Selamat Datang di Blog WURYANANO

Silakan Anda membaca Artikel di Blog ini dengan rileks, tidak perlu terburu-buru. Banyak Artikel menarik dan bermanfaat buat peningkatan kualitas hidup Anda.

Silakan Anda menuliskan komentar atau pendapat di masing-masing Artikel yang telah Anda baca. Pendapat Anda akan semakin menambah perspektif bagi kita semua.

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Saya ini. Terima kasih sudah mau berbagi lewat komentar atau pendapat Anda di sini.


NOTES:

Blogspot Saya ini SUDAH TIDAK AKTIF sejak 5 Desember 2012. Tulisan Saya tentang Berita Kampus SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College menerima Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Malaysia adalah sebagai penutup untuk Blogspot ini. Untuk membaca TULISAN Saya, Anda dapat mengunjungi Blog Saya di PORTAL BISNIS INDONESIA.

Showing posts with label KEBAHAGIAAN. Show all posts
Showing posts with label KEBAHAGIAAN. Show all posts

Sunday, July 1, 2012

KEBIASAAN itu ASET, ataukah Tanggung Jawab?

Sekilas, kebiasaan adalah rutinitas kecil dan tidak membahayakan. Rutinitas membantu mengatur aktivitas setiap hari dan memberi hidup penuh arti. Tetapi tidak semua kebiasaan kita itu kecil ... atau tidak membahayakan. Sebenarnya, jika semua yang dikatakan dan dilakukan adalah siapa kita ... dan menjadi apa ... adalah akumulasi dari kebiasaan baik dan buruk ... akumulasi dari kebiasaan produktif dan kebiasaan tidak produktif, maka seperti kata bijak: "Orang tidak menentukan masa depan. Mereka menentukan KEBIASAAN ... dan kebiasaan MENENTUKAN MASA DEPAN."

Oleh karena itu, sangat penting bagi kita meningkatkan kesadaran tentang keuntungan jangka panjang dari memilih kebiasaan ... kebiasaan produktif ataukah kebiasaan tidak produktif. Kita harus memupuk kebiasaan produktif ... dan harus berusaha menggantikan kebiasaan yang tidak produktif dengan yang produktif. Itulah sebabnya perlu memilih setiap kebiasaan dengan sangat hati-hati, karena Anda bisa memiliki kebiasaan itu selama sisa hidup Anda!

Sunday, April 1, 2012

Kekuatan KETEKUNAN

Ada sebuah dongeng Cina yang mengilustrasikan pentingnya ketekunan. Dalam dongeng itu, seorang suci bermimpi dibawa malaikat mengunjungi surga. Ketika malaikat berjalan menemani ke istana surga, mereka melewati kamar yang sangat besar, indah, dan penuh dengan hadiah.

Orang suci berhenti dan menatap kamar, terkagum-kagum dengan banyaknya hadiah yang bermacam-macam dan indah. "Mengapa semua hadiah yang indah tertumpuk di kamar ini?" tanya orang suci kepada malaikat.

Malaikat muda yang indah, maju dan dengan desahan sedih menjelaskan, "Ini adalah kamar tempat kami menyimpan barang-barang yang didoakan orang ... tetapi, sayangnya mereka berhenti berdoa tepat sebelum hadiah diberikan."

Saturday, March 10, 2012

PENERIMAAN Tanpa Syarat...



(Kisah Nyata dari teman, seorang Mahasiswi di Jerman)

Saya adalah ibu dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang juga memilikinya. Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman halaman kampus, untuk pergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Monday, March 5, 2012

Kendalikan EMOSI Yang Berkuasa

"Setengah kesalahan kita dalam hidup, muncul dari perasaan yang semestinya dipikirkan --- dan pemikiran yang semestinya dirasakan."

Mari kita bicarakan sejenak tentang kekuatan emosi, dan bagaimana emosi memengaruhi kehidupan secara mendalam --- kadang-kadang menjadi lebih baik --- tetapi seringkali lebih buruk. Misalnya, pernahkah Anda tahu seseorang di sebuah perusahaan, yang berhenti kerja karena marah ... dan akhirnya ia menyesali keputusannya itu di kemudian hari. Pernahkah Anda melihat orang dengan kelebihan berat badan, yang memesan makanan berkalori tinggi, lalu berkata kepada pelayan, "Saya minta Diet Coke, saya sedang menurunkan berat badan."

Wednesday, February 15, 2012

Mengelola PERSEPSI ... Menggeser PARADIGMA

Cara kita memandang dunia memengaruhi berbagai pengharapan kita. Cara pandang itulah yang bisa menciptakan prasangka dan mendistorsikan keyakinan kita, juga membuat kita memandang berbagai hal sebagai sesuatu yang tidak nyata. Cara pandang itu pula yang membuat kita sinis, skeptis. Tapi apa yang terjadi, seandainya pendapat itu keliru, dan kita tidak bisa membuktikannya lantaran selalu bertindak dengan sikap yang sama?

Banyak sikap turun-temurun yang membuat kita terkondisikan untuk menanggapi segala sesuatu secara historis, bukan fungsional. Ketika ditanya mengapa kita melakukannya dengan cara tertentu, kita cenderung menjawab "lantaran ini" atau "lantaran itu", BUKAN "agar kita bisa mencapai ini atau itu". Konsekuensi cara berpikir yang merusak ini adalah: kita cenderung memandang masa depan sebagai sekedar perpanjangan masa lalu. Kita cenderung menolak segala sesuatu yang tidak sesuai dengan cara berpikir kita yang telah ter-prakondisikan itu.

Friday, February 10, 2012

DICIPTAKAN Untuk PENCAPAIAN

Satu hal yang selalu saya yakini adalah bahwa TUHAN menciptakan manusia di muka bumi ini PASTI ada tujuanNYA. Dan, masing-masing dari kita PASTI diciptakan untuk suatu tujuan, suatu alasan. Hal inilah yang semestinya bisa kita pahami, untuk apa diri kita terlahir ke dunia ini, jika tidak memiliki tujuan yang pasti. Plato, salah seorang pemikir besar dunia pernah mengatakan, "Sesuatu yang diciptakan, tentunya harus diciptakan untuk suatu sebab." Nah, bagaimana kita bisa menyimpulkan ucapan Plato tersebut? Saya pikir kesimpulannya adalah: Tujuan kita diciptakan adalah untuk mengeluarkan segenap potensi diri kita. Kita diberi kehidupan, dan tujuan kita hendaknya menghasilkan kesuksesan darinya. Dan, kesuksesan itu hanya dapat diukur dengan membandingkan, apa yang benar-benar kita capai, dengan apa yang secara potensial sanggup kita capai.

Kebanyakan dari kita tampak tidak sanggup memahami fakta, bahwa kita ini merupakan kemuliaan ciptaan dari TUHAN sebagai karunia untuk Alam Semesta. Tidak ada batasan pada potensi kita untuk kesuksesan dan kemuliaan dalam kehidupan. Dalam diri setiap individu terdapat potensi, yang menunggu untuk digunakan. Apakah Anda ingat saat di sekolah dulu, pernah berpikir: "Bagaimana saya dapat melakukan itu?" -- saat Anda diminta oleh guru Anda untuk mempelajari suatu ketrampilan baru. Dan setiap kali Anda dengan semangat mencoba melakukan perintah guru Anda, Anda mendapati diri Anda bahwa Anda mempunyai kemampuan. Namun Anda harus benar-benar mengerahkan segenap diri Anda untuk berhasil melakukannya, sebagaimana seorang anak yang baru belajar berdiri menghadapi beberapa kali jatuh yang tak dapat dihindarinya, tapi ia terus berupaya berdiri dan akhirnya berhasil.

Monday, January 9, 2012

JALAN Menuju KESUKSESAN

Segala hal yang kita raih hari ini adalah imajinasi dan impian yang kita lakukan pada hari kemarin. Coba perhatikan segala yang ada di sekitar Anda: berbagai bangunan megah, pesawat yang luar biasa canggih, komputer, televisi, radio, gadget, telepon, faksimili, semuanya itu dapat Anda nikmati, dan itu semua merupakan impian dan imajinasi orang-orang hebat di masa lalu. IMPIAN dan IMAJINASI merupakan starting point (titik awal) untuk mencapai semua kesuksesan yang kita harapkan. Imajinasi dan Impian kita merupakan sesuatu tanpa batas!

George Bernard Shaw pernah mengungkapkan: "Imajinasi merupakan titik awal dari segala penemuan." Dan, Albert Einstein menuturkan: "Imajinasi lebih berharga daripada ilmu pengetahuan." Francis Bacon juga mengatakan: "Imajinasi dapat menciptakan dunia."

Sunday, December 25, 2011

BERSIHKAN Hidup Anda dari Orang-orang yang BERACUN

Jika tulus ingin meningkatkan nilai tambah secara dramatis dalam segala fase kehidupan, Anda harus memilih teman dengan hati-hati. Jika berteman dengan orang-orang yang memiliki sikap jelek, Anda akan memiliki sikap yang jelek! Jika berteman dengan pemabuk dan pecundang, yang tidak memiliki kepribadian baik, tidak dewasa dalam berpikir positif, kira-kira apa yang nanti terjadi dengan Anda? "Katakan padaku dengan siapa kamu berteman, dan saya akan memberitahumu, siapa sesungguhnya kamu." demikian kata bijak yang memang terbukti kebenarannya. Anda adalah dengan siapa bergaul, sehingga jika ingin menjadi orang yang lebih baik, bergaullah dengan orang yang lebih baik.

Friday, December 9, 2011

MENYEIMBANGKAN Kehidupan

Di saat ini terlihat betapa banyak orang menderita kasus ketidakseimbangan, seperti tidak seimbang secara mental ... spiritual ... finansial ... dan fisik. Kelihatannya saat ini, sebagian orang lebih banyak yang KELUAR daripada yang MASUK. Secara alami, apabila tidak seimbang, kita terombang-ambing dari satu sisi ke sisi yang lain, hanya menunggu angin kencang atau gelombang besar menghantam dan akhirnya menghancurkan kita. Tetapi bila seimbang, kita kokoh ... stabil ... berdiri tegak ... dan lebih teguh, apa pun kondisi cuacanya.

Orang yang hidupnya tidak seimbang, berarti menunggu terjadinya bencana. Lihatlah apa yng terjadi pada banyak orang terkenal yang "memiliki segalanya" ... mereka kehilangan segalanya ketika hidup mereka kehilangan keseimbangan.

Monday, December 5, 2011

ILMU dan AMAL adalah Jembatan KEBAHAGIAAN

Sudah jelas bahwa Kebahagiaan adalah dambaan setiap orang yang berakal sehat, sedangkan mengabaikannya merupakan sebuah kebodohan. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak mengerti jalan yang ditempuhnya? Maka, jalan apakah yang harus ditempuh sehingga manusia tidak lepas dari ilmu dan amal? Hal penting yang perlu Anda ketahui adalah kemenangan dan keberhasilan hanya dapat dicapai dengan menggunakan ilmu dan amal.

Thursday, December 1, 2011

Memperbaiki AMAL, Meraih KEBERUNTUNGAN dan KEMENANGAN

IMAM Al-Ghazali pernah mengatakan bahwa dalam penciptaan dan penyusunan organ tubuh manusia, terdapat empat campuran sifat yang setiap saat saling bersenyawa antara satu dengan yang lain, yaitu: sifat binatang buas, sifat hewan, sifat setan, dan sifat ke-TUHAN-an. Manusia akan berperilaku seperti binatang buas, membenci, menyerang orang lain pada saat dikuasai oleh emosi dan amarah. Ketika ia dikuasai oleh hawa nafsu, ia akan berbuat seperti layaknya binatang, rakus, kikir, dan sejenisnya. Sedangkan keberadaan sifat ke-TUHAN-an pada diri manusia antara lain: menyenangi kekuasaan, keistimewaan, otoriter, bahkan menganggap dirinya mengetahui hakikat segala sesuatu.

Tatkala hawa nafsu menguasai hati manusia, maka setan akan mendapatkan ruang dan peluang menancapkan pengaruh di dalamnya. Jika hati mengarah pada *dzikrullah*, maka setan akan menjauh. Awal penguasaan setan terhadap hati adalah mengikuti kemauan syahwat. Cara untuk membersihkannya adalah pertama-tama dengan mengosongkan dari setan, membunuh hawa nafsu, untuk selanjutnya mengisinya dengan *dzikrullahh* dan memasukkan pengaruh malaikat ke dalamnya.

Tuesday, November 22, 2011

BERUBAH ... atau DIUBAH

Ingatkah Anda tentang kisah dua ekor katak yang dijatuhkan ke dalam dua panci di atas kompor. Katak pertama dijatuhkan ke dalam sepanci AIR PANAS, dan dia segera bereaksi terhadap panas, dengan melompat ke luar panci.


Katak kedua ditempatkan ke dalam panci berisi AIR DINGIN. Api kompor di bawahnya dinyalakan kecil ... lalu panasnya ditingkatkan secara perlahan sehingga suhu air meningkat satu derajat setiap waktu. Perubahan terjadi, tetapi perlahan, dan karena perubahannya perlahan, katak itu mengabaikannya. Dia tetap berada di dalam panci sampai suhu mencapai titik didih! Tentu saja katak itu mati!

Tuesday, May 6, 2008

MENGERTI Ataukah MENYADARI ?


Saya sebenarnya punya sebuah impian besar, yaitu: "Merealisasikan kebahagiaan material dan spiritual bagi seluruh pegawai dan seluruh manusia, serta memimpin usaha perdamaian di seluruh dunia." Ini sepertinya menjadi sebuah obsesi saya, yang saya sendiri pun tidak tahu apakah impian besar itu benar-benar bisa saya wujudkan kelak. Ataukah hanya sebatas berupa cita-cita mulia yang terlintas di pemikiran saya.


Tujuan utama saya adalah menolong sesama untuk hidup layak, dan berbahagia dalam arti sebenarnya. Jika impian besar saya ini bisa diwujudkan secara nyata, maka itu akan dapat meneguhkan dasar kehidupan manusia secara luas, dan menentukan apakah kehidupan kita sudah sesuai atau tidak, dalam mewujudkan manusia yang berkepribadian unggul bagi diri sendiri, maupun untuk orang lain.


Saya sering mengemukakan tema berbeda-beda dalam menjelaskan "lorong-lorong kehidupan" yang harus dan semestinya dilalui untuk membangun kehidupan manusia. Oleh karenanya, saya berharap pada akhirnya dapat memberikan kesadaran pada mereka yang salah jalan, menunjukkan kesalahannya, menemukan kebenarannya, sehingga membuat mereka ini mampu beradaptasi terhadap kebenaran ataupun kenyataan di kehidupan ini.


Melalui pengalaman dan pengetahuan yang saya sadari juga masih terbatas ini, maka impian besar saya ini anggap sebagai landasan prinsip saya untuk berusaha membimbing dan menyadarkan mereka yang membutuhkan dukungan untuk menjalani kehidupan dengan penuh kebahagiaan sejati.


Oleh karena itu, untuk bisa mewujudkan impian besar saya tersebut, hal pertama yang harus saya lakukan adalah, selain memikirkan kehidupan saya sendiri beserta keluarga besar saya, maka saya sedapat mungkin, sedikit demi sedikit berusaha untuk memahami kebenaran hidup. Jika tidak demikian, saya merasa tidaklah mungkin dapat hidup secara sempurna sebagai manusia. Singkat kata, maksud saya tentang memahami kebenaran hidup adalah sama dengan seperti saat kita mengusir orang-orang jahat yang menganiaya orang lemah.


Seandainya saya sebagai orang awam, yang hanya hidup dan bekerja untuk uang saja, maka saya akan selalu berkata: "Jual lebih banyak...dan semakin banyak lagi. Tingkatkan penjualan!", "Kurangi biaya pengeluaran. Sedapat mungkin undurkan pembayaran jatuh tempo, kalau perlu jangan dibayar!", "Tingkatkan efisiensi di setiap sektor usaha!"


Dan, saya tidak perlu bersusah payah memikirkan hal-hal yang rumit tentang orang lain. Jika saya hanya melakukan itu, memberikan perintah "ini" dan "itu" saja, maka saya yakin, pasti akan memiliki sejumlah perusahaan yang memiliki uang kontan terbanyak di negeri ini. Akan tetapi, saya tidak mau berbuat demikian, dan selalu menghindarinya, karena bagi saya kehidupan ini tidak sama dengan uang.


Impian manusia bukanlah harta dan nama besar saja. Menurut saya, impian manusia yang sebenarnya, dan merupakan tujuan serta misi hidup adalah: "Mempersembahkan diri dengan segenap kemampuan yang dimiliki untuk kebaikan manusia dan dunia."


Dalam menjalankan bisnis sebenarnya juga harus demikian. Namun, bagaimanakah kenyataannya? Jika kita amati secara kasat mata, para pengusaha dewasa ini, kalau mendapat "cek kosong" walaupun jumlahnya sedikit, mereka bersikap seperti siput yang disiram garam, "megap-megap" kehabisan nafas. Dan, ketika mendapat kerugian sedikit saja, mereka mengeluh: "Waduh... Habislah saya. Saya tidak dapat menanggungnya!", lalu melarikan diri.


Para pengusaha semacam itu ada dimana-mana, bagaikan jamur yang tumbuh dan berkembang, dimana perekonomian sedang berkembang dan menggelembung. Mereka ini hanya memiliki ambisi yang dibanggakan pada permukaan luarnya saja, tetapi tidak memiliki keyakinan yang cukup di dalam dirinya untuk bisa benar-benar meraih sukses.


Marilah kita merenungkan diri sejenak.


Dapatkah Anda menyangkal, bahwa banyak pikiran atau ide-ide buruk yang berkecamuk di dalam hati dan pikiran kita, tanpa dapat dicegah? Dan, walaupun pikiran-pikiran buruk tidak ada di dalam hati Anda, tetapi perasaan-perasaan yang menyuramkan hati kadang juga meluap tanpa dapat dicegah dan banyak memonopoli pikiran Anda, seperti: kesedihan, kemarahan, ketakutan, ataupun rasa pesimis. Dan ini seringkali membuat Anda "mati langkah", tidak tahu harus bertindak bagaimana.


Cobalah untuk benar-benar memahami apa yang telah kita dengar, dan menghapuskan perasaan-perasaan buruk dari dalam hati, maka kita membangun kesehatan dan nasib secara benar, agar kita dapat hidup di dalam kehidupan yang layak.


Tidak peduli dengan apa yang telah Anda pelajari, Anda baca, seberapa banyak Anda mendatangi seminar, workshop, ataupun seberapa banyak pengalaman yang Anda miliki; saya sangat yakin, bahwa jika apa yang telah Anda peroleh itu tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari, pastilah kebahagiaan sejati tidak akan Anda peroleh secara nyata.


Pada saat Anda membaca kenyataan yang saya utarakan dalam tulisan saya ini, mungkin Anda akan berterima kasih sambil berpikir di dalam hati: "Ya, memang benar begitu, Pak Wuryanano. Saya juga merasakan hal yang sama." Akan tetapi pernyataan Anda itu seringkali segera terlupakan, setelah Anda tidur dan bangun pada keesokan harinya.


Atau bisa saja Anda dapat memahami kenyataan ini, tetapi karena suatu sebab Anda menjadi sakit, mengalami musibah dalam pekerjaan atau bisnis, atau Anda sedang menerima nasib buruk; maka kejadian negatif itu bisa membuat Anda melupakan pernyataan Anda sebelumnya, yang membenarkan uraian saya tentang kenyataan kebenaran hidup tersebut di atas.


Dalam hal ini, tidak dapat dikatakan bahwa mereka sudah menyadari kebenaran hidup, melainkan mereka hanya mengerti saja. Mengerti dan menyadari adalah dua hal yang sangat berbeda! "Mengerti" adalah hanya mengetahui saja, sedangkan yang dimaksud dengan "Menyadari" adalah benar-benar menerimanya dengan segenap hati dan jiwa. Umumnya Anda hanya tiba pada arti mengerti saja, berterima kasih ataupun merasakan kegembiraan yang amat sangat secara berlebihan, dan Anda menganggapnya sebagai kebahagiaan.


Menyadari adalah tindakan membuang pikiran-pikiran duniawi, dan keyakinan-keyakinan "membuta" tersebut, kemudian Anda menyimpannya sebagai bagian dalam pengetahuan Anda. Sehingga dengan kekuatan hati, maka Anda tidak akan pernah merasa lemah, meski Anda menghadapi nasib yang bagaimanapun juga.


Namun, jika hanya mengerti di permukaan saja, pikiran-pikiran duniawi dan keyakinan-keyakinan "membuta" masih tetap ada di dalam pikiran Anda. Sehingga sampai kapan pun Anda hanya sampai pada tahap mengerti saja, dan tidak dapat mempraktekkannya dalam kehidupan nyata. Hasilnya? Kehidupan Anda akan berakhir tanpa arti, dan pada saatnya Anda akan merasa: "Saya hanya makan, minum, dan buang air saja. Sepertinya hidup ini tidak berguna."


Misalnya, pada suatu malam Anda tidak bisa tidur tanpa alasan jelas, maka timbul pikiran, "Wah...susah nih, tidak dapat tidur. Saya menderita insomnia." Anda hanya mengerti dan berpikir, bahwa jika tidak cukup akan membawa pengaruh buruk, dan kerugian kesehatan dan nyawa. Anda mulai berpikir, "Jika tidak bisa tidur, rasa lelah pada badan akan semakin meningkat, sehingga terjadi kelebihan zat urea, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan penyakit sirosis hati atau penyakit ginjal." Pikiran-pikiran yang mengkhawatirkan ini semakin lama tambah menyiksa diri.


Akan tetapi pada saat sama, orang yang benar-benar memiliki kesadaran diri, yakni yang telah berhasil membuang pikiran duniawi dan menghapus keyakinan "membuta", maka perasaan hatinya penuh dengan optimisme.


Pada orang dengan kesadaran hidup, maka jika ada masalah, akan diselesaikan dengan segala pertimbangan. Sehingga, meskipun timbul pemikiran akan penyakit yang membahayakan jiwa atau mengalami nasib buruk; maka dalam hatinya ada kemampuan untuk menyembuhkannya sendiri. Ini merupakan hal amat penting dan tidak bisa diabaikan. Namun, banyak orang yang tidak mempedulikannya, akibatnya mereka jadi sembrono, mudah marah, sedih, takut, menderita, bingung, benci, kesakitan, dan penderitaan-penderitaan lainnya.


Sekali menyadari kebenaran hidup, maka Anda tidak akan mengalami ketidakharmonisan atau perasaan-perasaan negatif yang menghancurkan. Oleh karena itu, kesadaran akan kebenaran hidup sejati, dapat dikatakan sebagai "perisai baja" untuk mencegah "tangan jahat" yang bisa membuat kehidupan menjadi tidak harmonis, dan menghalangi nasib buruk yang bisa menghancurkan kehidupan.


Menyadari tentang kehidupan, adalah sama seperti menyediakan wadah untuk menerima dan menampung ketidakterbatasan kekuatan hidup dan keberlimpahan hidup. Hal ini bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan, terutama bagi mereka yang ingin hidup dalam kesempurnaan kebahagiaan sejati. Tetapi ini merupakan hal terpenting di atas segalanya dalam hidup, dan harus dipikirkan dengan serius.



Salam Luar Biasa Prima!

Wuryanano