelah Anda merasakan ada manfaat kegunaannya bagi pengembangan diri Anda, maka saran itu boleh Anda gunakan dan Anda terapkan dalam kehidupan Anda sehari-hari.


Yang jadi persoalan sekarang ini adalah: di dalam menjalani kehidupan ini, acapkali kita bertindak dan bersikap yang tidak seperti diri sendiri. Kita sering bersikap bukan sebagai diri sendiri, berbicara tidak sebagai diri kita yang sebenarnya. Seringkali kita bertindak atas dasar keinginan orang lain, atas dasar senyuman atau cibiran orang lain; dan ini sudah menjadi suatu kebiasaan umum di masyarakat, bahwa jika kita melakukan segala sesuatu tindakan hendaknya melihat lebih dulu ke "persetujuan" orang lain.


Seakan-akan sudah menjadi hal yang wajar, kalau kita bersikap di dalam pergaulan masyarakat harus memakai "topeng" agar bisa diterima oleh lingkungan kita. Jika kita memaksakan diri menjadi diri sendiri, acapkali membuat kita sulit membaur ke dalam lingkungan tempat kita berada.


TOPENG sudah dianggap sebagai sesuatu benda yang wajib kita kenakan, jika kita ingin mendapatkan persetujuan dari lingkungan masyarakat kita. Banyak orang hidup dengan memakai "topeng" untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.


Berpura-pura memang boleh saja menurut saya, tetapi itu hanya bersifat temporary, dan tidak menetap pada diri kita. Sifat kepura-puraan itu hanya sementara dan tidak akan menjadi satu bagian kepribadian kita; pada suatu saat saja, dimana kondisi kita memang mengharuskan untuk bersikap pura-pura, seperti contoh berikut ini; Anda suatu saat ada janji untuk bertemu dengan seseorang di suatu tempat. Sebelumnya orang itu sudah membuat janji lewat telepon untuk bertemu dengan Anda, dan Anda memang belum pernah bertemu sama sekali dengannya. Dari nada suara di telepon, Anda serasa berbicara dengan seorang yang sangat cantik, anggun, tinggi semampai dan elegant. Untuk itulah Anda bersedia untuk bertemu dengan dia di suatu tempat.


Singkat kata, bertemulah Anda dengan orang tersebut. Pada saat ketemu dengan dia itulah, terdapat ketidak cocokan persepsi diri orang itu; sosok orang itu tidak seperti yang Anda bayangkan semula, pada saat menerima telepon darinya. Sosoknya benar-benar berbeda sama sekali dengan bayangan Anda. Kemudian apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda dengan spontan berkata, "Wah – saya pikir Anda orangnya cantik, anggun dan tinggi semampai. Ternyata Anda orangnya jelek, pendek dan gemuk". Bagaimana sikap Anda?


Jika yang Anda katakan itu adalah sebuah kejujuran diri Anda; maka Anda akan menambah satu orang musuh di kehidupan Anda. Jika Anda berkata jujur seperti itu, justru membuat orang tersebut sangat tersinggung hatinya, dan bisa jadi dia sangat marah dan dendam kepada Anda. Nah – pada saat-saat seperti inilah Anda tetap diperkenankan memakai "topeng", untuk menutupi hal sebenarnya yang mestinya Anda ucapkan. Dengan memakai "topeng", Anda bisa saja berkata kepada orang itu, "Wah – ternyata benar dugaan saya, Anda orangnya cantik dan ramah sekali. Senang bisa bertemu dengan Anda". Itulah maksud saya, bahwa Anda masih boleh sekali waktu memakai "topeng" untuk suatu tujuan baik bagi orang lain maupun diri Anda.


Yang penting dalam hal ini, Anda jangan "keterusan mengenakan topeng", sampai menjadi bagian kepribadian Anda. Bila itu yang Anda lakukan, maka Anda tidak bisa menjadi diri Anda sendiri. Kadang-kadang "topeng" memang dibutuhkan di dalam menjalani kehidupan ini. Ingatlah, hanya kadang-kadang saja, sementara saja Anda memakai "topeng", jangan seterusnya.


Kunci penting untuk menjadi diri sendiri adalah belajar untuk melihat diri sendiri dengan baik. Lihatlah diri Anda dengan sebenarnya. Belajarlah melihat diri sendiri sebagaimana diri Anda pada saat-saat yang paling baik.


Dalam hal menilai diri sendiri ini, kebanyakan orang cenderung menilai diri sendiri jauh lebih rendah, jauh di bawah kemampuan dirinya yang sebenarnya. Kebanyakan orang cenderung meremehkan potensi diri sendiri. Dengan jalan mau belajar melihat diri sendiri dengan benar, maka jalan Anda sudah terbuka lebar untuk menjadi diri Anda sendiri; setelah itu Anda tidak perlu lagi memakai "topeng" kehidupan.


Cobalah sering memberikan persetujuan dan senyuman kepada diri Anda sendiri, atas semua tindakan yang akan dan sudah Anda lakukan.


Untuk bisa menjadi diri sendiri, Anda harus berani menanyakan kepada diri sendiri dan menjawabnya sendiri, apa yang paling Anda inginkan dalam hidup ini sebenarnya? Apa harapan-harapan Anda? Apa sesungguhnya visi Anda? Bagaimana Anda menindak lanjuti keinginan atau visi Anda tersebut? Bagaimana cara Anda untuk mewujudkan harapan-harapan Anda itu? Beranikah Anda membuat sasaran-sasaran pasti?


Jika Anda menjawab semua pertanyaan kepada diri sendiri itu dengan jawaban-jawaban positif; penuh dengan keyakinan, maka saya ucapkan selamat datang di dalam dunia Anda sendiri. Selamat, Anda telah berani menjadi diri Anda sendiri. Selamat melepaskan "topeng", yang selama ini Anda kenakan untuk merangkul kehidupan.


Untuk bisa bersikap realistis terhadap diri Anda, dan memiliki kemampuan untuk menjadi diri sendiri; Anda harus bisa menerima kegagalan dan kelemahan Anda, kemudian memeriksanya untuk bekal menuju suatu perbaikan dan peningkatan kualitas citra diri Anda sendiri. Dengan mengenal dan mengetahui potensi diri sendiri, baik kekuatan dan kelemahannya, maka itu akan memudahkan Anda untuk mengembangkan semua kekuatan atau kelebihan yang Anda punyai; sehingga hal itu akan menutupi kelemahan atau kekurangan diri Anda, Anda bisa lebih mengembangkan bakat yang dimiliki dan mewujudkan impian Anda.


Pokok terpenting di sini adalah: beranilah Anda untuk menjadi diri sendiri, dan lepaslah "topeng kehidupan" yang selama ini Anda kenakan. Anda diciptakan oleh Tuhan sebagai sosok pribadi yang unik, dengan segala kekurangan dan kelebihannya.


Anda adalah Anda, tidak ada seorangpun di dunia ini yang bisa persis serupa dengan Anda. Masing-masing dari kita adalah pribadi yang memiliki keunikan tersendiri, ini adalah sebuah anugerah dari Yang Maha Pencipta yang harus kita syukuri. Kalau Anda bisa menjadi diri sendiri dengan segala keunikan diri Anda, dengan segala kekurangan dan kelebihan Anda; maka Anda akan jauh lebih baik daripada seseorang yang terpaksa memakai "topeng" untuk bertahan terhadap tekanan kehidupan modern sekarang ini.


Menjadi diri sendiri bukan berarti membenarkan segala tindakan apapun yang kita lakukan, dan tidak mengindahkan dampaknya bagi orang lain; bukan – bukan itu maksud saya dengan menjadi diri sendiri. Menjadi diri sendiri mengandung arti, tetap harus ada keseimbangan dan keharmonisan antara diri Anda dengan alam sekitar Anda; dalam hal ini Anda harus mau bersikap secara adil terhadap diri Anda dan lingkungan sekitar Anda berada.


Anda harus adil, berarti Anda bisa dan mau mempertimbangkan segala kemungkinan yang akan terjadi dengan kehadiran jati diri Anda di lingkungan tempat Anda berada. Dan bukan menjadi diri sendiri secara membabi buta tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain. Lepaslah "topeng" Anda dan jadilah diri Anda sendiri dengan cara bijaksana; ini perlu Anda lakukan dengan kesungguhan hati.


Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Friday, November 23, 2007

Mengembangkan Sifat ADIL dan BIJAKSANA

Adil dan Bijaksana, sebenarnya merupakan suatu kesatuan yang sulit dipisahkan. Ini memang logis saja, karena jika seseorang itu bisa bersikap adil, pastilah dia merupakan orang yang bijaksana. Dan, kalau seseorang mempunyai sifat bijaksana, tentunya dia pasti bisa bersikap adil. Ini sebuah sikap paling utama di bidang "budi pekerti luhur" seorang manusia, dan pasti dimiliki oleh mereka yang mau memelihara, mendengarkan, dan mau menaati "bisikan hati nuraninya", yang mana pada dasarnya itu semua adalah bimbingan Allah.


Menaati bisikan hati nurani adalah sebuah cara bagaimana kita bisa mengembangkan sifat adil dan bijaksana, yang sesungguhnya sifat itu sudah ada tertanam di dalam diri setiap orang, jika kita menyadarinya. Tetapi jika mereka tidak mengindahkan bisikan hati nurani ini, ya pasti akan menemui kesulitan untuk bisa bersikap adil dan bijaksana ini.


Di dalam Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi, disebutkan: "Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah mereka yang memiliki akhlaq paling baik, dan yang paling lemah lembut". Demikian juga di dalam Al-Qur'an, Surat Al-Hujurat, ayat 15: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar".


Jika kita bisa memahami kandungan makna yang ada di dalam Al-Qur'an dan Hadits tadi, maka setidaknya kita tahu, bahwa Tuhan sudah memberikan petunjuk cara-cara untuk mengembangkan sifat adil dan bijaksana di dalam diri kita ini.


Memiliki sifat adil dan bijaksana ini, bisa membimbing diri kita, bagaimana sebaiknya hidup dan bertindak di tempat dan waktu tertentu, dan bisa mengatasi berbagai masalah atau problem kehidupan dengan tepat dan baik, sehingga kita bisa memahami makna kehidupan ini dengan lebih baik.


Inilah menurut saya sebuah dasar dari bentuk yang dinamakan dengan "kecerdasan spiritual" itu. Kita bisa melihat "tingkat kedalaman kecerdasan spiritual" seseorang itu melalui sikapnya tentang keadilan dan kebijaksanaan ini. Seberapa tinggi seseorang memiliki akhlak yang baik, budi pekerti luhur, maupun sikap positif; itu akan menunjukkan seberapa tinggi tingkat kecerdasan spiritualnya.


Seseorang dengan tingkat kecerdasan spiritual tinggi seperti ini, pasti akan selalu muncul dari dalam dirinya, kemauan dan kemampuan untuk melakukan hal-hal baik, meskipun dia harus "berkorban" untuk itu. Mereka ini dapat menjadi contoh kebaikan dan teladan bagi orang-orang di sekitarnya. Mereka juga lebih mampu menghayati makna kejujuran dan "kesederhanaan hidup" di hadapan Allah SWT, maupun dengan sesama kita.


Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano

Saturday, November 3, 2007

Kekuatan MEMAAFKAN...Aroma Harum Bunga...

Salaam...


Orang bijak berkata bahwa Manusia ini tidak ada yang sempurna, selalu saja ada kesalahan yang diperbuatnya...

Nah, jika kita sudah tahu dan menyadari bahwa kita ini tidak mungkin selalu benar dalam tindakan, kadang-kadang salah...bahkan mungkin saja sering salah...maka seyogyanya (bukan sejakartanya) kita bisa menjadi makhluk yang PEMAAF, benar nggak ya?

Dan, kekuatan memaafkan kesalahan orang lain ini semestinya selalu kita pelihara dan kita tingkatkan derajatnya...meskipun memang untuk melakukannya diperlukan suatu usaha terus menerus dengan pantang menyerah!

Cobalah kita melakukan introspeksi diri masing-masing tentang Kekuatan MEMAAFKAN yang ada di dalam diri kita ini. Lihatlah, apakah tingkat MEMAAFKAN kita ini sudah ada di level tinggi? Yaitu:


"MEMAAFKAN merupakan AROMA HARUM yang dilemparkan oleh BUNGA, pada kaki orang yang menginjaknya"


Semoga kita semua segera mempunyai Kekuatan Memaafkan seperti Kekuatan Bunga yang semerbak harum-mewangi...menyegarkan alam sekitarnya...


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano

Friday, June 1, 2007

BE YOURSELF!...KUNCI PINTU SUKSES ANDA

Banyak sudah orang menulis tentang "kepribadian", yang didefinisikan sebagai bentuk kualitas atau "keadaan menjadi seorang pribadi mandiri". Beberapa penulis buku kepribadian mengatakan bahwa untuk memiliki kepribadian, Anda harus dinamis, mempelajari suatu ketrampilan, mengikuti berbagai kegiatan sosial, atau berbicara tentang pengalaman Anda yang menghebohkan.

Saya setuju dengan semua itu. Tetapi saya melihat hal itu masih sangat superficial, masih kulitnya saja. Pendekatan tentang kepribadian tersebut hanya sampai pada permukaannya saja. Untuk menjadi seorang yang berkepribadian dan mempunyai kualitas seorang pribadi, Anda harus bisa menjadi diri Anda sendiri yang sesungguhnya. Anda harus mengembangkan kekuatan keyakinan Anda sendiri; dan berhenti membandingkan-bandingkan diri sendiri dengan orang lain, apalagi mengikuti pendapat orang lain. Pada umumnya, kita selalu menetapkan contoh mengenai apa yang kita anggap sebagai orang sukses, untuk kemudian kita mencoba meniru mereka. Benar, Anda memang bisa belajar dari orang lain, tetapi meniru mereka jarang sekali membawa seseorang menjadi sukses. Sukses adalah sebuah konsep yang sepenuhnya bersifat pribadi.

Anda tidak perlu mendapatkan persetujuan ataupun pengakuan dari orang lain untuk menjadi diri sendiri. Ingatlah: "Anda adalah Anda". Anda tidak perlu memakai "topeng" untuk menunjukkan siapa diri Anda sebenarnya. Kemukakan dengan berani, adalah hak Anda untuk menjadi seorang individu yang mandiri. Buatlah diri Anda merasa nyaman dengan konsep mental - citra diri Anda sendiri; dan bukalah kunci pintu menuju citra diri yang lebih baik dan selalu berkembang secara positif. Berhentilah "melihat orang lain" dan "lihatlah diri Anda sendiri".

Marilah saya tunjukkan Anda ke sebuah alat ajaib yang Anda miliki, yaitu "imajinasi kreatif" Anda. Cobalah Anda duduk di sebuah tempat sunyi, sehingga Anda bisa berkonsentrasi pada latihan membuka "topeng diri" ini dan menjadi diri Anda sendiri. Anda akan menjadi diri sendiri, tanpa penyamaran dan kepura-puraan. Tenangkanlah pikiran Anda, buanglah kekhawatiran Anda - rileks sajalah.

Sekarang gunakan imajinasi Anda untuk memproyeksikan Anda ke masa depan. Tetapkan sasaran tujuan diri Anda sendiri, yang hasil akhirnya akan membuat Anda bahagia. Bayangkan langkah-langkah yang akan Anda ambil. Bayangkan dalam pikiran Anda situasi yang hendak Anda masuki; lihatlah hal itu dengan senyata-nyatanya, kongkrit dan detil.

Selama bergerak menuju sasaran ini, Anda selalu mengambil langkah-langkah cerdik, hebat; namun kadang-kadang Anda gagal, jatuh juga. Inilah maksud pokok dari latihan tersebut. Sementara Anda melakukan penggambaran mental yang mulai terbentuk di dalam pikiran; terimalah kesalahan dan kelemahan Anda, disamping juga kehebatan dan kekuatan cara-cara Anda yang menghasilkan kesuksesan. Untuk bisa bersikap realistis terhadap diri Anda, dan memiliki kemampuan untuk menjadi diri sendiri; Anda harus bisa menerima kegagalan dan kelemahan Anda, kemudian memeriksanya untuk bekal menuju suatu perbaikan dan peningkatan kualitas citra diri Anda sendiri.

Memang benar sasaran tujuan Anda adalah perbaikan dan peningkatan kualitas diri sendiri; bukan dorongan untuk membuat suatu kesalahan. Tetapi maksud saya, Anda harus punya suatu landasan berpikir, jika seandainya yang Anda lakukan gagal. Harus ada dukungan pemikiran seperti itu, untuk memberi dukungan kalau ada sesuatu yang tidak beres menimpa Anda. Jika Anda tidak punya dukungan seperti itu, maka Anda terpaksa memakai "topeng" - berpura-pura.

Di dalam rumah-rumahan pikiran Anda, bayangkanlah sasaran tujuan Anda dan bergeraklah menuju sasaran itu langkah demi langkah. Bayangkan juga seandainya Anda salah melangkah dan gagal; lihat dan rasakan rasa kecewa dan malu yang diakibatkannya. Tetapi lihat juga diri Anda bisa menerima kekurangsempurnaan diri Anda, bisa menerima kelemahan dan kegagalan Anda; menghayatinya dan memberi diri Anda pengertian, bahwa Anda memerlukannya juga. Kalau Anda bisa hidup bersama kesalahan Anda, maka Anda tidak perlu bersembunyi di balik "topeng kehidupan". Jadilah diri Anda sendiri dengan kualitas pribadi yang Anda inginkan. Jangan mencoba meniru-niru orang lain.

Kalau Anda bisa menjadi diri sendiri dengan semua kelemahan manusiawi Anda; Anda akan jauh lebih baik daripada seseorang yang terpaksa memakai "topeng" untuk bertahan terhadap tekanan kehidupan modern sekarang ini. Memang dalam keadaan tertentu, kita harus menyembunyikan perasaan kita sesungguhnya. Kadang-kadang "topeng" melindungi kita dari komentar yang mencela diri kita. Kadang-kadang kita memang harus menutupi-nutupi siapa sebenarnya kita, pada saat-saat tertentu. Berpura-pura memang boleh saja menurut saya, tetapi itu bersifat temporary, dan tidak menetap pada diri kita. Sifat kepura-puraan itu tidak akan menjadi satu bagian kepribadian kita, hanya sementara; di suatu saat saja dimana kondisi kita mengharuskan untuk bersikap pura-pura.

Sebuah contoh, misalnya saja Anda berada di suatu acara pesta; kemudian Anda melihat diantara para undangan yang hadir, ada seorang tamu mengenakan gaun pesta, yang menurut Anda "sangat norak, katrok - kampungan"; apakah Anda akan dengan jujur terbuka mengatakannya secara langsung ke orang tersebut? Tentu tidak bukan, karena jika Anda melakukannya, Anda bisa merusak suasana pesta itu. Akibatnya justru tidak akan mengenakan Anda sendiri. Nah - disinilah "topeng" perlu Anda pakai, karena kalau tidak, dampaknya akan jelek buat Anda.

Biarpun begitu, yang menjadi masalah saat ini adalah; banyak orang memakai "topeng" pada saat yang sebenarnya tidak perlu. Ini kebiasaan kelewat batas, dan akan mengakibatkan hambatan, kegelisahan, kekalutan sehingga berpotensi melemahkan citra diri seseorang. Jadi, sebenarnya Anda mempunyai banyak kesempatan untuk menyatakan kepribadian Anda yang unik dan menjadi diri Anda sendiri. Saat ini terlalu banyak orang yang gagal memanfaatkan kesempatan ini untuk pertumbuhan dan pengembangan dirinya, dan lebih senang menenggelamkan kepribadiannya sendiri.

Kita di dalam hidup ini sudah terlalu banyak memakai "topeng". Saya sering melihat orang yang berpura-pura tenang, padahal sebenarnya dia dalam kekalutan masalah. Ada juga seorang wanita yang sebenarnya genit, tetapi memakai "topeng cuek" dan tidak peduli dengan laki-laki; menyembunyikan keinginannya untuk digoda. Memakai "topeng" juga akan mengisolasi diri kita dari kontak dengan jutaan orang, yang menyukai kejujuran; sebuah hal yang semakin langka saat ini. Berhentilah berpura-pura dalam hidup Anda. Lepas dan buanglah "topeng mental" Anda. Jadilah diri sendiri yang berkecukupan, sukses; dan bahagialah dengan diri Anda sebagaimana yang Anda inginkan. Jadilah diri Anda sendiri. Be Yourself!

Salam Luar Biasa Prima!

Saturday, May 19, 2007

MENGUBAH KEBIASAAN, PERLU KOMITMEN BESAR...

Banyak sekali orang gagal dalam mencapai apa yang mereka inginkan, gagal dalam cita-citanya. Mereka tidak yakin dengan dirinya sendiri, tidak yakin bahwa dirinya mampu mendapatkan, dan tidak ulet dalam mencoba mendapatkan sesuatu keinginannya. Mereka bisa saja sudah menetapkan tujuan, namun hanya "setengah hati" saat berusaha mencapainya, sehingga hasilnyapun juga "setengah-setengah" atau bahkan tidak memperoleh hasil sama sekali. Sebaliknya, ada orang yang mempunyai tujuan dan keinginan jelas serta tetap berpegang teguh dan ulet dalam menjalaninya, maka dia akan sanggup melewati segala macam rintangan dalam mewujudkan cita-citanya.
*
Sebenarnya, mereka "yang gagal" dalam mencapai tujuannya atau pun mereka "yang sukses" meraih cita-citanya adalah dipengaruhi oleh yang namanya "kebiasaan". Mereka yang selalu gagal dalam meraih keinginannya, biasanya juga mempunyai "kebiasaan gagal", yaitu mental gampang menyerah, mudah putus asa, senang mencari alasan-alasan yang mendukung kegagalannya, selalu menyalahkan kondisi dan situasi yang tidak cocok; pada dasarnya mereka ini senang mencari "kambing hitam" untuk mendapatkan pengakuan, bahwa bukanlah salah mereka jika mereka gagal, tetapi karena keadaannya tidak memungkinkan bagi mereka untuk mencapai tujuannya. Tipe gagal seperti ini selalu punya kebiasaan menyalahkan sesuatu hal di luar dirinya, dan malu mengakui bahwa kesalahan terletak pada dirinya.

Demikian juga sebaliknya, mereka yang selalu sukses dalam menggapai cita-citanya, adalah orang-orang yang sudah terbiasa berpikir dan bertindak secara sukses, mereka sudah mempunyai "kebiasaan sukses". Orang-orang dengan tipe sukses selalu berusaha dengan gigih mencari jalan dalam mencapai apa tujuannya dan benar-benar mempunyai keinginan luar biasa prima untuk meraih cita-citanya. Tipe seperti mereka ini tidak suka mencari-cari kesalahan di luar dirinya sendiri, jika mereka gagal dalam meraih sesuatu, maka mereka pasti akan selalu mencari pemecahannya, bagaimana caranya agar tujuannya benar-benar bisa diraih dengan sukses gemilang; dan mereka tidak akan pernah mencari "kambing hitam" untuk alasan kegagalannya.

Manusia adalah makhluk kebiasaan. Oleh karena itu tidak mudah untuk mengubah sebuah kebiasaan menjadi sebuah kebiasaan yang lain. Ini memang tidak lepas dari pengaruh kekuatan pikiran super kita. Menurut para pakar, pikiran bisa diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. "Kebiasaan" kita adalah karena diawali dengan sebuah pemikiran sadar melakukan sesuatu secara terus menerus, yang pada gilirannya menjadikan kegiatan terus menerus itu meresap masuk ke dalam "cengkeraman" pikiran bawah sadar kita. Jika sesuatu kegiatan pikiran sudah dengan "ikhlas" diterima oleh "pikiran bawah sadar", maka kita akan dikendalikan olehnya. Oleh karena itu, semua yang kita pikirkan dan kita lakukan secara sadar akan selalu sepadan dengan apa yang sudah tersimpan dengan baik di dalam "pikiran bawah sadar" kita; itulah kenapa disebut sebagai "kebiasaan". Jika sesuatu sudah menjadi sebuah kebiasaan, maka dibutuhkan tekad dan komitmen besar untuk bisa mengubah suatu kebiasaan dengan suatu kebiasaan lainnya.

Kemampuan seseorang dalam mengubah suatu "kebiasaan" merupakan syarat utama dalam mengembangkan keterampilan berpikir lainnya. Oleh karena semua pembentukan keterampilan berpikir itu pasti melibatkan "kebiasaan lama" dan "kebiasaan baru" yang tentunya lebih bermanfaat, lebih baik dan efektif. Kebanyakan orang mengeluh, bagaimana mungkin mengubah suatu kebiasaan diri sendiri? Mereka beranggapan, bahwa mereka sudah bertahun-tahun melakukan suatu kebiasaan, jadi bagaimana mungkin mereka akan bisa menggantikan kebiasaan lama mereka dengan suatu kebiasaan baru? Mereka mengeluh karena tidak tahu caranya, belum pernah mencoba berusaha secara sungguh-sungguh dan terarah.

Anda perlu tahu, bahwa "kebiasaan" sebenarnya merupakan "pola tingkah laku berulang-ulang" sehingga pikiran kita akan dengan senang merespons hal itu, kemudian secara otomatis pikiran juga senang memerintahkan kembali dengan terus menerus, yang akan berwujud sebagai tindakan. Pola pikiran yang demikian itulah menyebabkan terjadinya sebuah kebiasaan Anda. Oleh karena itu, untuk mengubah kebiasaan, Anda harus mengubah pola pikirnya terlebih dulu. Untuk itu Anda harus punya pengganti "kebiasaan lama" dengan "kebiasaan baru", sehingga itu lebih memudahkan Anda dalam proses mengubah kebiasaan; dibandingkan jika Anda hanya ingin menghapus atau menghilangkan kebiasaan tanpa penggantian dengan memberikan penggantinya. Pikiran kita tidak bisa menghapus sepenuhnya pola-pola mental kebiasaan. Tetapi jika kita terus menerus memasukkan pola-pola alternatif dengan kuat untuk ditanamkan, maka pola terakhir ini akan melemahkan pola-pola lama yang tidak diharapkan; kemudian tingkah laku akan mengikuti pola-pola yang baru.

Untuk menggantikan pola-pola mental lama dengan yang baru, diperlukan waktu, usaha keras, dan kedisiplinan diri. Anda juga harus membuat program "kampanye" pola-pola mental baru yang sangat menarik pikiran Anda. Oleh karena pola pikiran kita cenderung malas menerima pikiran-pikiran baru yang "biasa-biasa" saja, maka Anda harus "mengampanyekan" secara menarik dan "besar-besaran" di dalam pikiran Anda tentang pola-pola mental baru Anda itu. Anda juga harus secara sadar melakukan kontrol terhadap pola tingkah laku yang baru, apakah pola-pola baru itu sudah meresap menggantikan pola-pola lama pada diri Anda. Pokok terpenting di sini adalah, Anda harus melakukan tindakan-tindakan, segala hal terkait dengan pola-pola mental baru yang Anda inginkan; di dalam pikiran maupun yang terlihat secara fisik, secara terus menerus dan berulang-ulang. Sehingga dengan demikian pada gilirannya pola-pola mental baru tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan baru bagi Anda.

Salam Luar Biasa Prima!

Thursday, May 17, 2007

PENTINGNYA MELATIH PIKIRAN DENGAN BENAR

THINKS!
Anda pasti tahu makhluk yang bernama komputer, bukan? Nah, pikiran manusia ini jauh lebih hebat dari komputer, tetapi pikiran mempunyai sifat-sifat seperti sebuah komputer, yaitu Anda bisa membuat suatu program apapun di pikiran Anda yang secara fisiknya tersimpan di dalam otak Anda. Anda bisa memrogram "komputer" pikiran Anda untuk berurusan secara efektif dengan orang-orang lain, membuat pengaruh, memilih pekerjaan yang tepat, memilih teman hidup yang tepat, menjadi bahagia maupun memperoleh kekayaan.

Ketahuilah, bahwa dalam jangka waktu tertentu, masing-masing dari kita akan menjadi tepat seperti "apa yang kita programkan ke dalam pikiran kita". Seorang yang bahagia dan sejahtera, pasti telah "memrogramkan bahagia dan sejahtera" ke dalam pikiran di otaknya. Demikian juga dengan orang yang menyedihkan, dia pasti memberikan perintah pemrograman kepada pikirannya untuk "menjadikannya tidak bahagia, tidak sejahtera, tidak menonjol, berkelas rendah, membosankan dan banyak lagi program negatif" yang ditanamkan ke dalam otaknya.

Seperti halnya sebuah komputer, pikiran Anda akan selalu siap melakukan apa saja yang Anda perintahkan kepadanya, karena di dalamnya sudah ada program-program yang telah Anda "install". Anda tinggal "click" saja ke program tadi, maka itu akan jalan dengan sendirinya. Pikiran Anda akan selalu patuh kepada Anda. Oleh karena itu, programlah pikiran Anda dengan software kebahagiaan dan kemakmuran, maka Anda akan menikmati kesuksesan hidup. Penting untuk Anda ketahui yaitu, semakin sering Anda menggunakan pikiran Anda, maka semakin kuatlah pikiran tersebut; tidak peduli Anda menggunakannya dengan baik atau buruk, tetap saja dia semakin bertambah kuat; lebih kuat "baik" atau lebih kuat "buruk".

Sudah sangat banyak bukti, yang menunjukkan bahwa kita dapat meningkatkan kapasitas pikiran jika kita menggunakannya untuk berpikir secara terus menerus, dan berulang-ulang, dan itu bisa pada semua aspek apapun yang membutuhkan pemikiran kita...dan memang tidak ada sebuah aspek pun yang tidak membutuhkan pikiran kita. Segala apapun kejadian di muka bumi ini pastilah hasil dari sebuah pikiran, karena Tuhan adalah Sang Maha Pemikir, maka apapun ciptaanNya pastilah dianugerahi kekuatan pikiran.

Melatih pikiran adalah sangat penting, karena banyak orang membatasi kekuatan pikirannya, dengan suatu anggapan bahwa kekuatan pikiran itu sangat tergantung pada keturunan, tergantung pada faktor genetika belaka. Memang kenyataan adanya faktor keturunan sudah pasti ada, tetapi yang saya maksudkan di sini adalah, janganlah kita selalu berlindung di balik "faktor keturunan" ini untuk tidak melakukan apa-apa dengan kekuatan pikiran kita. Lepas dari yang namanya "faktor keturunan" ini, kita sebenarnya sangat bisa untuk bertindak meningkatkan kekuatan pikiran dari waktu ke waktu. Seperti halnya dengan jantung, paru-paru, hati maupun otot-otot kita lainnya; fungsinya pasti meningkat setelah kita berlatih olah raga dengan program teratur.

Demikian juga dengan "otot-otot" pikiran di otak kita, pasti juga akan meningkat kekuatannya untuk kita gunakan berpikir, jika kita terus melatihnya dari waktu ke waktu. Biasakanlah memikirkan hal apapun untuk suatu tujuan yang baik, ini akan semakin membuat pikiran Anda "bertambah kuat" dan "cepat tanggap". Pikiran kita pasti lebih terampil lagi untuk berpikir, karena keterampilan pikiran itu berbanding lurus dengan penggunaannya dari waktu ke waktu. Sebaliknya jika kita sangat jarang menggunakan kekuatan pikiran kita, maka otomatis kekuatan pikiran kita juga semakin lemah, dan semakin tidak terampil untuk berpikir.


Salam Luar Biasa Prima!

Wednesday, May 16, 2007

MEMBENTUK KONSEP DIRI LEBIH BAIK

INNER BEAUTY
Untuk membentuk Konsep Diri menjadi lebih baik lagi, maka lebih dulu Anda harus mengetahui hal apa yang mempengaruhi Konsep Diri. Anda harus tahu bahwa konsep diri dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu:
  • Cita-cita Diri
  • Citra Diri
  • Harga Diri

Cita-cita Diri adalah keinginan untuk mencapai sesuatu tujuan / keinginan pribadi, dan itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar Anda, orang tua, teman ataupun tetangga. Hal ini biasanya akan sangat kuat pengaruhnya terhadap Anda di masa depan. Seringkali terjadi bahwa cita-cita diri Anda bukanlah merupakan cita-cita pribadi Anda. Tetapi karena itu sudah terjadi dan Anda jalani saat ini, tidaklah mungkin mengubah secara fisik apa yang saat ini sudah terjadi. Misalnya, Anda tidak ada cita-cita untuk menjadi seorang dokter, tetapi karena orang tua Anda sangat menginginkan punya anak seorang dokter, maka akhirnya di dalam perjalanan pendidikan Anda sudah terarah untuk menjadi dokter, dan menjadi kenyataannya sekarang. Nah, ini tidak mungkin Anda ubah secara fisik. Anda pasti ya tetap menjadi seorang dokter, insinyur atau guru dan lainnya lagi. Hal ini sebenarnya tidak begitu berpengaruh pada kehidupan pribadi Anda, jadi jangan terlalu dipikirkan. Kehidupan Anda sejatinya tidak harus terkait dengan berbagai sebutan-sebutan profesi awal Anda. Tetapi penting di sini dipahami, bahwa kehidupan pribadi Anda sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang lebih prinsip, sesuatu dari dalam diri Anda yang Anda yakini, yaitu Citra Diri.

Citra Diri ini perlu dipahami lebih dulu maknanya, karena merupakan suatu produk dari pengalaman masa lalu beserta sukses dan kegagalannya. Dari sini Anda membangun sebuah gambaran tentang diri Anda, yang menurut keyakinan Anda benar. Citra Diri sebenarnya adalah "Konsepsi Anda sendiri mengenai seperti apakah diri Anda sebenarnya".


Seringkali keyakinan Anda tentang diri Anda itu salah; dan sesungguhnya itu memang salah. Tetapi yang sering terjadi di sini adalah "Anda telah bersikap seakan-akan semua itu adalah benar". Anda bisa menjadikan hal itu sebuah kisah sukses, atau sebaliknya suatu kisah penuh kegagalan, kesialan, ketidakmujuran. Semuanya tergantung pada apa yang akan Anda lakukan terhadap citra di dalam diri Anda; citra yang merupakan alat penting untuk mencapai kebaikan atau keburukan.

Untuk mengubah, memperbaiki dan meningkatkan citra diri; Anda harus bersedia menggunakan kekuatan pikiran super Anda ini dan mau bekerja keras dengan sebuah wawasan baru, sebuah cara pandang dan cara berpikir baru.

Satu hal yang harus Anda miliki, itu adalah keyakinan. Semoga Anda memilikinya, karena kalau soal satu ini saya tidak bisa membantu Anda. Anda harus memiliki keyakinan cukup untuk melakukan mau melakukan perbaikan di dalam diri Anda sendiri, agar manfaatnya bisa segera Anda rasakan secara nyata dalam bentuk fisik.

Kembali kepada "citra diri"; lebih lanjut, semua tindakan dan emosi kita akan selalu konsisten dengan citra diri kita. Anda akan bertindak sesuai dengan macam pribadi yang menurut pikiran Anda adalah Anda. Anda tidak bisa bertindak selain dari itu, meskipun mungkin Anda melatih seluruh daya kemampuan Anda. Jika orang berpikir dengan keyakinan bahwa dirinya "tipe orang gagal", maka pasti dirinya akan menemukan cara untuk mendapatkan kegagalan; biarpun dia sudah berusaha keras sekali agar berhasil. Orang yang berpikir dirinya "tidak beruntung" seperti itu akan mendapatkan bukti bahwa dia memang selalu ditimpa kesialan atau kemalangan dalam hidupnya, meskipun dia selalu mencoba berusaha agar berhasil.

Hal penting untuk selalu diingat, adalah: Citra diri merupakan batu fondasi sekaligus tiang penyanggah untuk seluruh kepribadian kita. Secara harfiah, batu fondasi dan tiang penyanggah masih memungkinkan untuk direnovasi, diubah sesuai kehendak kita. Begitu pula halnya dengan citra diri.

Satu hal kebenaran mendasar yang perlu Anda pahami, yaitu: citra diri bisa diubah. Orang tidak pernah terlalu tua atau terlalu muda untuk bisa mengubah citra dirinya; dan memulai hidup baru yang lebih produktif, kreatif, inovatif serta berani mengambil risiko.

Sesungguhnya Anda bisa mengubah citra diri Anda. Oleh karena pada umumnya orang jarang menyadari bahwa kesulitan terletak pada penilaiannya atas diri sendiri. Begitu banyak di antara kita yang kurang menghargai diri sendiri.

Perubahan pasti memerlukan waktu dan usaha. Sangat diperlukan kesabaran dan ketekunan Anda sehingga segalanya akan berjalan lancar. Kalau Anda menggunakan keyakinan secara positif, Anda pasti bisa mengubah citra diri Anda untuk menikmati kehidupan dengan penuh kebahagiaan. Sebagaimana Aldous Huxley; seorang pujangga besar Inggris mengatakan bahwa, "Hanya ada satu sudut di alam semesta yang pasti akan bisa Anda perbaiki; itu adalah diri Anda sendiri".

Saya ingat sebuah kalimat suci yang menyebutkan, bahwa "Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia, sampai manusia itu mau mengubah nasibnya sendiri". Sebuah nasehat dari Nabi, yang luar biasa sekali untuk Anda resapkan ke dalam pikiran dan sanubari Anda.

Pokok terpenting di sini adalah: "Anda memang harus ada keinginan dan kemauan sendiri untuk bisa berubah lebih baik". Orang lain, bahkan Tuhanpun tidak bisa menjadikan diri Anda lebih baik, jika Anda tidak ada keinginan disertai kemauan kuat untuk benar-benar mau berubah lebih baik.

Hal ketiga yang mempengaruhi Konsep Diri adalah Harga Diri. Seberapa besar Anda bisa memberikan penghargaan kepada diri Anda sendiri akan menentukan seberapa tinggi harga diri Anda. Jika Anda seringkali sangat tidak menghargai diri sendiri, menganggap remeh diri sendiri. Maka orang lainpun bisa dipastikan tidak dapat menghargai Anda sebagaimana mestinya. Citra Diri Anda juga sangat kuat pengaruhnya terhadap Harga Diri Anda. Oleh karena itu, langkah awal yang harus Anda perhatikan adalah bagaimana membentuk citra diri lebih baik, sehingga harga diri Anda pasti ikut menjadi lebih baik lagi.

Keberhasilan Anda dalam memperbaiki atau membentuk kembali Konsep Diri yang benar sesuai keinginan Anda, sangat ditentukan oleh sikap Anda pribadi. Sikap adalah tidak lebih dari kebiasaan berpikir dan kebiasaan itu dapat diperoleh, sehingga sikap itu dapat dibentuk dan dipelajari. Sikap yang sehat secara pasti akan membimbing Anda menuju kesuksesan. Sikap yang sehat harus terus menerus dipupuk dan dibiasakan dalam keseharian.

Sekarang saatnya bagi Anda untuk mulai membentuk citra diri lebih baik, yaitu dengan mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir baru dan memikirkan cara-cara baru dalam memandang segala hal yang ada di sekeliling Anda. Mengubah cara berpikir bukanlah dengan agama atau kurikulum pendidikan, tetapi dengan jalan mengubah diri, melakukan perjalanan ke dalam diri sendiri, memahami sepenuhnya siapa diri kita; termasuk unsur penunjang kehidupan diri kita. Para ahli sepakat bahwa perbaikan keadaan mental, dapat dicapai dengan mengubah pikiran tidak sehat menjadi sehat.

Ingatlah nasehat bijak ini: "Anda pasti bisa, jika Anda pikir Anda bisa", kata Norman Vincent Peale, seorang pemikir terkemuka dunia. Dia meyakinkan kepada kita semua, bahwa Anda pasti bisa melakukan keinginan Anda; jika Anda berpikir Anda bisa melakukannya. Tetapi nasehat ini menurut saya masih kurang lengkap; jadi perlu saya tambahkan satu phrase kalimat yaitu: "... dan ada kemauan kuat dari dalam diri Anda sendiri". Lebih lengkapnya saya tulis begini: "Anda pasti bisa, jika Anda pikir Anda bisa; dan ada kemauan kuat dari dalam diri Anda sendiri". Itulah nasehat bagus, yang saya lengkapi agar bisa Anda pahami maknanya dengan lebih jelas.

Dari kalimat nasehat di atas, jelas sekali saya tunjukkan kepada Anda, bahwa untuk bisa berubah, disamping harus punya keinginan sendiri disertai kepercayaan pikirannya; seseorang juga harus punya kemauan sendiri yang kuat – untuk berubah; bukan hanya berpikir bahwa dia bisa berubah. Saya pikir, jika tidak ada kemauan diri sendiri yang kuat, orang pasti akan sulit berubah ke arah lebih baik.

Salam Luar Biasa Prima!

Saturday, May 12, 2007

Jangan BERTINDAK yang MERUGIKAN MASA SEKARANG, Berbahagialah!

Pada zaman ini banyak orang merencanakan masa depan, tetapi dengan merugikan masa kini. Ini sungguh tidak masuk akal bagi saya. Kita hidup ini tidak ada jaminan suatu kepastian. Jika orang mau mengorbankan masa sekarang demi masa depannya yang belum pasti, bahkan mungkin dia tidak bisa mengalaminya; saya kira itu suatu ketololan yang sangat menyedihkan.


Dari pengalaman hidup saya selama ini, seringkali saya temui orang-orang yang mengorbankan masa kininya demi masa depannya. Banyak orang telah merencanakan hari esoknya, hidup untuk masa depan, tetapi meninggal sebelum mencapainya. Ada juga orang bekerja terlalu keras, memacu dirinya mati-matian...sepanjang hidupnya dan berhasil meraih kesuksesan materi, banyak uang; tapi kesehatan mereka hancur berantakan. Itulah kisah sedih nyata yang saya sering lihat ada di sekeliling kita.


Kalau Anda bisa hidup tiap hari serba berkecukupan, berbahagia, tidak pernah gelisah dan masih bisa mempersiapkan masa depan Anda yang bahagia; itu luar biasa prima! Tetapi jika Anda harus mengorbankan kebahagiaan dan kesenangan Anda di masa sekarang...semata-mata demi masa depan, itu adalah sebuah ketololan. Saran saya, "Jangan lakukan hal itu!"


Setiap orang mempunyai hak, bagaimana rasanya bahagia. Tetapi kalau harus mengorbankan kebahagiaan pada masa sekarang ini, itu suatu kekeliruan besar. Tuhan tentu tidak bermaksud membuat kita menjalani hidup dalam kesengsaraan. Hidup kita terlalu pendek jika untuk itu. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia; jadi seharusnya kita bahagia.


Manfaatkanlah hidup Anda sebaik-baiknya. Gunakanlah seluruh energi di dalam diri Anda untuk merasakan kebahagiaan dan membuat orang lain juga bahagia. Anda jangan sampai hanya termenung, memikirkan cara melewatkan waktu. Ingatlah, waktu Anda sangat berharga untuk sekedar dilewatkan begitu saja dengan hal tidak berguna. Seperti firman Ilahi di dalam kitab Al Qur’an, Surat Al Ashr: "Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu selalu dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Dan yang saling berpesan dengan kebenaran, dan juga saling berpesan dengan kesabaran".


Firman Tuhan di atas jelas sekali menegaskan pentingnya kita menghargai waktu. Juga sangat penting kita selalu berada di dalam rel kebenaran dan kesabaran. Segala kegiatan kitapun seyogyanya merupakan suatu amal sholeh, kita jangan selalu menghitung-hitung kebaikan yang telah kita lakukan. Dan jangan lupa bahwa kita juga harus punya "iman" atau keyakinan bahwa Tuhan menurunkan manusia ke bumi ini bukan untuk hidup sia-sia. Jadi jangan Anda sia-siakan hidup Anda di dunia yang singkat ini. Anda harus memanfaatkan hidup Anda agar punya manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain; dan Anda akan bahagia. Anda harus punya kesabaran untuk menjalani hidup dengan penuh rahmat dan kebahagiaan ini.


Kalau Anda ingin hidup bahagia, Anda pasti akan menemukannya di seluruh muka bumi ini. Anda akan bisa menikmati seluruh aktivitas Anda sehari-hari. Anda akan merasakan mandi pagi hari yang sangat menyegarkan, menikmati setiap suapan sarapan pagi yang menyenangkan; bahkan Anda juga akan merasakan kepuasan hanya dengan mengenakan pakaian kerja Anda, misalnya. Anda juga merasa bahagia bertemu dengan orang-orang saat Anda ke luar rumah.


Pada prinsipnya semua orang adalah saudara kita, karena mereka manusia juga seperti Anda. Mereka juga tidak sempurna seperti halnya Anda...apakah Anda sempurna? Seandainya mereka tidak begitu tanggap terhadap Anda, akan Anda maklumi; mungkin mereka sedang diganggu suatu masalah. Anda selalu bisa memaklumi hal-hal seperti itu.


Apa yang dilakukan atau dikatakan orang lain, tidak dapat membuat kita benar-benar terganggu atau jengkel; kecuali jika kita membiarkan perasaan itu mengganggu kita. Hanya satu cara orang dapat mengganggu kita yaitu melalui pikiran kita sendiri. Kita akan mulai berpikir tentang apa yang dikatakannya, kemudian memutuskan untuk menjadi marah; lalu kita memutuskan untuk bertindak. Kadang-kadang kita bisa membantah bereaksi seperti itu, tetapi kita lebih sering menerima reaksi tersebut. Yah...itulah pikiran yang belum terkendali; belum dilatih agar dapat Anda kendalikan sepenuhnya. Anda lihat bahwa pikiran, emosi, reaksi dan aksi, semuanya terjadi di dalam pikiran.


Jika kita sudah matang secara emosional, kita tidak akan bereaksi negatif terhadap kritikan ataupun kejengkelan orang lain. Bereaksi negatif mengartikan kita sudah turun ke keadaan getaran energi mental rendah dan akan menyatu ke dalam suasana negatif orang lain. Jadi identifikasikanlah diri Anda dengan sasaran tujuan hidup Anda, dan jangan biarkan orang lain, tempat atau hal apapun membelokkan Anda dari tujuan semula; yaitu ketenangan hidup, kedamaian jiwa dan kesehatan batin Anda.


Pada akhirnya Anda akan bisa tenang menghadapi berbagai macam problematika hidup, sehingga segala persoalan hidup Anda pasti bisa Anda selesaikan dengan baik. Perbuatan-perbuatan seperti yang saya sebutkan tadi akan membuat Anda bahagia, memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada Anda; karena Anda bisa menerima keadaan diri sendiri dan lingkungan Anda. Sangat banyak hal bagus untuk dilewatkan di dunia ini...dunia yang tidak sempurna; tapi itu jika Anda mau melihatnya melalui "mata tulus" untuk mencari kebahagiaan.


Saya ingat sebuah puisi pendek karya Robert Louis Stevenson berjudul "Pikiran Bahagia?"


Dunia penuh dengan banyak hal...


Saya yakin seharusnya kita semua bahagia seperti Raja...


Jadi Anda bisa bahagia layaknya Raja, dan sebahagia Raja. Tetapi Anda harus lebih dulu melakukan hal, bagaimana diri Anda bisa memasuki keadaan bahagia. Anda harus menyingkirkan pikiran dan perasaan negatif, seperti rasa takut, rasa dendam, kekhawatiran ataupun kekesalan. Jika Anda telah dijangkiti penyakit-penyakit serupa itu, Anda tidak akan pernah merasa senang; bahkan Anda tidak akan pernah bisa bahagia. Anda bisa hidup bahagia, kalau itu yang Anda inginkan untuk diri Anda.


Sikap mental positif, yang diperkuat dengan penggambaran mental-citra diri yang kuat; pasti akan mendatangkan semua kesuksesan dan kebahagiaan sesuai keinginan Anda. Sikap Anda yang positif mencerminkan perasaan keyakinan besar, dorongan ke arah sikap kedermawanan...suka beramal sholeh serta pikiran jernih...adalah bagian potensi diri Anda yang luar biasa prima. Semua ini merupakan kualitas yang akan menuntun Anda menuju kebahagiaan, asalkan mental-citra diri Anda cukup sehat, yang memungkinkan Anda bisa merasa senang dalam hidup Anda. Konsep Anda, tentang diri sendiri dan dunia lingkungan hidup Anda bisa kuat sekali; sehingga kadang-kadang Anda sendiri bahkan tidak tahu seberapa besar kekuatan pengaruhnya.


Anda harus dengan tulus hati menginginkan kebahagiaan hidup. Kita semua pasti punya kesulitan. Masalah adalah bagian dari kehidupan kita. Semua itu pasti selalu bersama kita. Tanyakanlah kepada diri Anda. Ketika datang kesulitan, apakah Anda masuk ke dalam kotak kekesalan atau kesengsaraan; ataukah Anda bisa mencari pemecahannya sambil berdendang? Apakah Anda duduk termenung mengasihani diri sendiri; ataukah Anda bisa memikirkan kembali masa-masa terbaik Anda dan merencanakan masa depan yang lebih baik?


Pikiran Anda merupakan alat potensial yang sangat ajaib untuk digunakan semau Anda. Jila salah menggunakannya akan berakibat fatal bagi Anda. Gunakanlah pikiran Anda untuk mencetak kebenaran, mengendalikan imajinasi kreatif Anda, mendorong diri sendiri ke dalam salurkan sukses. Anda bisa menggunakan pikiran Anda untuk membuat Anda tenang, rileks dan bahagia. Jadikanlah kepuasan hidup positif sebagai hal penting dalam kehidupan Anda.


Kalau Anda benar-benar menginginkan kedamaian jiwa...ketenangan batin, Anda akan mendapatkannya. Tidak peduli betapa tidak adilnya lingkungan dunia tempat Anda hidup. Anda tidak lagi menjadi gelisah atau kalut oleh orang lain, berita-berita, peristiwa atau keadaan apapun. Pikiran Anda akan mengidentifikasikan langsung dengan sasaran tujuan hidup yang Anda inginkan.


Kalau Anda merasa punya hak untuk berbahagia, maka Anda tidak akan membiarkan kemalangan menimpa dan mengalahkan diri Anda. Anda akan berjuang melawan kekalahan demi kekalahan sampai hidup Anda lebih bahagia, lebih gemilang...dalam makna sesungguhnya, bahagia lahir dan batin. Anda adalah sosok pribadi tangguh menghadapi segala macam persoalan hidup ini.


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano