Selamat Datang di Blog WURYANANO

Silakan Anda membaca Artikel di Blog ini dengan rileks, tidak perlu terburu-buru. Banyak Artikel menarik dan bermanfaat buat peningkatan kualitas hidup Anda.

Silakan Anda menuliskan komentar atau pendapat di masing-masing Artikel yang telah Anda baca. Pendapat Anda akan semakin menambah perspektif bagi kita semua.

Terima kasih atas kunjungan Anda di Blog Saya ini. Terima kasih sudah mau berbagi lewat komentar atau pendapat Anda di sini.


NOTES:

Blogspot Saya ini SUDAH TIDAK AKTIF sejak 5 Desember 2012. Tulisan Saya tentang Berita Kampus SWASTIKA PRIMA Entrepreneur College menerima Kunjungan dari Kementerian Pendidikan Malaysia adalah sebagai penutup untuk Blogspot ini. Untuk membaca TULISAN Saya, Anda dapat mengunjungi Blog Saya di PORTAL BISNIS INDONESIA.

Wednesday, May 16, 2007

FENOMENA PEMECAHAN MASALAH DALAM TIM

KERJASAMA & SALING MELENGKAPI

Anda pasti sering mendengar atau membaca "Tim" ini di berbagai kesempatan. Memang istilah "Tim" ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Jadi konsep "Tim" bukanlah suatu konsep baru-baru ini, meskipun baru belakangan ini sangat "santer" didengung-dengungkan banyak pihak, khususnya para Eksekutif Perusahaan. Di setiap organisasi atau pun perusahaan apa pun dan dimana pun selalu mempunyai suatu tim tertentu. Sebenarnya sebuah tim dibentuk agar bisa membantu pihak management dalam hal memecahkan suatu masalah atau problem-problem yang terjadi; dengan cara men-desentralisasikan pengambilan keputusan sampai di tingkat tim. Tetapi ternyata di "lapangan" banyak ditemukan kendala, karena kebanyakan suatu tim hanya melakukan sebagian proses kerja, sehingga kurang dapat melihat kepentingan organisasi secara menyeluruh.

Kebanyakan dari sisi pola pikir anggota tim adalah berusaha menyelesaikan pekerjaan secepat mungkin, kemudian mereka menyerahkannya ke bagian lain untuk ditindaklanjuti. Kendala dalam proses berpikir masing-masing anggota tim inilah yang sering menyebabkan tim tidak bisa bekerja secara optimal, sehingga berakibat kurangnya kepercayaan pihak management terhadap fungsi suatu tim; karena menganggap tim tidak mampu bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Pola berpikir masing-masing anggota tim inilah yang semestinya perlu disinergikan terlebih dulu, sehingga proses pemecahan masalah bisa menghasilkan suatu keputusan sesuai tujuan organisasi.

Di dalam teori pemecahan masalah, sebenarnya ada dua macam proses berpikir yang kita kenal, yaitu berpikir convergent dan berpikir divergent. Kedua macam proses berpikir ini berbeda sifatnya dalam hal menangani dan memecahkan suatu permasalahan. Dalam hal pemecahan masalah di suatu organisasi, umumnya menggunakan pendekatan kedua macam cara berpikir tersebut. Menurut teori berpikir kelompok (tim), pada umumnya orang berada pada alur berpikir convergent (sifatnya mengurangi, menciptakan gambaran lebih sempit dan lebih rinci sebelum bertindak) dan sedikit sekali rasa percaya diri atas kemampuan berpikirnya. Akibatnya, mereka cenderung menerima pendapat, pandangan dan cara bertindak yang diusulkan oleh kelompok minoritas yang punya pengaruh besar; tidak peduli apakah mereka tahu yang dibicarakan ataukah tidak.

Kebanyakan orang seringkali terjebak dalam mekanisme berpikir kelompok ini, bahkan banyak orang siap meninggalkan pandangannya, dan sering menerima "fakta-fakta salah", jika suatu ide itu dilontarkan oleh kelompok minoritas yang punya pengaruh kuat. Hal inilah yang biasa dinamakan "kebodohan kolektif", yaitu sebuah kebodohan melibatkan orang-orang cerdas yang sebenarnya bisa berpikir dan bertindak secara efektif, tetapi karena tuntutan lingkungannya akhirnya menyebabkan mereka memperlihatkan respons yang bodoh dan tidak produktif.

Proses berpikir yang berhubungan dengan pemecahan masalah, selain berpikir convergent, yang satu lagi disebut berpikir divergent, merupakan kebalikan dari convergent. Berpikir divergent bersifat memperluas gambaran suatu masalah, menyatakan masalah dalam bentuk beraneka ragam, mempertimbangkan dan melihatnya dari berbagai sudut pandang berbeda, mengumpulkan lebih banyak fakta dan ide-ide.

Kedua macam cara berpikir yaitu, berpikir convergent maupun divergent sama-sama punya peranan penting dan efektif dalam suatu pemecahan masalah. Tetapi yang paling penting dalam proses memecahkan suatu masalah adalah mengetahui kapan saat harus menyempitkan suatu masalah (convergent) dan kapan waktunya untuk memperluas dan melebarkannya (divergent). Hal ini penting untuk Anda ketahui, oleh karena pada umumnya orang punya kecenderungan untuk memilih pada satu macam cara berpikir saja.

Jika orang dengan gaya berpikir divergent, maka dia akan banyak mengeluarkan ide-ide baru dan mengembangkan pandangannya dengan sangat flexible; tetapi lebih sering dia tidak mampu menyelesaikan masalah, sebab dia kesulitan memperkecil suatu masalah secara efektif.
Sebaliknya, seorang dengan gaya berpikir convergent, seringkali melompati berbagai kesimpulan yang seharusnya juga dipertimbangkan, dan mengambil keputusan dengan cepat tanpa berupaya menelusuri dari berbagai macam sudut pandang suatu masalah, sering mengabaikan pengembangan permasalahan. Kebiasaan pemikir convergent adalah selalu mempersempit dan menyederhanakan setiap informasi dan cepat mengambil keputusan penyelesaian masalah, sehingga tidak dapat mengeluarkan ide-ide dan pandangan-pandangan baru dan segar.
Semestinya jika Anda terlibat dalam suatu organisasi atau kelompok apapun, hendaknya bisa menggabungkan cara berpikir convergent dan divergent tersebut, kemudian menggunakannya secara flexible menurut kebutuhan situasi dan kondisinya pada saat itu.

Di setiap organisasi, khususnya organisasi yang sudah lama berdiri, umumnya sudah terbentuk sebuah adat kebiasaan. Yaitu sebuah cara mengerjakan hal-hal yang bisa diterima para anggotanya, dan disebutnya dengan "cara yang benar". Seringkali prosedur, tata tertib atau peraturan yang dianggap layak dan benar dalam sebuah organisasi, dapat hidup dan bertahan karena cocok bagi orang-orang yang melaksanakan, daripada karena keefektifan dalam memperoleh hasil yang diharapkan sebuah organisasi.

Sebuah organisasi biasanya memberikan sejumlah persepsi kepada anggotanya tentang kaidah, norma, nilai-nilai, hadiah dan hukuman. Hal itu biasanya punya pengaruh sangat kuat terhadap orang-orang yang bekerja. Sehingga akhirnya, keterlibatan mereka untuk mau berpikir kreatif, membuat pembaharuan, pemecahan problem dengan logis dan mendukung pendekatan-pendekatan baru; akan sangat bergantung pada "apakah pemimpinnya memberikan hadiah ataukah memberikan hukuman". Seringkali iklim organisasi menghadiahi kepatuhan, kesamaan / kesesuaian, dan pemecahan problem secara convergent; sebaliknya juga akan memberikan hukuman pada ketidak patuhan, ketidak sesuaian / ketidak samaan atau bahkan suatu keberanian ambil resiko yang tidak sukses untuk pembaharuan, pasti akan mendapatkan hukuman.

Organisasi seperti ini punya kecenderungan semakin berkurang membantu perkembangan pembaharuan dan semakin mengekang kemunculan sebuah kreativitas, sehingga tinggal menunggu waktu saja untuk kehancurannya. Padahal, dari sudut pandang sebuah organisasi, suatu usaha pembaharuan yang kreatif itu sebenarnya sebagai proses untuk mencari cara-cara baru, pemikiran-pemikiran baru, dan tentu lebih baik dalam rangka mencapai tujuan yang lebih berharga; sehingga dengan demikian akan mendatangkan keuntungan lebih besar lagi bagi organisasi tersebut.

Di suatu organisasi yang sudah memiliki tingkat pemberdayaan tinggi, dan memiliki budaya kepercayaan yang tinggi; suatu tim bisa mempunyai kewenangan mengevaluasi kinerjanya sendiri. Oleh karenanya, tim memiliki kekuasaan cukup besar untuk mengambil sejumlah keputusan penting terkait dengan pekerjaannya. Di sini tim menjalankan berbagai fungsi kepemimpinan dan management seperti merencanakan, menetapkan tujuan, menyusun jadwal dan anggaran, merencanakan pelatihan, serta bertanggung jawab terhadap produk maupun jasa yang dihasilkannya; bahkan tim sudah semestinya juga bertanggung jawab terhadap pelanggan dari organisasi tersebut.

Dalam budaya organisasi semacam itu, suatu tim yang "solid" bahkan bisa mengubah peranan management puncak untuk menjadi "katalisator" dan "fasilitator"; sehingga dengan demikian mereka kini bisa terlepas dari persoalan rutinitas organisasi, yang pada gilirannya nanti pihak management dapat menggunakan waktunya untuk memikirkan hal-hal yang lebih strategis.

Penting untuk Anda ingat di sini adalah, bahwa dalam proses memecahkan suatu masalah di dalam suatu tim organisasi, hendaknya bisa menggabungkan cara berpikir convergent dan divergent secara ideal, sehingga tidak akan terjadi "dead lock" dalam pengambilan keputusan yang tepat, yang nantinya bisa menyebabkan organisasi tersebut mengalami "stagnasi" tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Di sini lah sebenarnya peran kekuatan pikiran super (super mind power) bisa dimanfaatkan oleh masing-masing orang di dalam proses pemecahan masalah itu. Jika Anda termasuk di dalamnya, cobalah memanfaatkan kekuatan imajinasi kreatif Anda, biarkan kekuatan pikiran super membimbing Anda. Buatlah gambaran positif secara utuh tentang proses pemecahan masalah yang sudah berhasil dengan cemerlang dan sudah menghasilkan suatu keputusan-keputusan luar biasa prima. Jangan terlalu memikirkan situasi dan kondisinya saat ini. Buatlah terlebih dulu "film sukses" Anda dalam proses pemecahan masalah tadi dengan penuh keyakinan, maka setelahnya Anda akan benar-benar berhasil memecahkan masalah yang sebenarnya.
*
Salam Luar Biasa Prima!

MEMBENTUK KONSEP DIRI LEBIH BAIK

INNER BEAUTY
Untuk membentuk Konsep Diri menjadi lebih baik lagi, maka lebih dulu Anda harus mengetahui hal apa yang mempengaruhi Konsep Diri. Anda harus tahu bahwa konsep diri dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu:
  • Cita-cita Diri
  • Citra Diri
  • Harga Diri

Cita-cita Diri adalah keinginan untuk mencapai sesuatu tujuan / keinginan pribadi, dan itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitar Anda, orang tua, teman ataupun tetangga. Hal ini biasanya akan sangat kuat pengaruhnya terhadap Anda di masa depan. Seringkali terjadi bahwa cita-cita diri Anda bukanlah merupakan cita-cita pribadi Anda. Tetapi karena itu sudah terjadi dan Anda jalani saat ini, tidaklah mungkin mengubah secara fisik apa yang saat ini sudah terjadi. Misalnya, Anda tidak ada cita-cita untuk menjadi seorang dokter, tetapi karena orang tua Anda sangat menginginkan punya anak seorang dokter, maka akhirnya di dalam perjalanan pendidikan Anda sudah terarah untuk menjadi dokter, dan menjadi kenyataannya sekarang. Nah, ini tidak mungkin Anda ubah secara fisik. Anda pasti ya tetap menjadi seorang dokter, insinyur atau guru dan lainnya lagi. Hal ini sebenarnya tidak begitu berpengaruh pada kehidupan pribadi Anda, jadi jangan terlalu dipikirkan. Kehidupan Anda sejatinya tidak harus terkait dengan berbagai sebutan-sebutan profesi awal Anda. Tetapi penting di sini dipahami, bahwa kehidupan pribadi Anda sangat dipengaruhi oleh sesuatu yang lebih prinsip, sesuatu dari dalam diri Anda yang Anda yakini, yaitu Citra Diri.

Citra Diri ini perlu dipahami lebih dulu maknanya, karena merupakan suatu produk dari pengalaman masa lalu beserta sukses dan kegagalannya. Dari sini Anda membangun sebuah gambaran tentang diri Anda, yang menurut keyakinan Anda benar. Citra Diri sebenarnya adalah "Konsepsi Anda sendiri mengenai seperti apakah diri Anda sebenarnya".


Seringkali keyakinan Anda tentang diri Anda itu salah; dan sesungguhnya itu memang salah. Tetapi yang sering terjadi di sini adalah "Anda telah bersikap seakan-akan semua itu adalah benar". Anda bisa menjadikan hal itu sebuah kisah sukses, atau sebaliknya suatu kisah penuh kegagalan, kesialan, ketidakmujuran. Semuanya tergantung pada apa yang akan Anda lakukan terhadap citra di dalam diri Anda; citra yang merupakan alat penting untuk mencapai kebaikan atau keburukan.

Untuk mengubah, memperbaiki dan meningkatkan citra diri; Anda harus bersedia menggunakan kekuatan pikiran super Anda ini dan mau bekerja keras dengan sebuah wawasan baru, sebuah cara pandang dan cara berpikir baru.

Satu hal yang harus Anda miliki, itu adalah keyakinan. Semoga Anda memilikinya, karena kalau soal satu ini saya tidak bisa membantu Anda. Anda harus memiliki keyakinan cukup untuk melakukan mau melakukan perbaikan di dalam diri Anda sendiri, agar manfaatnya bisa segera Anda rasakan secara nyata dalam bentuk fisik.

Kembali kepada "citra diri"; lebih lanjut, semua tindakan dan emosi kita akan selalu konsisten dengan citra diri kita. Anda akan bertindak sesuai dengan macam pribadi yang menurut pikiran Anda adalah Anda. Anda tidak bisa bertindak selain dari itu, meskipun mungkin Anda melatih seluruh daya kemampuan Anda. Jika orang berpikir dengan keyakinan bahwa dirinya "tipe orang gagal", maka pasti dirinya akan menemukan cara untuk mendapatkan kegagalan; biarpun dia sudah berusaha keras sekali agar berhasil. Orang yang berpikir dirinya "tidak beruntung" seperti itu akan mendapatkan bukti bahwa dia memang selalu ditimpa kesialan atau kemalangan dalam hidupnya, meskipun dia selalu mencoba berusaha agar berhasil.

Hal penting untuk selalu diingat, adalah: Citra diri merupakan batu fondasi sekaligus tiang penyanggah untuk seluruh kepribadian kita. Secara harfiah, batu fondasi dan tiang penyanggah masih memungkinkan untuk direnovasi, diubah sesuai kehendak kita. Begitu pula halnya dengan citra diri.

Satu hal kebenaran mendasar yang perlu Anda pahami, yaitu: citra diri bisa diubah. Orang tidak pernah terlalu tua atau terlalu muda untuk bisa mengubah citra dirinya; dan memulai hidup baru yang lebih produktif, kreatif, inovatif serta berani mengambil risiko.

Sesungguhnya Anda bisa mengubah citra diri Anda. Oleh karena pada umumnya orang jarang menyadari bahwa kesulitan terletak pada penilaiannya atas diri sendiri. Begitu banyak di antara kita yang kurang menghargai diri sendiri.

Perubahan pasti memerlukan waktu dan usaha. Sangat diperlukan kesabaran dan ketekunan Anda sehingga segalanya akan berjalan lancar. Kalau Anda menggunakan keyakinan secara positif, Anda pasti bisa mengubah citra diri Anda untuk menikmati kehidupan dengan penuh kebahagiaan. Sebagaimana Aldous Huxley; seorang pujangga besar Inggris mengatakan bahwa, "Hanya ada satu sudut di alam semesta yang pasti akan bisa Anda perbaiki; itu adalah diri Anda sendiri".

Saya ingat sebuah kalimat suci yang menyebutkan, bahwa "Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia, sampai manusia itu mau mengubah nasibnya sendiri". Sebuah nasehat dari Nabi, yang luar biasa sekali untuk Anda resapkan ke dalam pikiran dan sanubari Anda.

Pokok terpenting di sini adalah: "Anda memang harus ada keinginan dan kemauan sendiri untuk bisa berubah lebih baik". Orang lain, bahkan Tuhanpun tidak bisa menjadikan diri Anda lebih baik, jika Anda tidak ada keinginan disertai kemauan kuat untuk benar-benar mau berubah lebih baik.

Hal ketiga yang mempengaruhi Konsep Diri adalah Harga Diri. Seberapa besar Anda bisa memberikan penghargaan kepada diri Anda sendiri akan menentukan seberapa tinggi harga diri Anda. Jika Anda seringkali sangat tidak menghargai diri sendiri, menganggap remeh diri sendiri. Maka orang lainpun bisa dipastikan tidak dapat menghargai Anda sebagaimana mestinya. Citra Diri Anda juga sangat kuat pengaruhnya terhadap Harga Diri Anda. Oleh karena itu, langkah awal yang harus Anda perhatikan adalah bagaimana membentuk citra diri lebih baik, sehingga harga diri Anda pasti ikut menjadi lebih baik lagi.

Keberhasilan Anda dalam memperbaiki atau membentuk kembali Konsep Diri yang benar sesuai keinginan Anda, sangat ditentukan oleh sikap Anda pribadi. Sikap adalah tidak lebih dari kebiasaan berpikir dan kebiasaan itu dapat diperoleh, sehingga sikap itu dapat dibentuk dan dipelajari. Sikap yang sehat secara pasti akan membimbing Anda menuju kesuksesan. Sikap yang sehat harus terus menerus dipupuk dan dibiasakan dalam keseharian.

Sekarang saatnya bagi Anda untuk mulai membentuk citra diri lebih baik, yaitu dengan mengubah cara berpikir Anda yang lama, menjadi cara berpikir baru dan memikirkan cara-cara baru dalam memandang segala hal yang ada di sekeliling Anda. Mengubah cara berpikir bukanlah dengan agama atau kurikulum pendidikan, tetapi dengan jalan mengubah diri, melakukan perjalanan ke dalam diri sendiri, memahami sepenuhnya siapa diri kita; termasuk unsur penunjang kehidupan diri kita. Para ahli sepakat bahwa perbaikan keadaan mental, dapat dicapai dengan mengubah pikiran tidak sehat menjadi sehat.

Ingatlah nasehat bijak ini: "Anda pasti bisa, jika Anda pikir Anda bisa", kata Norman Vincent Peale, seorang pemikir terkemuka dunia. Dia meyakinkan kepada kita semua, bahwa Anda pasti bisa melakukan keinginan Anda; jika Anda berpikir Anda bisa melakukannya. Tetapi nasehat ini menurut saya masih kurang lengkap; jadi perlu saya tambahkan satu phrase kalimat yaitu: "... dan ada kemauan kuat dari dalam diri Anda sendiri". Lebih lengkapnya saya tulis begini: "Anda pasti bisa, jika Anda pikir Anda bisa; dan ada kemauan kuat dari dalam diri Anda sendiri". Itulah nasehat bagus, yang saya lengkapi agar bisa Anda pahami maknanya dengan lebih jelas.

Dari kalimat nasehat di atas, jelas sekali saya tunjukkan kepada Anda, bahwa untuk bisa berubah, disamping harus punya keinginan sendiri disertai kepercayaan pikirannya; seseorang juga harus punya kemauan sendiri yang kuat – untuk berubah; bukan hanya berpikir bahwa dia bisa berubah. Saya pikir, jika tidak ada kemauan diri sendiri yang kuat, orang pasti akan sulit berubah ke arah lebih baik.

Salam Luar Biasa Prima!

Monday, May 14, 2007

MAU BISNIS? MULAILAH SEKARANG JUGA!!...JUST DO IT!!




BISNISKU: PETERNAKAN AYAM & SUPERMARKET
Banyak orang menginginkan punya bisnis sendiri, tetapi mengapa hanya sedikit orang yang bisa mewujudkan keinginannya itu? Sebenarnya hanya ada satu alasan, kenapa hanya sedikit orang yang bisa mewujudkan keinginannya itu; yah – sedikit orang itu ternyata punya senjata untuk yang dinamakan "keberanian". Sesungguhnya modal utama untuk memulai suatu bisnis sendiri adalah "keberanian". Sedangkan hal-hal lainnya sebenarnya bisa menyusul belakangan.

Memulai bisnis sendiri memang harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi nanti. Seorang Entrepreneur harus selalu siap menghadapi resiko apapun itu, yang akan menghambat jalan roda bisnisnya. Ini dibutuhkan sebuah "keberanian".

"Keberanian" dalam hal ini punya arti luas sekali. Keberanian dalam berpikir di luar jalur pemikiran orang-orang kebanyakan. Berani memikirkan hal-hal yang tidak pernah dipikirkan oleh orang lain. Berani berpikir ke luar dari jalur berpikir logika rasional. Berani dicemooh atau diremehkan orang lain. Yah – "keberanian" inilah yang tidak semua orang mempunyainya.

Jika Anda sudah terbersit sebuah keinginan untuk memulai bisnis sendiri, segera lakukanlah; pupuklah keberanian Anda, jangan ragu-ragu untuk memulainya, langsung saja take action. Kalau keinginan untuk berbisnis sudah menggoda Anda, langsung saja lakukan tindakan ke arah sana, jangan terlalu banyak berteori dan berhitung-hitung. Hal itu bisa Anda lakukan sambil jalan menekuni bisnis baru Anda.

Apalagi yang kurang? Keberanian? YA... Jika hal ini masih Anda rasakan, saya bisa memberikan saran istimewa, yaitu "lakukan saja". Yah – Anda harus segera melakukan apa yang masih menjadi kekhawatiran atau ketakutan Anda. Jika Anda ingin berbisnis dan masih ragu-ragu atau khawatir atau takut, langsung lakukan saja – just do it; maka keraguan, kekhawatiran atau ketakutan itu akan lenyap seketika, dan digantikan oleh keberanian. Setelah "keberanian" untuk berbisnis ini sudah menguasai Anda, sembari menjalankan bisnis, Anda tinggal melengkapi saja dengan berbagai ketrampilan yang dibutuhkan.

Pokok terpenting untuk memulai bisnis disini adalah: "keberanian", hal ini bisa Anda dapatkan jika Anda segera saja memulai bisnis sendiri, jangan terlalu berhitung dulu di awal memulainya, nanti Anda malah terlalu banyak berteori; sehingga Anda bahkan tidak berani segera memulai bisnisnya. Lakukan saja langsung dan Anda akan berani berbisnis.

Ingatlah, memulai suatu bisnis ibaratnya membuat sebuah bola salju, kemudian kita coba menggelindingkannya; mungkin di awal-awal masih belum begitu terlihat mencolok perubahannya, tetapi coba gelindingkanlah terus bola salju itu; maka semakin lama dia akan semakin membesar dan terus bertambah besar – seperti itulah hukum bisnis. Jika Anda tekun menjalankannya, maka akan semakin besar pula bisnis yang Anda jalankan. Ketekunan dalam menggelindingkan atau menjalankan roda bisnis inilah yang akan menjadikan bisnis Anda semakin besar. Jadi kuncinya, segera mulailah berbisnis, jangan ragu-ragu dan tekunlah dalam menjalankannya, sehingga bisnis Anda akan semakin besar dan semakin kuat.

Nah, setelah Anda sudah memiliki keberanian untuk berbisnis sekarang juga; berikut ini saya sampaikan sebuah Konsep Kewirausahaan, yang sudah dituliskan sebelumnya oleh para konseptor bisnis berdasarkan kenyataan di dunia bisnis sesungguhnya. Begini bunyinya:

Konsep Dasar Kewirausahaan:
  • Suatu proses penciptaan sesuatu yang baru (kreasi) dan membuat sesuatu berbeda dari yang sudah ada (inovasi), yang tujuannya adalah tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat. (RAYMOND KAO)
  • Suatu usaha untuk menciptakan nilai, melalui suatu Peluang bisnis dengan mengambil Resiko yang tepat serta melalui ketrampilan komunikasi dan manajemen untuk memobilisasi sumber daya manusia (SDM), modal dan barang; guna suatu keberhasilan. (JOHN KAO)
Salam Luar Biasa Prima!

BAGAIMANA MENCARI IDE BISNIS?

Kadang-kadang ide untuk memulai suatu bisnis juga menjadi sebuah kendala. Mau bisnis apa kita? Punya ide apa untuk mulai berbisnis? Tapi sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mempunyai suatu ide bisnis, jika Anda mau memikirkannya. Meskipun demikian saya akan berbagi pengalaman dengan Anda. Saya pernah baca di dalam buku The Origins of Entrepreneurship, disebutkan berdasarkan survey:


  • 43 % pengusaha, ide dari pengalaman bekerja di industri yang sama. Sudah tahu operasional usaha dan punya jaringan usaha.

  • 15 % pengusaha, ide dari melihat orang lain mencoba suatu usaha.

  • 11 % pengusaha, ide pada saat melihat peluang pasar yang tidak atau belum terpenuhi.

  • 7 % pengusaha, ide karena telah meneliti secara sistematik kesempatan berbisnis.

  • 3 % pengusaha, ide karena hobi atau tertarik akan kegemaran tertentu.

Sengaja saya cuplikkan hasil survey dari buku tersebut di atas, agar Anda merasa lebih mantap dan yakin. Nah...jika Anda juga bingung mau memulai bisnis apa, belum ada suatu ide? Anda boleh mengacu pada survey seperti di atas tersebut. Anda tidak perlu malu untuk menirukan bisnis orang lain, seandainya hal itu yang ingin Anda lakukan. Meniru-niru bisnis orang lain adalah sah-sah saja. Yang penting bagi Anda, dalam meniru bisnis itu Anda bisa memberikan suatu nilai tambah dalam bisnis Anda, menambahkan sesuatu yang unik dan lebih menarik, agar mampu bersaing merebut pasar yang sudah terbentuk sebelumnya.

Anda sebenarnya bisa mendapatkan ide-ide untuk mulai berbisnis lewat berbagai macam jalan dan kesempatan di sekitar Anda, misalnya saja dari sisi:

  • Pendidikan
  • Ketrampilan
  • Keluarga
  • Pekerjaan
  • Tetangga
  • Relasi
  • Organisasi
  • Hobi
  • Perjalanan
  • Musim
  • Musibah
Ingatlah, jika ide untuk memulai bisnis sudah muncul di benak Anda, segera saja memulai, jangan ragu-ragu atau takut. Jika Anda takut memulai bisnis, itu artinya Anda takut akan sukses. Berani berbisnis, berarti Anda berani menjadi sukses, itu juga menyatakan bahwa Anda adalah seorang yang berani gagal. Jadi jangan pernah Anda merasa takut akan kegagalan didalam menjalankan roda bisnis.

Sebenarnya jika terjadi suatu kegagalan dalam bisnis, itu hanyalah kegagalan sementara bukan permanent sifatnya; oleh sebab itu jangan pernah Anda gampang menyerah kepada kegagalan, kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda saja. Cobalah terus menjalankan bisnis Anda dengan tekun. Ingatlah, Anda sedang mencoba untuk menggelindingkan bola salju, yang jika Anda berhasil mulai menggelindingkan bola salju ini, maka Anda akan melihatnya...semakin lama "bola salju" Anda akan menjadi semakin membesar, dan akan terus membesar jika Anda secara terus menerus menggelindingkannya. Jangan takut pada kegagalan. Kegagalan sebenarnya hanya berarti Anda harus punya keberanian untuk melihat sesuatu, yang tidak bisa Anda lakukan saat itu; kemudian Anda bisa segera mencari jalan lain untuk mencobanya lagi.
Anda justru harus pandai bersyukur karena pernah mengalami kegagalan, sebab dengan demikian Anda tahu ada sesuatu yang salah dan harus segera di benahi. Kegagalan hanyalah sebuah kesempatan bagi Anda untuk memulainya lagi dari awal, dengan cara lebih baik. Berani gagal itu sama artinya dengan berani sukses. Karena itu selalulah memupuk "keberanian" di dalam diri Anda. Berpihaklah kepada "keberanian", keberanian yang positif.

Pokok penting disini adalah: segera galilah ide-ide untuk memulai sebuah bisnis. Tuangkan saja semua ide yang terlintas di benak Anda, tuliskanlah itu, jangan ragu atau malu; baru setelah itu pilihlah ide yang paling memungkinkan Anda cepat bergerak terjun langsung memulai bisnis baru. Kemudian jika Anda sudah ada ide untuk memulai suatu bisnis sendiri, segera lakukan dan jalankanlah bisnis itu dengan semangat dan ketekunan; lalu jangan Anda takut pada kegagalan. Ingatlah bahwa kegagalan itu bukan akhir dari segalanya, dan sukses itu tidak pernah akan berakhir. Jadi kepada sukseslah Anda harus berpihak. Anda harus punya sikap berani sukses.

Salam Luar Biasa Prima!

Sunday, May 13, 2007

BAGAI BURUNG DI DALAM SANGKAR EMAS

Pasti, rekan-rekan sering membaca atau mendengar istilah peribahasa seperti di atas. Peribahasa tersebut benar-benar masih berlaku sampai sekarang. Bagai Burung di dalam Sangkar Emas...bisa mengartikan banyak hal...

Menurut Robert T Kiyosaki, kan ada Empat Kuadran Kerjaan, nah coba Anda renungkan peribahasa tadi dengan kaitannya ini:

  1. Kuadran E: Employee
    * Sebagai seorang profesional pekerja di perusahaan milik orang lain, Anda merasa bahwa dunia Anda memang berada di sana. Anda memperoleh banyak fasilitas dari perusahaan tempat Anda bekerja, Anda mendapatkan kepercayaan dari Pimpinan Anda, dan lain kenikmatan kerja; sehingga bisa saja membuat Anda terlena...tau-tau anda sudah mendekati masa pensiun...baru sadar, bahwa Anda masih bekerja ikut orang lain. Dan, hanya menghabiskan hari tua dengan mengandalkan uang pensiun atau pesangon saja.

  2. Kuadran SE: Self Employee
    * Sebagai seorang yang sudah kerja mandiri, sudah tidak ikut perusahaan orang lain; Anda tentu saja lebih bebas berbuat sekehendak hati anda. Itu baik. Di kuadran ini, Anda begitu tekun mengerjakan segala sesuatunya sendirian saja, karena Anda menilai itu lebih menguntungkan dibandingkan jika Anda merekrut beberapa orang sebagai karyawan Anda. Anda terlalu berhitung sedemikian "pelit", sehingga tanpa anda sadari...ini sudah Anda jalani selama bertahun-tahun. Anda tidak atau lupa untuk menyadari bagaimana caranya untuk lebih membesarkan usaha Anda. Bahkan sering terjadi, karena ini sudah meresap selama bertahun-tahun...di dalam pikiran bawah sadar, maka Anda merasa sangat sulit untuk berubah menjadi lebih baik lagi dalam berbisnis. Tetap seumur hidup berada di kuadran Self Employe ini...

  3. Kuadran BO: Business Owner
    * Nah, jika Anda berada di kuadran ini, biasanya Anda akan merasa lebih baik, lebih enak dan nyaman dalam menjalani kehidupan. Sebagai Pemilik Bisnis, tentunya Anda sudah lebih jarang bahkan sangat jarang sekali turun tangan langsung untuk menangani bisnis Anda sendiri, karena Anda sudah punya banyak pegawai profesional. Yang sering terjadi di sini adalah: jika Anda sedikit lengah atau lemah dalam sistem kontrol di perusahaan milik Anda, maka biasanya itu akan dimanfaatkan oleh pegawai Anda untuk keuntungan diri sendiri; karena pegawai Anda kan sudah profesional. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh seorang profesional, jika dia memiliki pikiran buruk. Meskipun "hitung-hitungan" bisnis Anda tersebut masih menguntungkan, tetapi biasanya itu masih bisa lebih menguntungkan lagi, kalau Anda tetap mau menyadari harus selalu "meng-upgrade" sistem kontrol di perusahaan Anda. Jika Anda lemah dan tidak mau selalu memperbaiki sistem kontrol di perusahaan Anda, maka itu akan bisa menghambat laju perusahaan anda...meskipun itu terjadinya setelah sekian lama...sekian tahun...Anda baru tau...

  4. Kuadran I: Investor
    * Wah, kalau Anda sudah berada di kuadran ini, pasti mengesankan tingkat finasial Anda sudah bagus sekali. Di sini Anda sudah mapan. Tindakan yang Anda lakukan di kuadran "I" ini selalu arahnya hanya sebagai seorang Investor, yang kerjaannya beli sana-beli sini, untuk memperbanyak aset kepemilikan Anda. Biasanya yang pertama terpikir jika sudah di kuadran ini adalah: beli sebanyak mungkin property, baik ruko, rukan, rumah, tanah, obligasi atau surat berharga lainnya, kemudian beli juga bisnis orang lain...dll. Pada tingkatan ini pun sebaiknya Anda "tidak terlena seperti burung dalam sangkar emas". Kewaspadaan tetap diperlukan, meskipun Anda sudah berada di dalam Kuadran Investor ini. Jika tidak, maka akibat keterlenaan karena saat ini Anda punya banyak duit, bisa saja nanti duit atau kekayaan yang telah anda miliki...tidak berumur cukup panjang. Bisa tidak sempat dinikmati oleh anak-cucu anda. Sudah banyak contoh terjadi, bagaimana seorang dengan kekayaan melimpah ruah karena sudah berada di kuadran ini, ternyata anak-cucunya tidak memperoleh kesempatan menikmati kekayaan pendahulunya. Selalu bijak dalam berpikir dan bertindak selaku seorang Investor, tetap harus diingat dan dijalankan.

    Nah, rekan-rekan. Uraian saya di atas tadi, sekedar untuk mengingatkan kita semua. Di kuadran mana pun Anda berada, sebaiknya harus tetap waspada. Jangan sampai terlena, "Bagaikan Burung Di dalam Sangkar Emas". Begitu.

Salam Luar Biasa Prima!

Saturday, May 12, 2007

Jangan BERTINDAK yang MERUGIKAN MASA SEKARANG, Berbahagialah!

Pada zaman ini banyak orang merencanakan masa depan, tetapi dengan merugikan masa kini. Ini sungguh tidak masuk akal bagi saya. Kita hidup ini tidak ada jaminan suatu kepastian. Jika orang mau mengorbankan masa sekarang demi masa depannya yang belum pasti, bahkan mungkin dia tidak bisa mengalaminya; saya kira itu suatu ketololan yang sangat menyedihkan.


Dari pengalaman hidup saya selama ini, seringkali saya temui orang-orang yang mengorbankan masa kininya demi masa depannya. Banyak orang telah merencanakan hari esoknya, hidup untuk masa depan, tetapi meninggal sebelum mencapainya. Ada juga orang bekerja terlalu keras, memacu dirinya mati-matian...sepanjang hidupnya dan berhasil meraih kesuksesan materi, banyak uang; tapi kesehatan mereka hancur berantakan. Itulah kisah sedih nyata yang saya sering lihat ada di sekeliling kita.


Kalau Anda bisa hidup tiap hari serba berkecukupan, berbahagia, tidak pernah gelisah dan masih bisa mempersiapkan masa depan Anda yang bahagia; itu luar biasa prima! Tetapi jika Anda harus mengorbankan kebahagiaan dan kesenangan Anda di masa sekarang...semata-mata demi masa depan, itu adalah sebuah ketololan. Saran saya, "Jangan lakukan hal itu!"


Setiap orang mempunyai hak, bagaimana rasanya bahagia. Tetapi kalau harus mengorbankan kebahagiaan pada masa sekarang ini, itu suatu kekeliruan besar. Tuhan tentu tidak bermaksud membuat kita menjalani hidup dalam kesengsaraan. Hidup kita terlalu pendek jika untuk itu. Manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling mulia; jadi seharusnya kita bahagia.


Manfaatkanlah hidup Anda sebaik-baiknya. Gunakanlah seluruh energi di dalam diri Anda untuk merasakan kebahagiaan dan membuat orang lain juga bahagia. Anda jangan sampai hanya termenung, memikirkan cara melewatkan waktu. Ingatlah, waktu Anda sangat berharga untuk sekedar dilewatkan begitu saja dengan hal tidak berguna. Seperti firman Ilahi di dalam kitab Al Qur’an, Surat Al Ashr: "Demi Masa. Sesungguhnya manusia itu selalu dalam keadaan merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh. Dan yang saling berpesan dengan kebenaran, dan juga saling berpesan dengan kesabaran".


Firman Tuhan di atas jelas sekali menegaskan pentingnya kita menghargai waktu. Juga sangat penting kita selalu berada di dalam rel kebenaran dan kesabaran. Segala kegiatan kitapun seyogyanya merupakan suatu amal sholeh, kita jangan selalu menghitung-hitung kebaikan yang telah kita lakukan. Dan jangan lupa bahwa kita juga harus punya "iman" atau keyakinan bahwa Tuhan menurunkan manusia ke bumi ini bukan untuk hidup sia-sia. Jadi jangan Anda sia-siakan hidup Anda di dunia yang singkat ini. Anda harus memanfaatkan hidup Anda agar punya manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain; dan Anda akan bahagia. Anda harus punya kesabaran untuk menjalani hidup dengan penuh rahmat dan kebahagiaan ini.


Kalau Anda ingin hidup bahagia, Anda pasti akan menemukannya di seluruh muka bumi ini. Anda akan bisa menikmati seluruh aktivitas Anda sehari-hari. Anda akan merasakan mandi pagi hari yang sangat menyegarkan, menikmati setiap suapan sarapan pagi yang menyenangkan; bahkan Anda juga akan merasakan kepuasan hanya dengan mengenakan pakaian kerja Anda, misalnya. Anda juga merasa bahagia bertemu dengan orang-orang saat Anda ke luar rumah.


Pada prinsipnya semua orang adalah saudara kita, karena mereka manusia juga seperti Anda. Mereka juga tidak sempurna seperti halnya Anda...apakah Anda sempurna? Seandainya mereka tidak begitu tanggap terhadap Anda, akan Anda maklumi; mungkin mereka sedang diganggu suatu masalah. Anda selalu bisa memaklumi hal-hal seperti itu.


Apa yang dilakukan atau dikatakan orang lain, tidak dapat membuat kita benar-benar terganggu atau jengkel; kecuali jika kita membiarkan perasaan itu mengganggu kita. Hanya satu cara orang dapat mengganggu kita yaitu melalui pikiran kita sendiri. Kita akan mulai berpikir tentang apa yang dikatakannya, kemudian memutuskan untuk menjadi marah; lalu kita memutuskan untuk bertindak. Kadang-kadang kita bisa membantah bereaksi seperti itu, tetapi kita lebih sering menerima reaksi tersebut. Yah...itulah pikiran yang belum terkendali; belum dilatih agar dapat Anda kendalikan sepenuhnya. Anda lihat bahwa pikiran, emosi, reaksi dan aksi, semuanya terjadi di dalam pikiran.


Jika kita sudah matang secara emosional, kita tidak akan bereaksi negatif terhadap kritikan ataupun kejengkelan orang lain. Bereaksi negatif mengartikan kita sudah turun ke keadaan getaran energi mental rendah dan akan menyatu ke dalam suasana negatif orang lain. Jadi identifikasikanlah diri Anda dengan sasaran tujuan hidup Anda, dan jangan biarkan orang lain, tempat atau hal apapun membelokkan Anda dari tujuan semula; yaitu ketenangan hidup, kedamaian jiwa dan kesehatan batin Anda.


Pada akhirnya Anda akan bisa tenang menghadapi berbagai macam problematika hidup, sehingga segala persoalan hidup Anda pasti bisa Anda selesaikan dengan baik. Perbuatan-perbuatan seperti yang saya sebutkan tadi akan membuat Anda bahagia, memberikan kebahagiaan yang luar biasa kepada Anda; karena Anda bisa menerima keadaan diri sendiri dan lingkungan Anda. Sangat banyak hal bagus untuk dilewatkan di dunia ini...dunia yang tidak sempurna; tapi itu jika Anda mau melihatnya melalui "mata tulus" untuk mencari kebahagiaan.


Saya ingat sebuah puisi pendek karya Robert Louis Stevenson berjudul "Pikiran Bahagia?"


Dunia penuh dengan banyak hal...


Saya yakin seharusnya kita semua bahagia seperti Raja...


Jadi Anda bisa bahagia layaknya Raja, dan sebahagia Raja. Tetapi Anda harus lebih dulu melakukan hal, bagaimana diri Anda bisa memasuki keadaan bahagia. Anda harus menyingkirkan pikiran dan perasaan negatif, seperti rasa takut, rasa dendam, kekhawatiran ataupun kekesalan. Jika Anda telah dijangkiti penyakit-penyakit serupa itu, Anda tidak akan pernah merasa senang; bahkan Anda tidak akan pernah bisa bahagia. Anda bisa hidup bahagia, kalau itu yang Anda inginkan untuk diri Anda.


Sikap mental positif, yang diperkuat dengan penggambaran mental-citra diri yang kuat; pasti akan mendatangkan semua kesuksesan dan kebahagiaan sesuai keinginan Anda. Sikap Anda yang positif mencerminkan perasaan keyakinan besar, dorongan ke arah sikap kedermawanan...suka beramal sholeh serta pikiran jernih...adalah bagian potensi diri Anda yang luar biasa prima. Semua ini merupakan kualitas yang akan menuntun Anda menuju kebahagiaan, asalkan mental-citra diri Anda cukup sehat, yang memungkinkan Anda bisa merasa senang dalam hidup Anda. Konsep Anda, tentang diri sendiri dan dunia lingkungan hidup Anda bisa kuat sekali; sehingga kadang-kadang Anda sendiri bahkan tidak tahu seberapa besar kekuatan pengaruhnya.


Anda harus dengan tulus hati menginginkan kebahagiaan hidup. Kita semua pasti punya kesulitan. Masalah adalah bagian dari kehidupan kita. Semua itu pasti selalu bersama kita. Tanyakanlah kepada diri Anda. Ketika datang kesulitan, apakah Anda masuk ke dalam kotak kekesalan atau kesengsaraan; ataukah Anda bisa mencari pemecahannya sambil berdendang? Apakah Anda duduk termenung mengasihani diri sendiri; ataukah Anda bisa memikirkan kembali masa-masa terbaik Anda dan merencanakan masa depan yang lebih baik?


Pikiran Anda merupakan alat potensial yang sangat ajaib untuk digunakan semau Anda. Jila salah menggunakannya akan berakibat fatal bagi Anda. Gunakanlah pikiran Anda untuk mencetak kebenaran, mengendalikan imajinasi kreatif Anda, mendorong diri sendiri ke dalam salurkan sukses. Anda bisa menggunakan pikiran Anda untuk membuat Anda tenang, rileks dan bahagia. Jadikanlah kepuasan hidup positif sebagai hal penting dalam kehidupan Anda.


Kalau Anda benar-benar menginginkan kedamaian jiwa...ketenangan batin, Anda akan mendapatkannya. Tidak peduli betapa tidak adilnya lingkungan dunia tempat Anda hidup. Anda tidak lagi menjadi gelisah atau kalut oleh orang lain, berita-berita, peristiwa atau keadaan apapun. Pikiran Anda akan mengidentifikasikan langsung dengan sasaran tujuan hidup yang Anda inginkan.


Kalau Anda merasa punya hak untuk berbahagia, maka Anda tidak akan membiarkan kemalangan menimpa dan mengalahkan diri Anda. Anda akan berjuang melawan kekalahan demi kekalahan sampai hidup Anda lebih bahagia, lebih gemilang...dalam makna sesungguhnya, bahagia lahir dan batin. Anda adalah sosok pribadi tangguh menghadapi segala macam persoalan hidup ini.


Salam Luar Biasa Prima!
Wuryanano

SESUDAH KESULITAN, PASTI DATANG KEMUDAHAN

Untuk menjadi salah seorang pemenang dalam kehidupan, Anda harus menangkap kembali kepercayaan diri Anda sendiri. Anda harus menetapkan sasaran berharga bagi diri Anda dan benar-benar yakin akan harganya; meskipun itu terlihat sepele di mata orang lain. Banyak orang menginginkan hal yang bersifat instant, maunya serba gampang, sudah jadi. Kalau diawalnya dia dengan penuh semangat berusaha melakukan sesuatu, ternyata kemudian hasilnya tidak sesuai harapan; orang ini merasa kapok. Kemudian dia coba bangkit lagi, lalu gagal lagi; akhirnya orang ini bisa benar-benar frustasi...dan memutuskan berhenti mencoba.

Saya kutipkan dari ayat Al Qur’an, yang merupakan firman Tuhan ini: "Sesungguhnya sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan, sesudah kegagalan datang keberhasilan". Lihatlah itu, Tuhan saja sudah sangat memberikan penegaskan, bahwa sesudah kesulitan pasti datang kemudahan. Sesudah kegagalan pasti akan datang keberhasilan. Sesudah kekalahan akan datang kemenangan. Sesudah kesedihan akan datang kegembiraan. Percayalah!

Jadi secara prinsip, tidak akan pernah terjadi; seseorang selalu dalam kesulitan atau kesusahan. Saya sendiri sangat meyakini firman Tuhan ini; tidak mungkin Tuhan memberikan takdir kepada manusia untuk selalu mendapat kesulitan atau kegagalan...tidak mungkin itu. Jadi jika pada awalnya Anda mencoba suatu usaha tidak berhasil, gantilah dengan rencana lain yang baru dan cobalah lagi...cobalah lagi. Janganlah Anda cepat menyerah untuk selalu mencoba lagi.

Camkanlah ini di dalam pikiran Anda, jika rencana Anda gagal, itu hanya kekalahan sementara; bukan kegagalan permanen. Segera buatlah rencana baru yang lebih baik. Kemudian mulailah lagi dari awal. Kekalahan sementara sebenarnya hanya berarti satu hal, bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan rencana Anda. Banyak orang tidak pernah sukses dalam hal apa pun, sebab mereka tidak pernah sekalipun mencoba; atau sekali mencoba dan gagal, kemudian berhenti mencoba. Mereka kebanyakan terlalu mudah untuk menyerah. Mereka itu takut mencoba lagi, karena takut akan gagal lagi.

Sehingga kemudian mereka berpikir, mungkin mereka harus sempurna dalam segala hal lebih dulu, baru mencoba sebuah usaha; bahkan ketika pertama kali mencoba sesuatu. Orang-orang seperti itu merasa bahwa mereka harus sempurna dulu dalam persiapan dan segala sesuatunya...lalu baru mencoba? Bersikap akan menjadi yang terbaik dan sempurna sebenarnya baik saja, jika sikap tersebut sebagai bentuk refleksi dari kontrol diri agar diri kita bisa lebih baik dan lebih maju dalam setiap usaha yang kita lakukan. Hal itu bagus saja dilakukan.

Tetapi sikap yang terlalu menjunjung tinggi kesempurnaan ini (perfectionism) akan mengakibatkan kegagalan pada diri Anda. Karena Anda jadi selalu takut untuk mulai bertindak, karena merasa persiapan Anda belum sempurna, merasa belum saatnya untuk memulai sebab belum lengkap persyaratannya...dan masih banyak lagi pikiran yang selalu mengungkap sisi kelemahan dan kekurangan Anda; masih kurang ini...kurang itulah dan lain sebagainya. Pada akhirnya Anda bahkan akan takut kepada diri Anda sendiri...dan pada gilirannya Anda akan diam di tempat saja.

Ingatlah! Anda tidak akan pernah sukses dalam bidang apapun, kalau Anda tidak memperlakukan diri Anda sebagai manusia. Membuat kesalahan adalah hal yang manusiawi; tidak ada manusia yang bebas dari kesalahan ataupun kekurangan. "No body is perfect", ini harus Anda pahami. "Sempurna" memang hal bagus, tetapi perfectionism adalah suatu penyakit jiwa. Yang penting di sini adalah, Anda bisa belajar dari kesalahan itu; bisa menganalisa hal-hal mana yang perlu diperbaiki, kemudian bangkit lagi dengan penuh semangat baru untuk mencoba lagi. Kalau Anda lalai untuk memulai atau berhenti sebelum Anda sampai tujuan; tidak ada seorangpun yang harus disalahkan, selain diri Anda sendiri. Tanggung jawab sepenuhnya berada pada diri Anda sendiri. Ingatlah ini: Jangan pernah berhenti mencoba! Jangan gampang menyerah. Cobalah lagi...cobalah lagi...cobalah terus. Yakinlah, bahwa "sesungguhnya sesudah kesulitan akan datang kemudahan". Sesudah kegagalan pasti datang keberhasilan.

Salam Luar Biasa Prima!

SELALU HIDUP DALAM KEBAHAGIAAN, BERDOALAH


"Allah tidak memberati seseorang melainkan sesuai dengan kekuatan yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan". (QS. Ath-Thalaq, 7)


Saya tidak bermaksud untuk mengatakan kepada setiap orang bagaimana cara menjalani hidup ini. Saya hanya mempunyai niat untuk berbagi dengan setiap orang, mengenai pengalaman dan pengetahuan saya, yang saya tahu masih sangat terbatas ini.
*
Saya telah menemukan kebahagiaan dalam kehidupan ini, dan saya ingin membaginya dengan Anda. Sebagian besar kebahagiaan yang saya peroleh adalah dengan cara membantu orang lain, untuk menemukan kebahagiaan pula. Setiap hari saya selalu bersyukur kepada Allah, bukan hanya untuk materi duniawi yang memang selalu dicukupi oleh-Nya; tetapi rasa syukur ini karena saya memperoleh kebijaksanaan untuk mengenali, menerima, dan menggunakan kelimpahan materi yang ada dengan baik.
*
Saya yakin, Anda pasti memiliki dorongan manusiawi untuk memperoleh kebahagiaan, dan hal-hal yang lebih baik dalam hidup ini, itu suatu hal yang wajar bagi semua orang, merupakan hasrat paling hakiki yang terdapat di dalam diri setiap orang...hasrat untuk bahagia secara lahir maupun batin. Saya ingin Anda menyadari bahwa di dalam setiap diri kita, pasti mengandung 2 (dua) unsur kekuatan, yaitu unsur kekuatan "negatif" dan "positif".
*
"Kekuatan negatif" di dalam diri ini, akan selalu mengarahkan Anda untuk berpikir, bertindak, dan hidup dalam nuansa keraguan, keterpurukan, ketakutan, kemiskinan, penderitaan batin, dan bahkan kesehatan yang buruk. Kekuatan negatif ini selalu membuat Anda mengharapkan kegagalan, dan membuat kedengkian. Kekuatan negatif ini selalu mengarahkan diri Anda untuk memikirkan keadaan hidup yang menyedihkan, tidak ada rasa cinta-kasih tulus, yang sebenarnya ingin Anda tolak, tetapi tetap saja harus Anda terima.
*
"Kekuatan positif" bersifat yang baik-baik, dia menginginkan Anda selalu berpikir dengan penuh cinta-kasih, dinamis, kreatif, penuh semangat, pantang menyerah, punya visi jelas maju ke depan, dan membuat fisik Anda semakin sehat. Kekuatan positif ini akan memimpin Anda untuk menuju sasaran-sasaran hidup Anda, dan mencapai semua impian serta cita-cita Anda.
*
Kalau Anda membaca cuplikan ayat suci di atas, apakah Anda percaya bahwa itu benar adanya? Bahwa Tuhan tidak akan membuat manusia sengsara? Bahwa Tuhan menginginkan manusia untuk menjalani hidup bahagia? Saya percaya dan yakin seratus persen! Keyakinan saya bahwa Tuhan Maha Pemurah dan Maha Penyayang kepada umat manusia adalah keyakinan mutlak. Allah sendiri berfirman, "Aku adalah sebagaimana yang diprasangkakan hamba-Ku kepada-Ku". Ini memberikan gambaran, bahwa Allah, Tuhan kita, akan mengikuti apapun yang dipikirkan oleh manusia. Saya yakin, bahwa apapun yang Tuhan lakukan untuk manusia adalah semata-mata untuk kebaikan manusia itu sendiri. Kalau Anda memiliki "Iman" kepada Tuhan, maka tidak ada sesuatu yang tidak dapat Anda capai dalam hidup ini. Iman dapat mencapai sesuatu yang tidak dapat dicapai oleh semua uang yang ada di dunia ini.
*
Kalau Anda beriman kepada Allah, Anda pasti percaya bahwa Allah menginginkan Anda bahagia. Jika Anda merasakan hal yang tidak membahagiakan, maka Anda tinggal meminta kepada Tuhan, agar mengganti "perasaan tidak bahagia" dengan "perasaan bahagia". Anda tinggal berdoa kepada Tuhan, supaya Tuhan selalu berkenan memberikan kebahagiaan buat Anda. Doa kepada Tuhan, memberikan suatu kekuatan luar biasa prima pada diri kita, untuk bisa bertahan menghadapi hambatan, kemudian menginjak dan melewatinya dengan perasaan penuh kemenangan.
*
Doa merupakan kekuatan terbesar di dunia ini, yang tersedia bagi setiap orang dalam memecahkan berbagai masalahnya. Sekarang ini, banyak orang semakin menyadari pentingnya suatu doa; karena mereka sudah merasakan bahwa doa bisa meningkatkan "rasa efektivitas diri". Doa semakin memperkuat mereka dalam segala hal yang menimpa kehidupan mereka. Doa adalah suatu energi dahsyat, yang bisa mengisi ulang energi kita, yang telah menyusut habis. Dengan doa, Anda akan merasakan aliran energi masuk ke seluruh bagian tubuh Anda. Perbanyaklah doa Anda di setiap harinya, maka Anda tidak akan pernah merasakan kekurangan energi. Doa memberi Anda semangat juang, menyegarkan diri Anda.
*
Kekuatan doa bisa membantu Anda menormalkan kehidupan Anda, meniadakan kelemahan atau kemunduran Anda, menyehatkan fisik Anda dan membentuk sikap Anda menjadi lebih baik. Sangat penting untuk Anda pahami, bahwa Anda berurusan dengan "Kekuatan Maha Dahsyat", kekuatan paling hebat di dunia, ketika Anda berdoa.
*
Kalau Anda dengan penuh keyakinan meminta sesuatu kepada "Yang Maha Dahsyat", maka Dia pasti mengabulkan doa Anda. Sebagaimana cuplikan firman Allah dalam sebuah Hadits, "Mintalah kepada-Ku, maka pasti Aku beri". Berimanlah kepada Tuhan Allah, maka Dia pasti membantu Anda. Berdoalah dengan tulus dan sungguh-sungguh. Allah pasti akan selalu menjawab "YA" atas doa Anda...artinya, apa pun yang Anda minta, bahkan sebelum itu Anda ucapkan atau yang masih ada di dalam pikiran Anda, maka pasti "di-IYA-kan" oleh Allah. Berdoalah untuk kebahagiaan Anda dan seluruh keluarga Anda...maka Anda pasti selalu hidup dalam kebahagiaan sejati. Berdoalah!
*
Salam Luar Biasa Prima!

TINDAKAN, BERBICARA LEBIH KERAS DARIPADA KATA-KATA

Pernahkah Anda melihat atau mengetahui, bagaimana seorang pemimpin, sesepuh, tetua atau apapun sebutannya; seringkali masih kesulitan dalam hal memotivasi anak buahnya, atau pengikutnya untuk mau melakukan apa yang diinginkannya? Masih sering, para pengikut ini tidak memahami maksud perkataan pemimpinnya, meskipun sudah berulang kali dijelaskan. Maka, tahukah Anda, apa yang dilakukan kemudian oleh hampir semua pemimpin di dunia ini? Jawabannya hanya satu kata...BERTINDAK... Yah, para pemimpin dunia selalu memberikan contoh dari maksud ucapannya dengan bertindak...sekali lagi BERTINDAK. Barulah setelah itu, para pengikutnya memahami, dan dengan bersemangat segera melakukan tindakan-tindakan yang serupa dengan keinginan sang pemimpinnya.

Pemimpin memberikan contoh bertindak...pengikutnya cepat melakukan. Pemimpin hanya banyak bicara...pengikutnya akan bingung, loyo, tidak semangat...dan...masa bodoh... Ingatlah ini, "tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata". Sekeras apapun Anda berkata tentang melakukan sesuatu, masih sering orang mengabaikannya, "tidak mendengarnya". Tetapi jika Anda memberikan contoh dengan suatu "tindakan", maka itu lebih keras "kedengaran" pengaruhnya pada orang-orang untuk segera berbuat sesuatu, dan mereka akan segera bertindak dengan semangat membara mengikuti keinginan Anda.

Inilah intinya, segeralah bertindak... Sekarang saatnya bertindak! Seorang filsuf Yunani kuno, Sophocles pernah mengatakan, "Surga tidak pernah menolong orang yang tidak mau bertindak". Ungkapan tadi menyiratkan makna, bahwa tidak ada apapun yang akan terjadi dan menjadi lebih baik, jika tanpa tindakan; bahkan "surga" tidak mau membantu orang yang hanya duduk diam, menunggu, dan hanya berpikir-pikir terus tanpa segera bertindak. "Surga" adalah tempat tertinggi dalam "harapan" setiap manusia. Itu juga mengartikan, bahwa dengan "tindakan", bisa saja kita memperoleh harapan tertinggi kita, yaitu "surga".

"Tindakan" ini sesungguhnya sudah merupakan semacam "hukum universal", yaitu, bahwa tidaklah mungkin akan terjadi sesuatu, yang tanpa didahului dengan tindakan. Bola lampu listrik pun tidak akan bisa kita nikmati cahayanya, jika Thomas Alva Edison hanya memikirkannya, dengan tidak melakukan suatu "tindakan" eksperimen untuk membuatnya. Anda juga tidak bisa menggunakan komputer, melihat televisi, memakai telepon genggam, dan tidak mungkin bisa menikmati berbagai fasilitas dunia modern seperti sekarang ini; jika sebelumnya tidak ada orang yang mau melakukan tindakan untuk mewujudkan itu semua.

Jadi, sangatlah aneh, jika masih banyak diantara kita, yang sudah memahami hukum universal seperti tersebut di atas, kok masih saja "senang menunda-nunda". Sangat mengherankan, kebanyakan orang menyukai "penangguhan", mau menghabiskan banyak waktu dan tenaga, hanya untuk menghindar dari tindakan.

Padahal menurut saya, sebenarnya ada lebih banyak kepuasan batin, dan kesenangan dalam mengerjakan sesuatu, daripada diam tidak berbuat apa-apa. Penting di sini untuk Anda pahami, jangan menghindari tindakan, dan jangan suka menunda-nunda sesuatu hal atau pekerjaan apapun; karena itu akan menghabiskan waktu dan tenaga Anda, menghabiskan energi diri Anda. Segera lakukan tindakan, karena dengan tindakan, Anda seperti mendapatkan tambahan energi yang tidak akan pernah habis. Tindakan Anda, akan membangun, dan mengembangkan semangat juang Anda, memperkuat daya juang Anda. Bertindaklah, karena dengan tindakan, Anda pasti akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Pasti!

Salam Luar Biasa Prima!

Friday, May 11, 2007

APA PUN YANG TERJADI, PATUT DISYUKURI, JADILAH PEMENANG


Sebenarnya, tidak ada satu kejadian dan keadaan di dunia ini yang ditujukan untuk membuat manusia menderita. Allah itu Maha Baik, Maha Penyayang; jadi secara logis, Allah tidak mungkin tega membuat manusia jadi menderita dalam menjalani hidupnya. Jadi, jika ada ketidakberdayaan, kemunduran, kesengsaraan, kerusakan, dan kegagalan di dunia ini...itu semua adalah disebabkan oleh manusia sendiri. Demikian juga sebaliknya, jika ada hal yang menyenangkan, ada keberhasilan, kemakmuran, kemajuan, kebahagiaan, dan kesuksesan di dunia ini...itu juga karena perbuatan manusia sendiri. Tuhan hanya mengikuti saja. Seperti ada dalam Al-Qur’an, Surat Al-Isra', ayat 7, "Dan jika kamu berbuat kebaikan, maka kamu berbuat kebaikan untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kamu sendiri yang akan menderita". Firman Tuhan ini dengan jelas sudah menunjukkan, bahwa kebaikan atau keburukan yang diterima oleh manusia, itu semua akibat dari perbuatan manusia sendiri.

Kebanyakan dari kita, merasa senang dan puas, jika mendapatkan keberhasilan, dan kebaikan. Tetapi, banyak orang mudah mengeluh, jika kegagalan dan kemunduran menimpa mereka. Sebenarnya, kalau kita mau bersikap "fair" atau "jujur" kepada Tuhan, maka kita pasti malu untuk "mengeluh" jika mengalami kemunduran dan kegagalan. Kita mestinya memahami, bahwa apapun yang terjadi, dan yang kita peroleh, itu semua untuk kebaikan kita. Semestinya kita selalu bersyukur terhadap apapun yang telah kita peroleh, perolehan baik atau buruk...tetap harus disyukuri. Terbukalah terhadap semua kemungkinan.

Apapun yang terjadi pada diri kita, hanya punya satu tujuan, yaitu "untuk kebaikan kita sendiri". Oleh karena itu, "apapun yang terjadi, patut untuk disyukuri". Saya mempunyai sebuah puisi bagus sekali, yang menunjukkan perbedaan sikap, antara "Pemenang" dan "Pecundang". Puisi ini menggambarkan dengan jelas, bagaimana seorang pemenang selalu bersyukur atas apapun yang terjadi dalam hidupnya, dan seorang pecundang yang selalu mengeluh, dan tidak pernah melihat sisi baik dari setiap kejadian yang menimpanya. Pikirkanlah puisi bijak di bawah ini:

Pemenang dan Pecundang

Pemenang selalu melihat jawaban pada setiap masalah
Pecundang selalu melihat masalah pada setiap jawaban
Pemenang selalu menjadi bagian dari suatu jawaban
Pecundang selalu menjadi bagian dari suatu masalah

Pemenang selalu mempunyai rencana-rencana
Pecundang selalu mempunyai alasan-alasan
Pemenang berkata, "Biarkan saya membantu Anda!"
Pecundang berkata, "Wah, itu bukan pekerjaan saya!"
Pemenang berkata, "Itu barangkali sulit, tapi itu masih mungkin bisa!"
Pecundang berkata, "Itu mungkin masih bisa, tapi itu sulit!"


Puisi "Pemenang" dan "Pecundang" seperti di atas, sudah saya pahami lebih dari 22 tahun yang lalu, ketika saya masih kuliah, sebagai Mahasiswa di Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga Surabaya. Saya tidak mungkin bisa lupa dengan puisi tersebut, saya "hafal di luar kepala". Sejak saat itu, saya sangat termotivasi untuk menjadi PEMENANG di dalam kehidupan saya sendiri, dan saya selalu menerapkannya di setiap saat, di sepanjang perjalanan hidup saya. Sekarang ini saya ingin membaginya dengan Anda, semoga Anda bisa menerimanya, dan mencoba menggunakannya dalam keseharian Anda. Puisi ini akan selalu mengingatkan Anda, agar menjadi seorang Pemenang dalam kehidupan ini.

Salam Luar Biasa Prima!

Thursday, May 10, 2007

SEMUA ORANG, HARUS DAN WAJIB SUKSES


Ini sebenarnya sudah sangat jelas dan tegas, bahwa semua orang di muka bumi ini mempunyai keharusan dan kewajiban untuk menjadi sukses. Semua orang harus dan wajib sukses! Tanpa kecuali, siapa pun itu, ini adalah sebuah "Komando" dari Tuhan Allah, tidak boleh dibantah. Tuhan ingin setiap orang dari kita itu bisa hidup sukses, Tuhan tidak ingin kita hidup susah.

Saya bukan ahli agama, tetapi saya yakin bahwa Tuhan menciptakan manusia di bumi ini adalah untuk menyemarakkan bumi ini dengan kesuksesan, bukan dengan kesengsaraan. Ini logika saya, buat apa Tuhan menciptakan manusia di bumi, jika tujuan-Nya hanya untuk hidup sia-sia atau sengsara? Jelas, bahwa tidak masuk akal jika Tuhan hanya "iseng-iseng" saja, atau hanya "uji-coba" membuat manusia di bumi? Apakah Anda menganggap Tuhan "kurang kerjaan"?

Untuk itu Anda lebih dulu harus meyakini, bahwa Tuhan Allah tidaklah mungkin menciptakan manusia di bumi ini untuk sekedar menjadi orang gagal. Anda harus yakin bahwa Tuhan menurunkan manusia di bumi adalah agar mereka menjadi "Khalifah" yang bisa menyemarakkan dunia ini. Dan perlu Anda pahami, bahwa "khalifah" itu tentunya bukan orang gagal. Yang dimaksud dengan "khalifah" pastilah mengartikan "orang sukses". Khalifah itu artinya pemimpin, dan tidaklah mungkin pemimpin itu orang gagal, yang jadi pemimpin pastilah orang sukses. Sering saya menemui dan melihat kejadian sehari-hari selama saya menjalani hidup ini. Banyak sekali orang yang kurang atau tidak paham, untuk apa sebenarnya mereka hidup di muka bumi ini.

Saya senang melakukan survey dan berbicara dengan banyak orang tentang bagaimana perasaan mereka di dalam menjalani kehidupannya selama ini. Bagaimana rencana-rencana mereka untuk menggapai keinginannya, cara-cara mereka membina keluarga, mengasuh anak-anaknya; bagaimana pola berpikirnya dalam melihat masa depan, dan lain sebagainya. Ini juga terkait dengan hobi saya sebagai seorang konsultan pengembangan diri dan keluarga, sebuah hobi yang paling saya senangi.

Ternyata dari aktivitas saya tersebut tadi, saya mendapatkan beraneka ragam jawaban dari masing-masing orang yang saya ajak bicara itu. Sebagian dari mereka menjawab dengan nada dan kalimat penuh semangat, optimis, positif; dan sebagian lagi menjawabnya dengan "ogah-ogahan", tanpa ekspresi semangat, negatif, dan pesimis saat bicara menjelaskan kehidupan yang telah dan masih dijalaninya itu. Tentu saja hal ini sangat menarik bagi saya. Kenapa mereka ini tidak menjawab secara seragam, tidak sama, tidak setara satu sama lainnya? Kalau dikelompokkan, maka jawaban mereka ini bisa saya bagi hanya menjadi dua macam kelompok, yaitu kelompok "positif" dan "negatif".

Saya ingin Anda menyadari bahwa di dalam setiap diri kita, pasti mengandung 2 (dua) unsur kekuatan, yaitu unsur kekuatan "negatif" dan "positif". "Kekuatan negatif" di dalam diri ini, akan selalu mengarahkan Anda untuk berpikir, bertindak, dan hidup dalam nuansa keraguan, keterpurukan, ketakutan, kemiskinan, penderitaan batin, dan bahkan kesehatan yang buruk. Kekuatan negatif ini selalu membuat Anda mengharapkan kegagalan, dan membuat kedengkian. Kekuatan negatif ini selalu mengarahkan diri Anda untuk memikirkan keadaan hidup yang menyedihkan, tidak ada rasa cinta-kasih tulus; yang sebenarnya ingin Anda tolak, tetapi tetap saja harus Anda terima.

"Kekuatan positif" bersifat yang baik-baik, dia menginginkan Anda selalu berpikir dengan penuh cinta-kasih, dinamis, kreatif, penuh semangat, pantang menyerah, punya visi jelas maju ke depan, dan membuat fisik Anda semakin sehat. Kekuatan positif ini akan memimpin Anda untuk menuju sasaran-sasaran hidup Anda, dan mencapai semua impian serta cita-cita Anda.

Sebenarnya, tidak ada satu kejadian dan keadaan di dunia ini yang ditujukan untuk membuat manusia menderita. Allah itu Maha Baik, Maha Penyayang; jadi secara logis, Allah tidak mungkin tega membuat manusia jadi menderita dalam menjalani hidupnya. Jadi, jika ada ketidakberdayaan, kemunduran, kesengsaraan, kerusakan, dan kegagalan di dunia ini...itu semua adalah disebabkan oleh manusia sendiri. Demikian juga sebaliknya, jika ada hal yang menyenangkan, ada keberhasilan, kemakmuran, kemajuan, kebahagiaan, dan kesuksesan di dunia ini...itu juga karena perbuatan manusia sendiri. Tuhan Allah hanya mengikuti saja. Oleh karena itu sebenarnya segala kebaikan atau keburukan yang diterima oleh manusia, itu semua akibat dari perbuatan manusia sendiri.

Semua orang harus dan wajib sukses, ini artinya bahwa Anda punya tugas untuk merencanakan kehidupan Anda sendiri, dan menjalaninya dengan bahagia dan sejahtera. Tidak ada pilihan lain, karena ingatlah, bahwa sukses itu sebuah "komando" dari Tuhan yang sesungguhnya tak terbantahkan oleh manusia. Tuhan pasti menginginkan setiap orang bisa sukses. Logikanya, tidaklah mungkin Tuhan menciptakan manusia di muka bumi ini dengan sembarangan asal mencipta saja. Tuhan pasti punya tujuan yang baik, yaitu supaya manusia bisa menyemarakkan dunia dengan sebaik-baiknya.

Nah, Anda harus memahami, bahwa Tuhan sebenarnya telah membuat "aturan main" buat manusia dalam menjalani kehidupannya di dunia ini. Bagi kita yang mau mengikuti "aturan main" dari Tuhan tersebut, maka bisa dipastikan akan meraih sukses sesuai keinginan kita. Kalau Anda menghendaki kebahagiaan, pasti Tuhan akan memberikannya kepada Anda. Itu janji Tuhan, yang sesungguhnya, dan juga bisa dikatakan sebagai sebuah perintah. Setiap orang yang beriman kepada Tuhan, pasti tahu bahwa Tuhan memerintahkan kepada manusia untuk selalu berusaha bukan untuk bermalas-malasan. Manusia harus dan wajib untuk menjadi sukses, sehingga kita harus selalu berupaya untuk meraih sukses itu. Jadi, kalau Tuhan sudah memberikan "komando" bahwa manusia harus dan wajib sukses, kenapa masih banyak orang tidak menaati "komando" Tuhan tersebut? Renungkanlah.

Salam Luar Biasa Prima!

GANTUNGKAN CITA-CITA ANDA SETINGGI LANGIT


Saya tahu peribahasa, "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit" dan memahaminya seperti ini: Kalau Anda memiliki impian, jangan "setengah-setengah" atau "biasa-biasa" saja. Milikilah impian yang besar, beranilah bermimpi besar, itu ibaratnya sama dengan "menggantungkan cita-cita setinggi langit".

Jika Anda mempunyai impian atau cita-cita setinggi langit, maka seandainya tidak tercapai sampai ke "langit", paling ya cukup sampai di "awan". Jika tidak bisa sampai di awan, ya boleh di bawahnya sedikit yaitu di "puncak gunung". Dan, kalau pun tidak sampai ke puncak gunung...ya paling bawah sekali, cita-cita atau impian Anda pasti masih bisa "bertengger" dan "nyantol" di atas "puncak tiang listrik"...dan tidak mungkin jatuh lebih ke bawah lagi, karena apa? Ini karena Anda masih bisa "mengambil nafas", dan sudah banyak belajar, sehingga pasti sudah tahu caranya, bagaimana agar Anda tidak terus menerus jatuh ke bawah.

Tetapi jika Anda hanya punya "impian kecil" atau cita-cita cuma "setinggi tiang listrik", maka begitu Anda jatuh...langsung akan mencium tanah...bahkan Anda bisa langsung "ambles masuk ke dalam perut bumi"...yang pasti akan membuat Anda sangat kesulitan "mengambil nafas" untuk bangkit kembali, karena ada di dalam perut bumi...Anda akan sulit untuk "ke luar dari perut bumi". Oleh sebab itu, sangat tepat jika Anda mau menjalankan nasehat dari peribahasa ini, "Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit". Beranilah untuk BERMIMPI BESAR!

Salam Luar Biasa Prima!

WUJUDKAN IMPIAN ANDA, CIPTAKAN MASA DEPAN


Sebagian orang dalam menjalani kehidupannya, seringkali menunda kesenangan dan kebahagiaannya; dengan asumsi bahwa setelah mereka mencapai sesuatu, mereka akan dapat menikmati kehidupan yang luar biasa prima. Mereka ini belum memahami, bahwa sesungguhnya, jika kita mau memutuskan untuk bahagia sekarang ini, kita pasti bisa mencapainya; bahkan melebihi harapan kita. Kalau Anda terus menerus menuju ke arah impian Anda dengan benar, yakinlah, Anda akan bisa mencapai impian-impian yang ada di pikiran Anda, dan membuktikan bahwa impian telah menjadi kenyataan.

Semua orang menginginkan bahagia, sehat, kaya, terkenal, dan sukses dalam hal apa pun yang mereka lakukan. Untuk mewujudkan semuanya itu, tidak ada cara lain, selain Anda harus menciptakan masa depan Anda sendiri. Di zaman modern ini sangat banyak kesempatan yang bisa Anda raih, jika Anda mau membuka wawasan dan diri Anda. Semakin banyak bidang yang berbeda-beda, yang tersedia untuk Anda; untuk memenuhi impian dan sasaran Anda. Dunia modern ini telah memberikan kepada Anda tawaran-tawaran menarik, yang semuanya menunggu tindakan Anda untuk memanfaatkannya demi keuntungan di masa depan Anda.

Saat Anda memutuskan untuk menciptakan masa depan Anda sendiri, Anda sudah mulai mendesak maju ke garis depan hidup Anda. Jika sudah terkondisi seperti ini, maka artinya Anda sudah berani menerima tanggung jawab penuh atas diri Anda dan hasil tindakan Anda sendiri. Anda bertanggung jawab 100% atas hidup Anda, serta berani maju untuk menghadapi resiko dan ketidakpastian. Anda sudah masuk ke dalam kelompok sebagian kecil orang yang "menggenggam" hidup mereka di tangan mereka sendiri, orang-orang yang optimis, dan yang membuat "impian-impian" menjadi kenyataan. Napoleon Hill mengatakan, "Semua pencapaian dan kekayaan duniawi, diawali dalam sebuah ide atau sebuah mimpi".

Mereka yang optimis dalam hidup ini berpandangan, bahwa "hanya berharap" tidak akan bisa mengubah hidup mereka menjadi lebih baik. Berharap bukanlah strategi untuk sukses. Oleh karena "hanya berharap" itu identik dengan "lamunan", jika harapan itu tidak disertai dengan semangat juang yang terarah untuk benar-benar mendapatkan realita fisiknya. Hidup Anda terlalu berharga dan penting untuk dibiarkan tanpa kemungkinan. Tanggung jawab terbesar Anda, adalah membentuk nasib Anda sendiri sesuai dengan impian Anda yang Anda arahkan dengan semangat juang, dan tekad untuk memperolehnya.

Penting untuk selalu Anda ingat, bahwa...Komandan Masa Depan Anda...adalah Anda Sendiri. Yang bisa dengan tegas memerintah diri Anda untuk melakukan sesuatu...adalah Anda sendiri, bukan orang lain. Beranilah bermimpi besar, dan yakinlah, bahwa Anda bisa mewujudkannya dengan tindakan yang terarah menuju ke impian Anda. Perintahlah dengan tegas...berilah komando secara tegas...diri Anda sendiri. Maka dengan demikian, masa depan Anda sudah bisa Anda kendalikan sendiri. "Masa depan milik orang yang percaya pada keindahan impian mereka", demikian kata Eleanor Roosevelt.

Salam Luar Biasa Prima!

Wednesday, May 9, 2007

MIMPI TIDAK HARUS "TIDAK NYATA"


Sejak kita masih anak-anak, sudah terlalu sering pengaruh dari orang tua kita, keluarga kita, teman-teman kita, dan bahkan guru-guru kita yang secara langsung atau tidak langsung telah "mengondisikan" pikiran kita, untuk menganggap "mimpi" sebagai hal yang tidak dapat dicapai, dan mereka sering menyebutnya dengan "impian kosong" atau hanya menganggapnya sebagai "lamunan" belaka.

Sehingga rasanya sangat memalukan, karena terlalu sering mengasosiasikan kata "mimpi" dengan suatu pengharapan yang tidak realistis, tidak nyata. Mereka ini selalu beranggapan bahwa "impian" kita merupakan suatu bentuk "keinginan untuk melarikan diri" dari kondisi kita yang sebenarnya. Bahkan mereka ini sering merasa kasihan kepada kita yang memiliki impian besar, sering menghibur kita dengan kata-kata "yah, mudah-mudahan mimpimu dikabulkan oleh Tuhan", tetapi dengan tatapan mata yang menyiratkan rasa kasihan kepada kita, dan pandangan tidak percaya karena kita punya mimpi besar.

Penting untuk Anda ketahui, bahwa "mimpi" sesungguhnya merupakan "gambaran mental" yang menginspirasi semua usaha manusia untuk menjadikannya suatu bentuk realitanya. Dan, Anda sudah membuktikannya sekarang ini. Di zaman modern sekarang, Anda dapat menikmati berbagai fasilitas, kemudahan dan kenyamanan dalam kehidupan ini; juga disebabkan oleh "mimpi-mimpi" sebelumnya. Anda bisa menikmati televisi, menggunakan komputer, memakai telepon genggam; itu semua berawal dari "mimpi"...mimpi yang telah berubah menjadi kenyataan.

Anda bisa melihat peninggalan-peninggalan bersejarah, yang pasti awalnya juga berasal dari mimpi-mimpi besar. Saya yakin, pastilah Anda takjub dengannya; khususnya peninggalan yang termasuk dalam kategori "keajaiban dunia". Cobalah Anda bayangkan di zaman Mesir kuno, orang sudah bisa membuat Pyramid...suatu bangunan yang sangat besar, rumit, dan pasti sangat sulit mewujudkannya. Lihatlah "Tembok Besar China" yang membentang puluhan kilometer, juga bangunan "Taj Mahal" di India, "Menara Eiffel" di Perancis, "Candi Borobudur" di Indonesia, dan masih banyak lagi yang lainnya. Inilah suatu bentuk nyata dari keajaiban mimpi-mimpi besar.

Itulah suatu kenyataan, bahwa "mimpi tidak harus tidak nyata". Bahkan Anda pribadi, di dalam kehidupan Anda sendiri, pasti juga mengawalinya dengan sebuah mimpi, misalnya: pada saat Anda ingin memiliki mobil, membangun rumah baru, mencari jodoh yang tepat atau membentuk keluarga baru yang bahagia, ataupun keinginan berwisata, dan mimpi-mimpi Anda lainnya.

Apakah mimpi-mimpi Anda sudah menjadi kenyataan? Inilah bukti nyata, bahwa mimpi-mimpi memang memiliki kekuatan luar biasa prima, kekuatan hampir tanpa batas; yang bertujuan semata-mata untuk menuntun kita dalam mendapatkan bentuk realitanya.

Oleh karena itu, "mimpi" mempunyai kekuatan untuk mempertajam fokus dan mengisi hidup kita dengan energi dan hasrat membara. Itulah kenapa suatu impian besar, pasti akan menghasilkan suatu prestasi besar. Kekuatan mimpi benar-benar akan mengubah segala yang diimpikan menjadi kenyataan fisiknya. Bisakah Anda membayangkan, jika orang-orang hebat sebelum kita, tidak pernah bermimpi membentuk dunia seperti sekarang, dunia yang begitu maju teknologinya? Pastilah kehidupan kita sekarang tidak akan menjadi senyaman hari ini, jika mereka sebelum kita ini...tidak pernah mempunyai mimpi besar...mungkin kita akan hidup seperti di zaman batu.

"Impian adalah cetak biru (blue print) untuk prestasi terbesar Anda", begitu kata Napoleon Hill, penulis buku "Think & Grow Rich". Jika Anda berani bermimpi besar, punya cita-cita "setinggi langit", maka itu semakin memperkuat diri Anda. Mimpi besar Anda akan membuat "jiwa" Anda sadar akan kekuatan sejati diri Anda, menyadari potensi Anda yang sebenarnya.

Mimpi-mimpi Anda, akan memberdayakan Anda, dan menggali potensi tersembunyi dari Anda. Dengan mimpi, Anda akan mempunyai semangat juang tiada tara, sehingga memperoleh daya juang yang semakin tinggi kekuatannya dalam menggapai apapun impian yang menjadi sasaran hidup Anda. Dan, pada gilirannya, sudah bisa dipastikan; Anda menjalani hidup ini penuh dengan suka-cita dan kebahagiaan.

Salam Luar Biasa Prima!

Tuesday, May 8, 2007

WASPADAI "PRINSIP MASA KINI" DAN "PRINSIP MATERIAL"


Saya selalu berpikir, "Mengapa banyak orang tidak berusaha lebih menikmati rasa kemanusiaan yang ada dalam kehidupan ini?" Dengan kata lain, jika melihat perilaku manusia saat ini, jumlah orang yang benar-benar hidup dengan penuh harapan dan penuh keyakinan, amatlah sedikit. Pada umumnya, lebih banyak orang yang menjalani kehidupannya secara negatif, tanpa semangat, tiada daya juang, dan tanpa kekuatan. Atau bisa kebalikannya, terlalu bersemangat tak terkendali dan menghalalkan segala cara untuk meraih impian-impiannya, dengan tidak mempedulikan orang lain, terserah orang lain mau jadi apa...siapa peduli?

Kalau kita lihat lebih mendalam, hal tersebut terjadi karena mereka hidup tanpa berusaha untuk bisa menikmati "rasa kemanusiaan", tidak ada perasaan "tenggang rasa" sebagai sesama manusia. Yang saya maksudkan dengan rasa kemanusiaan di dalam kehidupan adalah: hal-hal yang berhubungan dengan hati dan perasaan, tidak berhubungan dengan hal-hal yang bersifat material. Masih banyak orang mencari "rasa kemanusiaan" dalam kehidupan sehari-hari melalui hal yang berbentuk material saja. Sehingga mereka ini membenarkan "egoisme pribadi", dan menganut "prinsip egoistis". Mereka, para penganut "prinsip egoistis" ini, bisa dipastikan hanya memahami dan mengikuti 2 (dua) macam prinsip, yaitu: "Prinsip Masa Kini" dan "Prinsip Material".

Mereka yang menganut Kedua Prinsip tersebut umumnya menganggap bahwa bekerja hanya untuk hidup saja. Mereka tidak mempunyai pikiran yang benar mengenai hal yang sangat mendasar, yang penting, dan mempunyai nilai-nilai yang amat tinggi. Inilah yang sebenarnya merupakan sasaran kita sebagai manusia, yaitu: sebenarnya bukannya kita bekerja untuk dapat hidup, tetapi "esensi" sesungguhnya adalah: KITA HIDUP UNTUK BEKERJA.

Jadi, orang-orang yang mengutamakan "prinsip masa kini" dan "prinsip material" ini; jika hasil kerjanya tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya, maka akan timbul "rasa tidak adil", tidak puas, atau bahkan kadangkala merasa putus asa, kehilangan gairah hidup, dan hanya menjalani hidup tanpa semangat.

Menurut saya, tidak peduli dengan pandangan hidup macam apapun, kehidupan di dunia ini tidaklah disusun hanya dengan "Prinsip Masa Kini" dan "Prinsip Material" saja. Yang saya maksud dengan "Prinsip Masa Kini" adalah, "prinsip yang mengutamakan kehidupan masa kini, tidak mempedulikan adanya kehidupan di masa lalu, maupun di masa mendatang atau masa depan". Sedangkan maksud saya dengan "Prinsip Material" adalah, "mengabaikan masalah kerohanian, dan hanya mengutamakan masalah sandang, pangan, dan papan saja".

Demikian juga, seandainya mereka yang "egois" itu sudah berhasil mencapai kedudukan yang tinggi, atau telah memperoleh kemakmuran harta benda duniawi; semuanya tetap saja tidak berarti, terasa hampa, dan kesepian dalam hidupnya. Dan, akhirnya menjadi "Masya Allah"... Inilah yang disebut "Orang Kaya Tapi Miskin" atau "Gengsi Tapi Tak Berkantong".

Untuk dapat menikmati hidup dalam kebahagiaan sejati, suatu kehidupan yang penuh arti, maka kita harus selalu memperhatikan, agar dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat merasakan adanya suatu kenikmatan, yaitu bisa menikmati "rasa kemanusiaan" ini.

Jika seseorang hidup tanpa dapat merasakan rasa kemanusiaan dalam hidupnya, maka dia tidak dapat dikatakan telah hidup dalam kehidupan yang sebenarnya. Dan, rasa kemanusiaan ini baru bisa kita nikmati jika kita bisa mengendalikan diri kita dari pengaruh negatif "prinsip masa kini" dan "prinsip material" tersebut.

Jadi, Anda harus bisa mengendalikan kekuatan "prinsip masa kini" dan "prinsip material" ini demi kebaikan, dan kebahagiaan hati Anda; jangan sampai justru kedua prinsip ini yang mengendalikan hidup Anda.

Intinya adalah, "bekerja dan beramal", merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, jika Anda ingin hidup penuh semangat dan mendapatkan kebahagiaan sejati.

Salam Luar Biasa Prima!